Sabtu, 28 Mei 2011

Legenda Naga Cina dan penampakannya di dalam sejarah







Naga,
makhluk mitologi paling terkenal di dunia. Seluruh dunia memiliki
legendanya masing-masing. Namun tidak bisa disangkal kalau Naga dari
legenda Cina adalah yang paling menarik. Mungkinkah makhluk terbang
bertubuh ular, bertanduk dan memiliki cakar itu benar-benar ada?



Di
Eropa, naga selalu dilambangkan sebagai makhluk yang jahat. Namun, bagi
masyarakat Cina, naga melambangkan kekuatan dan kekuasaan. Begitu
besarnya penghormatan bangsa Cina kepada makhluk ini sehingga
kaisar-kaisar yang gagah perkasa dengan bangga mengenakan gambar naga
sebagai simbol mereka.

Bagi bangsa Cina, naga adalah salah satu
dari empat makhluk spiritual yang mendapat penghormatan tertinggi. Tiga
makhluk lainnya adalah Phoenix, Qilin (Kirin) dan Kura-kura. Namun diantara semuanya, naga adalah yang paling perkasa.

Karakteristik Naga dan angka 9
Di dalam mitologi Cina, naga
memiliki kaitan yang sangat erat dengan angka "9". Misalnya, Naga Cina
sesungguhnya memiliki 9 karakteristik yang merupakan kombinasi dari
makhluk-makhluk lainnya.

1. Ia memiliki kepala seperti unta
2. Sisiknya seperti ikan
3. Tanduknya seperti rusa
4. Matanya seperti siluman
5. Telinganya seperti lembu
6. Lehernya seperti ular
7. Perutnya seperti tiram
8. Telapak kakinya seperti harimau
9. Dan Cakarnya seperti rajawali.

Selain
9 karakteristik itu, naga di dalam mitologi Cina disebut memiliki 9
orang anak yang juga memiliki karakteristik yang berbeda-beda.

Ia juga memiliki 117 sisik. 81 diantaranya memiliki karakter Yang (Positif) dan 36 lainnya memiliki karakter Yin (Negatif).

Pada
umumnya, naga Cina memiliki tiga atau empat cakar di masing-masing
kaki. Namun kerajaan Cina menggunakan lambang naga dengan lima cakar
untuk menunjukkan kalau sang Kaisar bukan naga biasa. Lambang ini
kemudian menjadi lambang ekslusif yang hanya boleh digunakan oleh sang
kaisar. Siapapun yang berani menggunakan lambang naga dengan 5 cakar
akan segera dihukum mati.


Empat Jenis NagaDalam
literatur Cina, paling tidak ditemukan lebih dari 100 nama naga yang
berbeda-beda. Namun, untuk mudahnya, Naga Cina biasanya hanya
digolongkan ke dalam empat jenis, yaitu:

  1. Tien Lung atau Naga Langit yang bertugas menjaga istana para dewa.

  2. Shen Lung atau Naga Spiritual yang berkuasa atas angin dan hujan

  3. Ti Lung atau Naga Bumi yang berkuasa atas air di permukaan bumi

  4. Fucang Lung atau Naga dunia bawah bumi yang bertugas menjaga harta karun yang ada di dalamnya.


Empat
jenis naga tersebut mungkin berbau spiritual, tetapi seperti yang saya
katakan di atas, masih ada sekitar 100 nama naga lainnya.

Dari
sekitar 100 nama ini, terlihat kalau Naga Cina sebenarnya tidak selalu
berhubungan dengan makhluk spiritual. Bisa jadi, naga tersebut adalah
hewan yang memiliki fisik yang nyata.

Karena itu, kita harus memisahkan antara Naga Spiritual dengan Naga sebagai hewan yang nyata.

Naga Cina dan CryptozoologyMisalnya, Jiao Lung atau Naga Buaya.
Naga jenis ini tidak bertanduk dan disebut sebagai pemimpin dari
hewan-hewan air. Berdasarkan namanya, memang ada kemungkinan kalau naga
jenis ini adalah seekor buaya. Penyebutan ini paralel dengan sebutan Komodo Dragon
yang menggunakan nama naga untuk menyebut makhluk reptil raksasa
Komodo. Nama ini jelas menunjukkan kalau Naga Cina tidak selalu berarti
makhluk terbang bertubuh ular, bertanduk, bersungut dan bercakar.

