Rabu, 15 Februari 2012

WUKU DAN KELAHIRAN






Tiap-tiap wuku mempunyai watak sendiri-sendiri. Watak wuku dapat dipergunakan untuk mengetahui dasar watak bayi lahir :




1. Sinta..dewanya
sangyang Yamadipati = wataknya seperti raja dan pendita,  banyak
kemauan, keras, cepat bahagia, bakat kaya harta benda. Memanggul tunggul
= mudah mendapatkan kesenangan hidup. Kaki belakang direndam dalam air
= perintahnya panas didepan dingin belakang. Pohonnya : Kendayakan =
jadi pelindung orang susah, dan orang minggat.


Burungnya : Gagak = mengerti petunjuk
gaib. Gedungnya didepan = memperlihatkan simbul kekayaannya, pradah
hanya lahir. Bahayanya : Berada di pertengahan  umur. Tangkalnya :
selamatan nasi pulen beras sepitrah dikukus, lauknya daging kerbau
seharga 21 keteng dimasak pindang, membelinya tidak menawar. Selawatnya
4 keteng. Doanya : Tolak bilahi. Candranya : Endra = gemar bertapa
brata, angkuh, suka kepada kepanditan. Ketika kala wuku berada ditimu
laut, selama 7 hari tak boleh mendatangi tempat kala.





2. Landep.dewanya
sangyang Mahadewa = bagus rupanya, terang hatinya, gemar bersemadi.
Kakinya direndam dalam air  = perintahnya keras didepan dingin
dibelakang, kasih sayang. Pohonnya : Kendajakan = jadi pelindung orang
sakit, orang sengsara dan orang minggat. Burungnya : Atatkembang = jadi
kesukaan para agung, jika menghambakan diri jadi kesayangan. Gedungnya
didepan = memperlihatkan kekayaannya, pradah hanya lahir.


Bahayannya : korobohan pohon. Tangkalnya
: Selamatan tumpeng beras sepitrah dikukus. Lauknya daging rusa
dicacah lalu dibakar. Selawatnya 4 keteng. Doanya : Kabul. Candranya :
Surating raditya = tajam ingatannya, dapat mengerjakan segala
pekerjaan, dapat menggrirangkan hati orang lain.




3. Wukir.dewanya
sangyang Mahayekti = besar hatinya, menghendaki lebih dari sesama.
Tunggalnya : didepan = akhirnya hidup senang. Menghadapi air di jembung
besar = baik budi pekertinya. Pohonnya : Nagasari = bagus rupaya,
sopan-santun, jika bekerja dicintai oleh majikannya. Burungnya : Manyar =
tak mau kalah dengan sesama, dapat mengerjakan segala pekerjaan.
Gedungnya didepan = memperlihatkan kekayaannya, pradah hanya lahir.
Bahayanya : dianiaya.


Penangkalnya : selamatan nasi uli, beras
sepritah dikukus, daging ayam ayam putih dimasak pakai santan dan
sayur lima macam. Selawatnya 4 keteng. Doanya rajukna. Candranya :
Gunung artinya jika didekati sulit dan berbahaya jika dilihat dari jauh
menyedapkan pemandangan. Ketika kolo wuku berada ditenggara, dalam 7
hari tidak boleh mendatangi tempat kolo.




4. Kurantil.dewanya
sangyang Langsur = pemarah. Memanggul tunggal = akhirnya mendapat
kesenangan hidup. Air dalam jimbung besar disebelah kiri = serong
hatinya. Pohonnya : Ingas = tak dapat untuk berlindung, karena panas.
Burungnya : Salinditan = tangkas. Gedungnya terbalik didepan = murah
hati. Bahayanya : jatuh memanjat.


Penangkalnya : selamatan tumpeng beras
sepitrah dikukus, lauknya daging ayam lereng dipecal. Selawatnya 7
keteng. Doanya : rajukna dan pina. Candranya : Woh-wohan = tak tentu
rejekinya.Ketika kolo wuku berada dibawah, dalam 7 hari tak boleh turun
dari gunung dan tak boleh menggali tanah.




