Minggu, 20 Maret 2011

Fenomena Unik Supermoon, Ukuran Bulan Lebih Besar

Malam ini, Sabtu 19 Maret 2011, Bulan berada dalam jarak terdekatnya
dengan Bumi, sejak 18 tahun lalu. Fenomena ini disebut lunar perigee
atau ‘supermoon’. Waktunya yang bertepatan dengan purnama, membuat Bulan
nampak lebih terang dan lebih besar. Masyarakat Bali salah satu yang
beruntung bisa menyaksikannya. Cuaca di Pulau Dewata sangat cerah, tidak
ada mendung yang menutupi langit.




supermoon

Keindahan bulan saat terjadi fenomena
Supermoon 
malam ini begitu indah dan besar, 
sangat jarang terjadi (Klik
Gambar untuk ukuran lebih besar)


Bulan terlihat sangat terang dan lebih besar dari biasanya. Bias
cahaya di pinggir Bulan nampak terang dan melebar. Bulan juga nampak
lebih dekat. Orang Bali menyebut fenomena kedekatan Bulan ini dengan
istilah ‘mekalangan’ atau bulan besar. Di tepi Danau Beratan, Bedugul,
Bali jadi lokasi untuk melihat fenomena unik ini. Pantulan supermoon
memancarkan bayangan di atas air danau. Shendy Tyara (24) pengunjung
asal Kediri Jawa Timur misalnya, dirinya mengaku baru pertama kali
datang ke Bedugul di saat momen yang sangat tepat.




Supermoon

Supermoon yang muncul di Makassar, Sulsel, Sabtu (19/3/2011).



TRIBUN TIMUR/MARSHUDI FIRMANSYAH

“Saya baru pertama kali kesini dengan suami, dan kebetulan momennya
yang pas dengan supermoon. Saya rasa tidak rugi kesini karena memang
indah sekali melihat terang bulan ditepi danau,” ujarnya, Sabtu malam,
19 Maret 2011. Dan tentu saja momen ini mendatangkan rejeki bagi para
pedagang bakso, jagung bakar, dan sate kelinci.

“Biasanya kalau malam jarang ada pembeli karena memang danau biasanya
dikunjungi pada siang hari saja,” ujar Kadek, salah seorang pedagang
jagung bakar. Di Pura Ulundanu Beratan yang terletak ditepi danau itu
pun banyak umat Hindu Bali yang melaksanakan upacara “Purnama Kedasa”
atau purnama kesepuluh, dimana bulan pada hari tersebut merupakan bulan
yang paling terang.




Supermoon

Fenomena Supermoon


Setiap bulan dimana terdapat bulan purnama, umat Hindu Bali selalu
melaksanakan upacara “Purnama” di Pura. Fenomena supermoon juga bisa
dilihat di Surabaya. “Bulan terlihat besar, bulat, dan berwarna oranye,”
kata salah seorang warga, Herry Widyanto, melalui Facebook.

Sementara itu Sekitar pukul 20.00 Wita, supermoon sudah tampak di
Makassar dan sekitarnya.Namun, hal itu hanya sesaat karena mendung
tiba-tiba menutup sejumlah wilayah di Makassar dan sekitarnya. Puncak
kemunculan supermoon diperkirakan hingga Minggu (20/3/2011) dini hari
sekitar pukul 03.00 WIB. Sayangnya, Ibukota DKI Jakarta malam ini
mendung.

Astronom Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN),
mengatakan, fenomena Supermoon sudah bisa di saksikan di seluruh wilayah
Indonesia malam ini, Sabtu, (19/03/2011). Bulan Purnama di Makassar
sudah terbit sejak magrib dan fenomena ini dapat di saksikan dengan mata
telanjang karena langit di Makassar cerah. Posisi bulan sangat dekat
jaraknya dengan bumi dalam kurun waktu siklus 18 tahun. Bulan hanya akan
berjarak 221.567 mil atau 356.578 kilometer dari Bumi.



Fenomena Supermoon dan Bencana Alam

Fenomena alam supermoon maret 2011 ini merupakan jarak terdekat bulan
dan bumi dalam kurun waktu 18 tahun. Jika dihitung kira-kira jarak
antara bulan dan bumi saat kejadian supermoon atau bulan besar ini
sekitar 221.567 mil atau 356.578 kilometer.

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, fenomena supermoon sempat
menjadi bahan pembicaraan yang cukup hangat, banyak pendapat yang
menyatakan bahwa supermoon 19 Maret 2011 ini dapat membawa bencana alam
besar. Pendapat tersebut diambil dari beberapa kejadian bencana alam
gempa dan tsunami di dunia, salah satunya waktu gempa dan tsunami di
Aceh tahun 2004.

Selain kejadian bencana besar di Aceh, fenomena supermoon diklaim
sebagai pemicu gempa dan tsunami di jepang pada hari Jumat 11 Maret 2011
tepat terjadi delapan hari sebelum supermoon 2011. Namun
pernyataan-pernyataan seperti itu langsung dibantah oleh pihak Badan
Antariksa Amerika Serikat, NASA.

NASA melalui Ilmuwan Goddard Space Flight Center NASA, Jim Garvin,
menjelaskan tentang fenomena alam supermoon yang terjadi di bulan maret
2011 ini. Menurut beliau, supermoon ini berbarengan dengan aktifitas
bulan purnama, seperti ungkap beliau,”Bulan akan terlihat lebih besar,
meski perbedaan jarak dari Bumi hanya beberapa persen di banding
biasanya,”

Beliau juga menambahkan permasalahan supermoon, “Efek supermoon
terhadap Bumi kecil. Dan menurut studi detil para seismolog dan
vulkanolog, kombinasi antara supermoon dan bulan purnama tidak
mempengaruhi energi internal keseimbangan di bumi.” Secara tidak
langsung beliau menyatakan bahwa walau bulan mempunyai pengaruh terhadap
kondisi pasang surut Bumi, itu tidak mampu memicu gempa besar dan
mematikan ataupu bencana alam besar lainnya.

Beliau juga menegaskan bahwa kekuatan itu ada pada Bumi, “Bumi
menyimpan energi di balik lapisan luar atau keraknya. Perbedaan daya
pasang surut yang diakibatkan bulan (juga matahari) tidak cukup
mendasari munculnya kekuatan besar dari dalam bumi.” Tutup beliau.

Lantas bagaimana dengan kejadian gunung meletus di Indonesia yaitu
gunung Karangentang yang terletak di Kepulauan Sangir Talaud, Sulawesi
Utara. Gunung tersebut meletus sehari sebelum puncak dari fenomena
supermoon 2011.

Sebenarnya pendapat bertentangan tentang fenomena supermoon yang
terjadi pada bulan maret 2011 ini boleh saja, namun yang menentukan
apakah supermoon ada hubungannya atau sebagai faktor penyebab bencana
alam hanyalah Sang Pencipta Alam Semesta ini. Ilmu manusia cukup
terbatas.




Incoming search terms:



bulan
supermoon,PERISTIWA BULAN BESAR,berita terkini fenomena bulan
purnama,bulan purnama supermoon,supermoon 19 maret 2011,pristiwa bulan
besar,bulan lebih besar,bulan lebi besar,supermoon 19 maret 2011
bali,kejadian bulan besar,Berita bulan terlihat lebih dekat,foto
kejadian supermoon 19 maret 2011,kapan saja supermoon,siklus 18 tahun
bulan,supermoon,supermoon 19 maret,supermoon yang terjadi kemarin DI
BALI,ukuran bulan,bedugul vulkanologi,fenomena ukuran bulan lebih besa

0 komentar:

Posting Komentar