Contoh lainnya adalah Pan Lung atau Naga Spiral.
Naga jenis ini berdiam di danau dan belum bisa naik ke langit untuk
menjadi makhluk spiritual. Naga jenis ini bisa jadi merujuk kepada
makhluk air serupa ular atau belut. Contohnya adalah Oarfish (yang hidup di laut) yang memiliki karakteristik cukup unik sehingga orang sering membandingkannya dengan naga Cina.


Ada kemungkinan kalau penampakan makhluk serupa Oarfish di danau-danau Cina telah dianggap sebagai penampakan naga.

Lalu, ada Fei Lung alias Naga Terbang. Naga ini memiliki sayap dan mengendarai awan dan kabut. Menariknya, nama ini juga digunakan untuk menyebut Pterosaurus dalam bahasa mandarin. Fei Lung mungkin adalah jenis naga yang sama dengan naga Eropa.

Penampakan Naga di dalam sejarah Cina
Jika sebagian Naga Cina bisa dikategorikan ke dalam makhluk Cryptid, pernahkah ada kesaksian mengenai penampakannya?

Jawabannya: Ada!

Sejarah
negara Cina telah dimulai sejak ribuan tahun sebelum masehi. Dalam
kurun waktu tersebut, para cendikiawan mendokumentasikan setiap
peristiwa dalam catatan-catatan yang rapi, termasuk peristiwa
terlihatnya naga di berbagai tempat di Cina.

Namun, peristiwa
yang dituangkan ke dalamnya mungkin telah diinterpretasikan berdasarkan
pemahaman dan kebudayaan bangsa Cina masa lampau sehingga sebagian kisah
itu terdengar cukup mistis. Namun, kisah lainnya memiliki kemiripan
dengan kasus perjumpaan dengan makhluk Cryptid.

Salah satu contoh peristiwa penampakan naga tercatat dalam buku Recording for the Jiaxing Regional Government
yang menceritakan kalau pada bulan September 1588, seekor naga berwarna
putih terlihat terbang di atas permukaan danau Ping di wilayah Pinghu,
propinsi Zhejiang. Cahaya yang keluar dari naga putih tersebut begitu
terangnya sehingga menerangi sebagian langit dengan warna merah yang
terang benderang.

Dalam buku lainnya, Recording for the Songjiang Regional Government,
disebutkan kalau 20 tahun setelah penampakan naga putih di danau Ping
itu, seekor naga putih serupa juga terlihat terbang di atas sungai
Huangpu di Songjiang, Shanghai. Naga itu terlihat pada bulan Juli 1608.
Seorang saksi mata mengaku melihat seorang dewa sedang berdiri di kepala
naga itu.

Kesaksian mengenai adanya dewa yang mengendarai naga
tersebut adalah contoh kesaksian perjumpaan dengan naga sebagai makhluk
spiritual. Di samping itu, ada kesaksian-kesaksian lainnya yang sama
sekali tidak menyebutkan adanya dewa atau naga yang terbang.
Kesaksian-kesaksian ini terdengar sangat mirip dengan kisah-kisah
penampakan makhluk cryptid pada umumnya. Di bawah ini beberapa
contohnya:

Pada tahun ke-24 masa pemerintahan Kaisar Jian'an dari
dinasti Dong Han (219 Masehi), seekor naga berwarna kuning muncul di
sungai Chishui di kota Wuyang dan berdiam disitu hingga sembilan hari
lamanya sebelum akhirnya pergi. Setelah itu, para penduduk desa
membangun sebuah kuil disitu dan sebuah prasasti dibuat sebagai
penghormatan kepada naga tersebut.

Pada bulan April tahun 345 Masehi, tahun pertama pemerintahan kaisar Yonghe, dua ekor naga,
satu berwarna putih dan yang lainnya berwarna hitam, muncul di gunung
Long. Peristiwa munculnya naga ini membuat kaisar Murong dari kerajaan
Yan memimpin sejumlah pejabatnya menuju gunung itu untuk melihat
naga-naga tersebut. Ketika sampai disana, mereka mengadakan upacara
keagamaan pada jarak 200 yard dari kedua naga tersebut.

Ratusan tahun kemudian, di gunung yang sama, seekor naga kembali muncul. Peristiwa ini dicatat dalam buku History of the Yuan Dinasty:

"Pada
bulan Juli, tahun ke-27 masa pemerintahan kaisar Zhiyuan (1290 Masehi),
seekor naga muncul di dekat gunung Long di wilayah Linxong, propinsi
Shandong. Naga itu mampu membuat sebuah batu besar melayang di udara."