5. Tolu.dapat
menyenangkan hati orang lain, kalau marah berbahaya, tak dapat dicegah,
Tunggulnya : dibelakang = kebahagiannya terdapat dibelakang hari.
Pohonnya : Wijayamulya = sangat indah rupanya, tajam roman mukanya,
tinggi adat-istiadatnya, teliti, suka pada kesunyian, selamat hatinya.
Burungnya : Branjangan = riang tangan, cepat bekerjanya. Gedungnya
didepan = suka memperlihatkan kekayaannya, pradah hanya lahir. Bahayanya
= ditanduk atau disiung.


Penangkalnya : selamatan nasi uduk beras
sepitrah dikukus, lauknya daging ayam dimasak dengan santan.
Selawatnya 3 keteng. Doanya : Kabul. Candranya : Wangkawa = angkuh,
tidak tetap, suka bohong.Ketika kolo wuku berada dibarat-laut, dalam 7
hari tak boleh mendatangi tempat kala.




6. Gumbreg.dewanya
sangyang cakra = keras budinya, segala yang dikehendakinya segera
tercapai, tak mau dicegah, pengasih. Kakai sebelah yang didepan direndam
dalam air = perintahnya dingin didepan, panas dibelakang. Pohonnya :
beringin = jadi pelindung keluarganya, budinya tinggi. Burungnya : ayam
hutan = liar, dicintai oleh para agung, suka tinggal ditempat sunyi.
Gedungnya dikirikan = penyayang, jika marah taka sayang kepada harta
bendanya.


Bahayanya : tenggelam atau kejatuhan
dalam. Tangkalnya : selametan nasi pulen beras sepitrah dikukus,
lauknya daging ayam berumbun yang masih muda dan daun-daun 9 macam.
Selawatnya 4 keteng. Doanya : Rajukna. Candranya : Geter nekger ing
wijati = hening pikirannya, perkataannya nyata redhoan.Ketika “kala
wuku” berada di Selatan menghadap utara, dalam 7 hari tidak boleh
memandang wajah kala.




7. Warigalit,
dewanya sangyang asmara = bagus rupanya,senang asmara, cemburuan,
hatinya mudah tersentuh, Pohonnya : sulastri = bagus rupanya, banyak
yang cinta. Burungnya : kepodong – cemburuan, tak suka berkumpul dengan
orang banyak. Bahayanya : tersangkut suatu perkara.


Tangkalnya : selametan nasi urap beras
sepitrah dikukus, lauknya daging kerbau ranjapan (pembelian
bersama-sama), dimasak getjok. Selawatnya 8 keteng. Doanya : tolak
bilahi. Candranya : kaju kemladean ngajak sempal = dimana-mana dapat
tumbuh. Ketika “kala wuku” berada diatas, dalam 7 hari tidak boleh
mendatangani tempat kala




8. Warigagung, dewanya
sanghyang mahajekti = berat tanggungannya, berkeinginan. Tunggulnya :
dibelakang – rejekinya dibelakang hari. Pohonnya : cemara = rame
bicaranya, lemah lembut perintahnya dan dihormati. Burungnya : betet =
keras kemauannya, pandai mencari kehidupan. Gedungnya dua buah
dibelakang  dan didepan = ichlasnya hanya setengah. Bahayanya : dimarahi
temannya.


Penangkalnya : selamatan nasi uduk bers
sepitrah dikukus, lauknya daging bebek dimasak gurih dan daun-daunan 5
macam. Selawatnya 5 keteng. Doanya : rasul. Candranya : Ketug lindu =
menepati perkataannya, jika marah menakutkan, tidak mau menerima
takdir. Ketika “kala wuku” berada di utara menghadap ke selatan, dalam 7
hari tidak boleh mendatangani tempat kala.




9. Julungwangi, dewanya
sanghyang sambu = tinggi perasaannya, tidak boleh disamai. Mengahadap
air dijembung = pradah ikhlasan, akan tetapi harus diperlihatkan harum =
dicintai oleh orang banyak. Burungnya kutilang = banyak bicara dan
perkataannya dipercayai orang, dicintai para pembesar.


