Senin, 01 Agustus 2011

Kisah Menakjubkan Tiga Jam Terjebak di Masa Silam








Ketemu
lagi bro, kali ini saya akan menulis artikel mengenai fenomena kedutan
waktu yang menimpa dua orang turis yang sedang berlibur dipantai sanur ups
salah bro dipantai Puys, Prancis maksudnya, bagaimana mereka merasa
ketakutan bercampur bingung ditengah berkecamuknya suasana perang pada
masa itu. Ini benar-benar menarik bro, sekarang kita langsung ke TKP ya.





Kisah
berawal pada tanggal 4 Agustus 1951, fajar belum lagi menyingsing. Laut
bergemuruh oleh derai ombak yang menghantam karang di kawasan pesisir
Puys, Prancis. Subuh yang tenang dan damai dan ombak Seolah-olah berebut
untuk menyambut datangnya mentari pagi. Namun hari itu berubah menjadi
pengalaman menakutkan bagi dua turis perempuan asal Inggris yang sedang
berlibur di Puys.




Puys, sebuah desa tepi pantai dekat pelabuhan Dieppe di Normandy,
Prancis menjadi lokasi wisata alternatif dengan pemandangan pantai
bening, dan tebing karang. Romantis untuk sebagian orang yang suka laut.
Hal ini yang mendorong dua turis perempuan itu memilih Puys sebagai
tempat liburan musim gugur. 





Namun pengalaman liburan itu menjadi kenangan tak terlupakan bagi mereka.

ketika pada subuh hari itu, kedua turis perempuan itu terbangun oleh
gaduhnya suara tembakan gencar. Suara itu semakin menguat dengan
rentetan tembakan yang semakin gencar disusul jeritan dan tangisan yang
sangat kacau, lalu tidak berapa lama kemudian terdengar dengung sejumlah
pesawat pembom, disusul dengan ledakan-ledakan bom, tembakan mortir dan
tembakan alat berat lainnya dari segala arah, belum lagi rasa kaget
hilang terdengar lagi teriakan-teriakan yang menyayat hati… Keduanya
kaget bukan kepalang. 










Apa yang sedang terjadi? Kenapa semua menjadi kacau begini?, itu yang ada dipikiran mereka berdua dalam suasana kebingungan.


Mereka kini seolah berada di tengah kancah pertempuran hebat.

Suara demi suara pertempuran itu tetap menggema dan terdengar jelas oleh
mereka. Namun mereka tak berani bergeming keluar dari kamarnya. 





Hanya
tiarap dan bersembunyi ketakutan di sudut kamar. Tubuh menggigil akibat
suara tembakan dan ledakan yang kadang terdengar sangat dekat, atau
suara-suara perintah khas militer dalam bahasa Inggris dan Jerman,
diselingi dengan jeritan kesakitan, dan isak tangis.



Selama kurang lebih tiga jam mereka mendengar jelas semua suara
pertempuran di luar sana. Sampai akhirnya suara-suara mengerikan itu
semakin samar… samar… dan hilang! Debur gelombang menghantam karang
sayup kembali terdengar. Fajarpun sudah menyingsing.



Setelah menenangkan diri, keduanya kemudian memberanikan diri keluar
kamar. Dengan takut-takut mereka mengintip keluar jendela. Pemandangan
di luar sana normal. Tak ada bekas pertempuran baru sama sekali.


Hanya ada rumah, karang, pantai, pepohonan… dan suasana keseharian di Puys.



Keduanya kemudian bertanya-tanya kepada beberapa orang yang berada di
dekat sana, apakah mereka mendengar suara pertempuran barusan? Semua
hanya menggeleng dengan wajah bingung. Tak ada kegaduhan apapun apalagi
suara tembakan dan ledakan bom.





Seorang penduduk lokal yang agak tua mengatakan tak ada pertempuran baru di Normandia setelah D-Day "Operation Overlord" (1945) dan “Operation Jubilee”
(1942). Kemudian sang kakek menjelaskan bahwa Pelabuhan Dieppe, Puys
and Pourville merupakan titik pendaratan pasukan gabungan Sekutu
(Inggris, Kanada, AS dan Polandia) dalam Operation Jubille 19 Agustus
1942.










Lantas,
apakah yang sebenarnya sudah terjadi? Kedua turis Inggris itu tetap tak
mengerti. Mereka sangat yakin bahwa apa yang mereka dengar adalah
sebuah pertempuran yang bahkan seolah bisa mereka lihat. Dalam
kebingungan, mereka kemudian membuat laporan ke otoritas setempat
mengenai fenomena tersebut. Mulanya laporan itu diabaikan, namun
akhirnya sebuah lembaga khusus di Inggris tertarik akan hal tersebut.




Detail-detail yang Mencengangkan


British Society of Psychical Research lah yang kemudian melakukan riset
dan penelitian terhadap fenomena tersebut. Mereka sangat yakin bahwa apa
yang dialami dua turis perempuan Inggris itu adalah bagian dari misteri
alam yang tidak terpecahkan. Namun mereka punya asumsi, kemungkinan
keduanya telah terjebak dalam "kedutan waktu".
Suatu fenomena terbukanya semacam portal energi di suatu tempat yang
memungkinkan orang bisa merasakan apa yang telah terjadi di masa lalu.
Tapi Benarkah?