Tidak ada penjelasan lebih lanjut mengenai bagaimana cara naga tersebut membuat batu besar itu melayang.

Tahun
1162, seekor naga mati disebut ditemukan di danau Taibai. Naga ini
memiliki sungut yang panjang dengan sisik yang besar. Punggungnya
berwarna hitam sedangkan perutnya berwarna putih. Di punggungnya ada
sebuah sirip, sedangkan di kepalanya ada dua tanduk besar. Karena
makhluk itu mengeluarkan bau yang tidak sedap, para penduduk kemudian
menutupinya dengan matras. Otoritas setempat pun segera memerintahkan
pengadaan upacara sembahyang di lokasi itu. Satu hari setelah penemuan
itu, bangkai naga itu hilang entah kemana.

Kesaksian lainnya dicatat oleh buku Recording for the Lin'an Regional Government
yang menceritakan kalau pada tahun 1631, tahun ke-4 masa pemerintahan
kaisar Chongzhen, seekor naga besar terlihat di sebuah danau di propinsi
Yunan. Karena kemunculan ini, danau tersebut kemudian diberi nama Yilong yang berarti danau naga misterius. Nama ini masih digunakan hingga sekarang.

Buku lainnya, Amanded Recording of the Tang Dinasty,
mencatat peristiwa penemuan seekor naga mati berwarna hitam di teritori
Tongcheng. Peristiwa ini terjadi pada tahun terakhir pemerintahan
kaisar Xiantong. Menariknya, buku ini memberikan deskripsi yang cukup
detail mengenai naga tersebut. Disebutkan kalau panjang naga itu adalah
sekitar 30 meter dimana setengahnya adalah ekornya. Ujung ekor naga
tersebut pipih, sisiknya seperti ikan dan di kepalanya tumbuh dua
tanduk. Sungut di samping mulutnya memiliki panjang 6 meter. Kakinya
yang tumbuh di perutnya memiliki lapisan berwarna merah. Deskripsi ini
sangat mirip dengan gambaran naga Cina klasik.

Buku Seven Books and Scriptures
tulisan Long Ying juga mencatat peristiwa penemuan naga yang terjadi
pada tahun terakhir pemerintahan kaisar Chenghua dari dinasti Ming. Naga
itu ditemukan di pantai Xinhui, propinsi Guangdong. Nelayan yang
melihatnya memukul makhluk itu hingga mati. Panjang naga tersebut kurang
lebih 10 meter dan terlihat mirip dengan naga dalam lukisan-lukisan
klasik. Kisah ini cukup aneh karena seorang nelayan yang melihat naga
umumnya tidak akan memukulnya sampai mati, mengingat bangsa Cina sangat
menghormati makhluk ini. Mungkin makhluk itu mengganggu sang nelayan,
namun kita tidak bisa memastikannya.

Buku History for the Yongping Regional Government
mencatat kalau pada musim semi tahun ke-19 masa pemerintahan kaisar
Daoguang (1839), seekor naga ditemukan di pinggir sungai Luanhe di
wilayah Laoting. Bangkai naga itu terlihat dikerubungi oleh lalat dan
belatung. Penduduk lokal kemudian membangun sebuah tempat perlindungan
untuk melindunginya dari sinar matahari langsung. Mereka juga menyiram
air dingin ke tubuhnya. Legenda menyebutkan kalau tiga hari kemudian,
Naga itu kembali hidup dan pergi begitu saja.

Peristiwa termodern
yang menyangkut penemuan naga adalah yang terjadi pada Agustus 1944.
Seekor naga hitam diberitakan jatuh ke tanah di desa Weizi di halaman
rumah keluarga Chen, sekitar 9,4 mil barat laut wilayah Zhaoyuan, di
sebelah selatan sungai Mudan di propinsi Heilongjiang. Naga hitam itu
ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa. Para saksi mata mengatakan bahwa
makhluk ini memiliki tanduk di atas kepalanya dan sisik yang menutupi
seluruh tubuhnya. Makhluk itu memiliki bau seperti ikan yang menarik
lalat untuk mengerumuninya.

Dari semua kesaksian itu, muncul satu
pertanyaan yang menarik. Jika Naga yang disebutkan dalam sebagian
kesaksian tersebut adalah hewan yang nyata, maka hewan apakah yang
memiliki tubuh seperti ular, bertanduk, berkaki dan memiliki sungut di
sisi mulutnya?

Itulah misterinya.

0 komentar:

Posting Komentar