Bahayanya : diterkam harimau. Tangkalnya
: selamatan nasi pulen beras sepitrah dikukus, lauknya daging ayam
brumbun dan uang suwang (+/- 81 ½ sen). Selawatnya : kucing. Doanya
Tolak bilahi. Candranya : kasturi arum angambar = segala kehendaknya
belum terjadi telah tersiar banyak yang cinta.





10 Sungsang, dewanya
sanghyang gana = pemaranh, gelap hati. Air dijebung didepannya +/-
pradah, ikhlasan, harus diperlihatkan pemberiannya, banyak rejekinya.
Pohonnya : tanganan = tak suka menganggur, keras budinya, suka kepada
kepunyaan orang lain. Burungnya : nori = pemboros, jauh kebahagiaannya,
murka. Gedungnya terbalik dibelakang = ikhlasan dengan tidak pakai
perhitungan.


Bahayanya : kena besi. Tangkalnya :
selamatan nasi megana dan tumpeng betas 2 pitrah, daun-daunan 9 macam
dicampur dalam tumpeng. Selawatnya 10 keteng. Doanya : Kabul. Candranya
: sekar wora-wari bang = besar amarahnya, tetapi mudah dicegah. Ketika
“kala wuku” berada di timur dalam 7 hari tidak boleh mendatangani
tempat kala.





11. Galungan, dewanya
sangyang Komajaya = teguh hatinya, dapat melegakan hati orang susah,
cinta pada perbuatan baik, jauh kepada perbuatan jahat. Memangku air
dalam bokor =suka bersedekah, pengasih, namun sedikit rejekinya.
Pohonnya : Tanganan  = ringan tangan, keras budinya, gampang suka pada
kepunyaan orang lain. Burungnya : Bido = besar nafsunya, murka.


Bahayanya : berselisih.Penangkalnya :
selamatan nasi beras sepitrah dikukus, lauknya daging kambing. Doanya :
Selamat pina. Candranya : peksi wonten ing luhur = jika mencari hasil
dengan menundukkan kepala, sebab gora-goda. Ketika kolo wuku berada di
selatan daya, dalam 7 hari tak boleh mendatangi tempat kala.





12.Kuningan, dewanya
sangyang Indra = melebihi sesama, tinggi derajatnya. Pohonnya :
Wijayakusuma = rupanya sangat indah, sangat puaka, tinggi budinya dan
teliti, menghindari keramaian, selamat hatinya. Burungnya :
Urang-urangan = cepat bekerjanya, lekas marah, pemalu.


Gedungnya dibelakang, jendelanya
tertutup = hemat. Bahayanya = diamuk..Penangkalnya : selamatan nasi
punar beras sepitrah dikukus, lauknya daging kerbau membelinya
beramai-ramai, digoreng. Selawatnya 11 keteng. Doanya : Kabul.
Candranya : Garojogan = rame bicaranya, banyak bohong.Ketika kolo wuku
berada di Barat, dalam 7 hari tak boleh mendatangi tempat kala




13. Langkir,
dewanya sangyang Kala menggigit bahunya sendiri = besar nafsunya,
tidak sayang kepada badannya sendiri, yang melihat takut, buruk
adat-istiadatnya, tidak mau menurut, murka, banyak larangan. Pohonnya :
Ingas dan cemara tumbang = panas hati, tak boleh didekati orang,


Penangkalnya : selamatan nasi uduk beras
sepitrah dikukus, lauknyadaging kambing dan ikan dimasak pakai santan,
sayuran secukupnya. Selawatnya 5 keteng. Doanya : Slametpina.
Candranya : Redi gumaludug = bicaranya menakutkan, tetapi tidak
mengapa.Ketika kolo wuku berada di selatan daya, dalam 7 hari tak boleh
mendatangi tempat kala.