Mungkin saja benar. Karena penelitian terhadap laporan perempuan itu
memang menunjukkan kesamaan peristiwa dengan kejadian nyata di Puys
dalam gelar Operation Jubilee, yaitu operasi tempur pendaratan Sekutu di
Normandia untuk memukul Jerman yang bercokol di Prancis pada 19 Agustus
1942.





Sekilas mengenai Operation Jubilee

Waktu
menunjukan hampir tengah malam, 18 Agustus 1942. Sejumlah 252 kapal
dari armada serbuan amfibi pasukan Sekutu bertolak dari pelabuhan
Inggris. Iring-iringan yang dikawal beragam kapal perang itu bergerak
pasti menuju pesisir pantai Prancis dengan sasaran kawasan Dieppe yang
dikuasai pasukan NAZI Jerman.







Sebelum fajar 19 Agustus 1942 menyingsing, 6.090 pasukan gabungan Kanada
dan Inggris plus Amerika Serikat, Polandia dan pejuang Prancis dan
Belanda duduk gelisah di dalam ratusan kapal pendarat masing-masing.
Sementara tembakan salvo bombardir laut Sekutu mulai menyalak ganas.
Lantas 70 skuadron udara Sekutu (sebagian besar Angkatan Udara Inggris)
terlibat sebagai bantuan tembakan dan payung udara dalam serbuan
tersebut.

Sekitar 48 skuadron udara Sekutu (sebagian besar dari RAF – Inggris)
memancing skuadron Luftwaffe (AU Jerman) yang melindungi pantai Dieppe
dalam pertempuran terbuka.



Sementara itu gelombang pertama pasukan pendarat Kanada mulai menyentuh
bibir pantai yang langsung disambut tembakan terarah dari bunker-bunker
meriam pantai Jerman. Sebagian besar karam sebelum mendaratkan pasukan,
sementara yang berhasil mendarat diterjang hujan peluru dari sejumlah
sarang senapan mesin dan tembakan tak henti dari mortir lapangan ke area
pantai yang landai.







Tiga titik penting sasaran pendaratan pasukan amfibi Sekutu di kawasan
Normadia, yakni Dieppe, Puys dan Pourville, berubah menjadi neraka.
Seratusan lebih personil pendarat pertama langsung disongsong kematian.
Gelombang kedua kemudian segera menggantikannya namun hampir tak
mendapat kemajuan berarti.



Di tiga front pesisir pantai itu tentara pendarat Sekutu itu menjadi
bulan-bulanan. Sampai hampir tengah hari, serbuan itu dinyatakan gagal
dengan korban luar biasa banyak. Pasukan yang belum sempat mendarat
diperintahkan untuk kembali ke pangkalan, sementara yang tertinggal di
pantai diperintahkan bertahan dan mundur jika memungkinkan. Hasilnya
semua serdadu Kanada dan Sekutu yang tersisa akhirnya terpaksa menyerah
kehabisan amunisi.







Dari, 6.090 personil Sekutu yang disiapkan untuk serbuan pantai itu,
sekitar 3.623 menjadi korban yang dipastikan 1.300-an personil tewas di
tempat dan sisanya terluka dan tertawan. Sementara garnisun pertahanan
pantai Jerman yang diperkuat 1.500 personil, hanya 311 yang tewas dan
280 terluka.

Operation Jubilee yang juga dikenal dalam sejarah sebagai Battle of
Dieppe menjadi catatan kelam serbuan amfibi besar yang dinilai gagal
total yang harus dibayar mahal.





Operasi
itu gagal dan kemudian menjadi bahan pertimbangan penting untuk gelar
operasi tempur berikutnya "Operation Overlord" D-Day 6 Juni 1945 yang
sukses mengalahkan dominasi Jerman di Prancis.



Bukti-bukti kebenaran akurasi cerita kedua turis itu dibuktikan dengan
kros cek terhadap arsip data rahasia militer yang tidak pernah
dipublikasikan. Hasilnya ada sejumlah besar persamaan persitiwa yang
mencengangkan semua pihak.










Walau
pun kedua perempuan itu mengetahui kisah tentang Operasi Jubilee di
Dieppe dari banyak literatur saat itu, mereka tak akan mendapat detail
penting seperti yang tercantum dalam arsip rahasia militer itu. Namun
kenyataannya mereka dapat memaparkan data-data detail yang hampir persis
sama dengan arsip militer tersebut.  











Hmm..jadi
pengen ya bro, merasakan gimana rasanya terjebak dimasa lalu, apalagi
kalau terjebaknya didalam istana disamping dayang-dayang cantik...duh
enaknya..


Kamu juga mau bro?





Sumber :kapanlagi





silahkan anda Copy paste artikel diatas
tapi kalau anda tidak keberatan mohon cantumkan sumber dengan linkback ke blog ini.
terimakasih....!!!

0 komentar:

Posting Komentar