14. Mandasia,dewanya
sangyang Brama, kuat budinya, pemaran, tak mau memberi ampun, jika
marah tak dapat dicegah, tegaan. Pohonnya : Asam = kuat dan dicintai
orang banyak, jadi pelindung sengsara. Burungnya : Platukbawang = kuat
budinya, cepat pekerjaannya, tidak sabaran. Gedungnya terguling didepan =
hemat dan banyak rejekinya. Bahayanya : Kena api dan dijahili orang.


Penangkalnya : selamatan nasi merah
beras sepitrah dikukus, sayur bayam merah, daging ayam merah dipindang
dan bunga setaman yang merah. Selawatnya uang baru 40 keteng. Doanya :
Slamat. Candranya : Watu item munggeng papreman lan wreksa gung lebet
tancepnya = sabar, tetapi jika marah kejam.Ketika kolo wuku berada
diatas, dalam 7 hari tak boleh mendatangi tempat kala.




15. Djulungpujut,
dewanya sangyang guretno, = suka kepada keramaian, tersiar baik,
mempunyai kedudukan yang lumayan. Menghendaki bukit = besar kemaunnya,
tak suka diatasi, menghendaki memerintah. Pohonnya : Rembuknya = indah
warnanya, tidak berbau, dimana-mana jadi kunjungan orang.


Burung : Prijohan = besar kemauannya,
halus budinya. Bahayanya : diteluhPenangkalnya : selamatan tumpeng
beras sepitrah dikukus, daging ayam merah dipanggang, daun- daunan 9
macam. Selawatnya 30 keteng. Doanya : Balasrewu dan Kunut. Candranya :
Palwa ing samodra = kesana-kemari mencari nafkah, rejekinya tidak
kurang.Ketika kolo wuku, berada di utara dan selatan, dalam 7 hari tak
boleh mendatangi tempat kala.




16. Pahang, dewanya
sangyang tantra = perkataannya melebihi sesama, tidak sabaran menepati
janji. Jembungnya disebelah kiri dibelakangnya = suka jalan serong.
Memanggul senjata tajam = waspada, kasar perkataannya, panas hati, suka
bertikai. Pohonya : Kendayaan = jadi pelindung orang sakit, orang
sengsara dan orang minggat. Burung : Cocak = gelatak bicaranya. Gedung
telentang = boros.


Bahayanya : dianiaya.Penangkalnya :
selamatan nasi uduk beras sepitrah, lauknya daging ayam dimasak sansan,
daun-daunan 11 macem. Selawatnya 9 keteng. Doanya : Rasul.Candranya :
Pulo katinggal saking tebih = tersiar semua tingkah lakunya, lahirnya
suci, batinnya kotor, angkuh, selalu susah.Ketika kolo wuku berada di
Barat-Laut dalam 7 hari tak boleh mengunjungi tempat kala.




17. Kuruwelut, dewanya
sanhyang wisnu : tajam ciptanya, tinggi dan selamat budinya, melebihi
sesama dewa. Memanggul : cakra = tajam hatinya, berhati-hati. Pohonnya :
parijata = jadi pelindung dan besar kebahagiaannya. Burungnya : puter =
jika berbicara mula-mula kalah, akhirnya menang, tidak pernah bohong,
tidak suka terhadap perkataan yang remeh. Gedungnya didepan =
memperlihatkan kekayaannya, puaka tak dapat dipermudah.


Bahayanya : kena racun daun. Tangkalnya :
selamatan bermacam-macam sayuran, jajan pasar, sekar boreh, tindihnya
uang lama sebaranDoanya : tawil. Candranya : tirta wening = sedikit
bicaranya, suci hatinya, diturut perintahnya, jadi tempat pengungsian.
Ketika “kala wuku” berada diatas, dalam 7 hari tidak boleh
mendatangitempat kala.




18. Mrakeh, dewanya
sangsyang surenggana = tawakal hatinya, agak ingatan, berkesanggupan,
berani kepada kesulitan. Tunggulnya membalik = lekas hidup senang.
Pohonnya : Trengguli = buahnya tidak berguna. Tak mempunyai burung =
tak boleh disuruh jauh, tentu mendapat bahaya. Gedungnya dipanggul =
memperlihatkan pemberian. Bahayanya : tenggelam.


Tangkalnya : selamatan nasi uduk, daging
ayam mulus dimasak dengan santan dan bermacam-macam ketan. Selawatnya
100 keteng.Doanya : tolak bilahi. Candranya : pandam ageng amerapit =
tawakal, mempunyai hati kasihan kepada orang miskin. Ketika “kala wuku”
berada di utara, dalam 7 hari tak boleh mendatangi tempat kala.




19. Tambir,
dewanya sanghyang siwa = lahir dan batinnya terkadang berlainan.
Pohonnya : Upas = bukan tempat perlindungan, tajam perkataannya.
Burungnya : prenjak = tahu petunjuk gaib, suka membuat perkabaran yang
mengherankan, . Gedongnya ditengah = tinggi percaya dirinya  Bahayanya :
terkena pasangan. Tangkalnya : selamatan nasi pulen beras sepitrah
diliwet, lauknya daging bebek dan ayam dipindang, kuah merah dan putih
dan ketimun 25 buah.


Selawatnya : pisau baja dan jarum satu.
Doanya : slamet dina. Candranya : idune lir upas ratjun = dihargai
semua perkataannya. Ketika “kala wuku” berada di barat daya, dalam 7
hari tidak boleh mengunjungi tempat kala.




20. Madangkungan,
dewanya sanghyang basuki : ahli bicara, tawakal, tetap hatinya.
Pohonnya : plasa = hanya jadi perhiasan hutan, tidak ada gunanya.
Burungnya : pelug = suka tinggal di air, suka tinggal ditempat sunyi.
Gedungnya di atas = mendewa-dewakan kekayaannya, tawakal, hemat.
Bahayanya : dibunuh pada waktu malam. Tangkalnya


Selamatan nasi punar beras sepitrah
dikukus, lauknya daging ayam kuning (wiring kuning) dan berumbun,
digoreng, jenang merah pada waktu hari kelahirannya. Selawatnya : 5
keteng. Doanya : ngumur. Candranya : umajang kang tetabuhan = menepati
perkataan, dan dapat menyenangkan hati orang lain. Ketika “kaa wuku”
berada di timur, dalam 7 hari tak boleh mendatangi kala




21. Maktal,
dewanya sanghyang sakri = lurus hatinya, baik pekerjaannya. Pohonnya :
nagasari = bagus rupanya, lemah lembut tutur katanya, dicintai oleh
pembesar. Burungnya : ayam hutan = liar dan tinggi budinya, banyak
tanda-tandanya akan mendapat bahagia, suka tinggal ditempat sunyi.
Gedungnya ditumpangi tunggal = kaya benda dan dihormati. Bahayanya =
bertikai.


Tangkalnya : selamatan nasi uduk, daging
ayam dan bebek dimasak 2 macam, dipindang dan dimasak dengan santan,
niatnya : ngrasul. Selawatnya 4 keteng. Doanya : rasul. Candranya :
lesus awor lan pancawara = lebar pemandangannya, dalam pikirannya.
Ketika “kala wuku” berada di timur laut, dalam 7 hari tak boleh
mendatangi kala




22. Wuje,
dewanya betara kuwera = menggirangkan hati orang lain, perkataannya
lurus dan mengherankan, singkat hati, tetapi sebentar baik. Memasang
keris terhunus disebelah kaki = waspada dan tajam hatinya. Pohonnya :
Tal = panjang umurnya, besar tanda kebahagiannya, kuat dan tetap
hatinya. Burungnya : gogik = cemburuan, tak suka kepada keramaian.
Gedungnya terlentang didepan = pengasih.


Bahayanya : diteluh. Tangkalnya :
selamatan jajan pasar secukupnya dan bermacam-macam ketan seharga
sataksawe (+/- 10 sen). Yang dibeli dahulu madu untuk selanunggal rum
arum = peteng hati, sukar dijalani, suka kepada bau harum, besar
kehendaknya. Ketika “kala wuku “ berada di barat, dalam 7 hari tak
boleh mendatangi tempat kala.




23. Manahil,
dewanya sangyang Citragatra = menjunjung diri sendiri, dapat berkumpul
ditempat ramai, bakat angkuh, selalu bersedia-sedia untuk membela
diri. Air dijembung dibelakangnya = Arum perintahnya, akan tetapi tak
mempunyai pangkat. Memangku tombak terhunus = waspada dan tajam hatinya.


Pohonnya : Tageron = sedikit faedahnya,
liat hatinya. Burungnya : Sepahan = liar budinya, tajam pikirannya.
Bahayannya : terkena senjata tajam.Penangkalnya : selamatan nasi liwet
beras sepitrah, lauknya daging ayam dan ikan, sayuran secukupnya,
sambal gepeng. Selawatnya 8 keteng. Doanya : Selamat tolak bilahi.
Candranya : Trenggana abra ing wijit = sabar segala kemauannya, tak
suka menganggur, banyak kemauannya.Ketika kala wuku berapa di Tenggara,
dalam 7 hari tak boleh mendatangi tempat kala.




24. Prangbakat, dewanya
sangyang Bisma = pemarah, tangkas, pemalu, memperlihatkan watak
prajurit, menghendaki jadi pemimpin orang, lurus pembicaraannya, segala
yang dikehendaki tak ada sukarnya. Kakinya kanan direndam dalam air
jembung = perintahnya dingin didepan panas dibelakang. Pohonnya :
Tirisan = panjang umurnya, cukup rejekinya, tetap pikiranya.


Burungnya : urang-urangan = cepat
kerjanya. Bahayanya : memanjat atu karena tingkahnya sendiri.
Tangkalnya : selamatan nasi tumpeng beras sepitrah, lauknya daging
sapi, dimasak bumbu manis, sayuran secukupnya. Selawatnya : pacul.
Doanya : aelamat pina. Candranya : wesi trate pulasani = keras hatinya,
cepat kerjanya, pemberi, jujur, belas kasihan. Ketika “kala wuku”
berada dibawah, dalam 7 hari tak boleh turun dari gunung dan menggali
tanah.




25. Bala, dewanya
batari Durga = suka berbuat huru-hara,membuat berita, jahil, suka
bercampur dengan kejahatan, tak ada yang ditakuti, pandai sekali
bertindak jahat. Pohonnya : cemara = ramai bicaranya, lemah lembut
perintahnya dan dihormati.


Burungnya : Ayam hutan = liar budinya,
dicintai oleh pembesar, tinggi budinya, banyak tanda-tanda akan
mendapat bahagia, suka tinggal ditempat yang sunyi. Gedungnya didepan =
memperlihatkan kekayaannya, pradah dilahir. Bahayanya : diteluh dan
kena upas.Penangkalnya : selamatan nasi tumpeng beras sepitrah dikukus,
sayur 7 macam, panggang ayam hitam. Selawatnya 40 keteng. Doanya :
Rajukna : Udan salah mangsa = rejekinya dari jual beli.Ketika kala wuku
berada di Barat-Laut, dalam 7 hari tak boleh mendatangi tempat kala.




26. Wugu, dewanya
sangyang Singajala = banyak akal, lekas mengerti, baik budinya. Pohonya
: Wuni sedang berbuah = siapa yang melihat bagaikan mengidam, akan
tetapi jika telah makan, sering mencela, banyak rejekinya. Burungnya :
Podang = cemburuan, tidak suka berkumpul. Gedungnya tertutup dibelakang
= hemat dan pendia. Bahayanya : digigit ular dan disia-sia.


Penangkalnya : selamatan nasi pulen
beras sepitrah dikukus dan bermacam-macam ketan, jajan pasar, lauknya
daging bebek putih sejodoh dimasak dengan santan. Selawatnya 10 keteng.
Doanya: Selamat. Candranya : awang-uwung = baik budinya.Ketika kala
wuku berada di sebelah Selatan, dalam 7 hari tak boleh mendatangi
tempat kala.




27. Wayang, dewanya
batari Sri = banyak rejekinya, pradah, bakti, teliti, dingin
perintahnya dicintai oleh orang banyak. Jembung berisi air didepan dan
duduk disitu = sejuk hatinya, sabar, rela hati, akan tetapi harus
diperlihatkan pemberiannya. Pasang keris terhunus = perintahnya mudah
didepan, sukar dibelakang. Pohonnya = Cempaka = dicintai oleh orang
banyak


Burungnya = Ayam hutan = dicintai oleh
pembesar, liar budinya, berbakat angkuh, senang tinggal ditempat yang
sunyi. Bahayanya : kenah tulah dan difitnah.Penangkalnya : selamatan
nasi tumpeng beras sepitrah dikukus, daging kambing kendit dimasak
macam-macam ketan, ayam dimasak sesukanya, sayuran secukupnya.
Selawatnya 40 keteng. Doanya : selamat. Candranya : damar murub, bumi
langit = selamat, banyak ilmunya.Ketika kolo wuku berada diatas, dalam 7
hari tak boleh naik.




28. Kulawu, dewanya
sangyang Sadana = kuat budinya, besar harapannya. Duduk dijembung
berisi air ditepi kolam = sejuk hatinya, dingin perintahnya.
Membelakangi senjata tajam = pikirannya terdapat dibelakang, kurang
pandai. Pohonnya : Tal = panjang umurnya, besar harapannya, kuat
budinya.


Burungnya : Nori, boros, murka.
Gedungnya didepan = memperlihatkan kekayaannya, pradah hanya lahir.
Bahayanya : terkena bisa. Penangkalnya : selamatannasi golong beras
sepitrah dikukus, lauknya daging ayam dan bebek yang berwarna merah,
ikan dan daging burung, dimasak sekehendahnya. Selawatnya 5 keteng.
Doanya : Kabula. Candranya : Bun tumetes ing sendang = ketika kecil
miskin, akhirnya besar kebahagiannya, banyak rejekinya.Ketika kala wuku
berada di Utara, dalam 7 hari tak boleh mendatangi tempat kala.




29. Dukut, dewanya
sangyang Sakri = keras hatinya. Menghadapi keris terhunus = waspada,
tajam pikirannya, segala yang dilihatnya berhasrat dipunyainya.
Pohonnya : Pandan wangi = kiri tempatnya, dengki, tak boleh didekati.
Burungnya : Ayam hutan = dicintai oleh para pembesar, liar dan tinggi
budinya, besar harapannya, suka tinggal ditempat sunyi.


Membelakangi gedungnya = hemat dan
pendiam. Bahayanya : dimedan perang.Penangkalnya : selamatan nasi
tumpeng beras sepitrah dikukus, lauknya panggang ayam putih mulus dan
ayam brumbun. Selawatnya satakswawe. Doanya : Slamet. Candranya :
tunggul asri sesengkeraning nata = bagus rupanya, penakut.Ketika kala
wuku berada di Barat, dalam 7 hari tak boleh mendatangi tempat kala.




30. Watugunung, dewanya
sangyang Antaboga dan batari Nagagini. Antaboga = senang tinggal alam
untuk bertapa. Nagagini = gemar kepada asamara. Menghendaki janji =
suka bertapa ditempat yang sunyi, jika menjadi pendita, mendapat
kehormatan, gemar bersemedi, sering bersedih hati. Pohonnya :
Wijayakusuma = rupawan, tinggi budinya, tidak suka pada keramaian,
terlihat angkuh, teliti. Burungnya : Gogik = cemburuan. Bilahinya :
teraniaya.


Penangkalnya : selamatan beras sepitrah
dikukus, lauknya daging binatang yang diburu, binatang berliang,
burung, semuanya yang halal, dimasak bermacam-macam jenang, daun-daunan
7 macam. Selawatnya 9 keteng. Doanya : Mubarak. Candranya : Lintang
wulan keraianan = terang hatinya, tetapi tidak bercahaya.Ketika kala
wuku berapa di timur, dalam 7 hari tak boleh mendatangi tempat kala.






silahkan anda Copy paste artikel diatas
tapi kalau anda tidak keberatan mohon cantumkan sumber dengan linkback ke blog ini.
terimakasih....!!!

0 komentar:

Posting Komentar