Sabtu, 28 Mei 2011

Legenda Naga Cina dan penampakannya di dalam sejarah

0 komentar






Naga,
makhluk mitologi paling terkenal di dunia. Seluruh dunia memiliki
legendanya masing-masing. Namun tidak bisa disangkal kalau Naga dari
legenda Cina adalah yang paling menarik. Mungkinkah makhluk terbang
bertubuh ular, bertanduk dan memiliki cakar itu benar-benar ada?



Di
Eropa, naga selalu dilambangkan sebagai makhluk yang jahat. Namun, bagi
masyarakat Cina, naga melambangkan kekuatan dan kekuasaan. Begitu
besarnya penghormatan bangsa Cina kepada makhluk ini sehingga
kaisar-kaisar yang gagah perkasa dengan bangga mengenakan gambar naga
sebagai simbol mereka.

Bagi bangsa Cina, naga adalah salah satu
dari empat makhluk spiritual yang mendapat penghormatan tertinggi. Tiga
makhluk lainnya adalah Phoenix, Qilin (Kirin) dan Kura-kura. Namun diantara semuanya, naga adalah yang paling perkasa.

Karakteristik Naga dan angka 9
Di dalam mitologi Cina, naga
memiliki kaitan yang sangat erat dengan angka "9". Misalnya, Naga Cina
sesungguhnya memiliki 9 karakteristik yang merupakan kombinasi dari
makhluk-makhluk lainnya.

1. Ia memiliki kepala seperti unta
2. Sisiknya seperti ikan
3. Tanduknya seperti rusa
4. Matanya seperti siluman
5. Telinganya seperti lembu
6. Lehernya seperti ular
7. Perutnya seperti tiram
8. Telapak kakinya seperti harimau
9. Dan Cakarnya seperti rajawali.

Selain
9 karakteristik itu, naga di dalam mitologi Cina disebut memiliki 9
orang anak yang juga memiliki karakteristik yang berbeda-beda.

Ia juga memiliki 117 sisik. 81 diantaranya memiliki karakter Yang (Positif) dan 36 lainnya memiliki karakter Yin (Negatif).

Pada
umumnya, naga Cina memiliki tiga atau empat cakar di masing-masing
kaki. Namun kerajaan Cina menggunakan lambang naga dengan lima cakar
untuk menunjukkan kalau sang Kaisar bukan naga biasa. Lambang ini
kemudian menjadi lambang ekslusif yang hanya boleh digunakan oleh sang
kaisar. Siapapun yang berani menggunakan lambang naga dengan 5 cakar
akan segera dihukum mati.


Empat Jenis NagaDalam
literatur Cina, paling tidak ditemukan lebih dari 100 nama naga yang
berbeda-beda. Namun, untuk mudahnya, Naga Cina biasanya hanya
digolongkan ke dalam empat jenis, yaitu:

  1. Tien Lung atau Naga Langit yang bertugas menjaga istana para dewa.

  2. Shen Lung atau Naga Spiritual yang berkuasa atas angin dan hujan

  3. Ti Lung atau Naga Bumi yang berkuasa atas air di permukaan bumi

  4. Fucang Lung atau Naga dunia bawah bumi yang bertugas menjaga harta karun yang ada di dalamnya.


Empat
jenis naga tersebut mungkin berbau spiritual, tetapi seperti yang saya
katakan di atas, masih ada sekitar 100 nama naga lainnya.

Dari
sekitar 100 nama ini, terlihat kalau Naga Cina sebenarnya tidak selalu
berhubungan dengan makhluk spiritual. Bisa jadi, naga tersebut adalah
hewan yang memiliki fisik yang nyata.

Karena itu, kita harus memisahkan antara Naga Spiritual dengan Naga sebagai hewan yang nyata.

Naga Cina dan CryptozoologyMisalnya, Jiao Lung atau Naga Buaya.
Naga jenis ini tidak bertanduk dan disebut sebagai pemimpin dari
hewan-hewan air. Berdasarkan namanya, memang ada kemungkinan kalau naga
jenis ini adalah seekor buaya. Penyebutan ini paralel dengan sebutan Komodo Dragon
yang menggunakan nama naga untuk menyebut makhluk reptil raksasa
Komodo. Nama ini jelas menunjukkan kalau Naga Cina tidak selalu berarti
makhluk terbang bertubuh ular, bertanduk, bersungut dan bercakar.

Contoh lainnya adalah Pan Lung atau Naga Spiral.
Naga jenis ini berdiam di danau dan belum bisa naik ke langit untuk
menjadi makhluk spiritual. Naga jenis ini bisa jadi merujuk kepada
makhluk air serupa ular atau belut. Contohnya adalah Oarfish (yang hidup di laut) yang memiliki karakteristik cukup unik sehingga orang sering membandingkannya dengan naga Cina.


Ada kemungkinan kalau penampakan makhluk serupa Oarfish di danau-danau Cina telah dianggap sebagai penampakan naga.

Lalu, ada Fei Lung alias Naga Terbang. Naga ini memiliki sayap dan mengendarai awan dan kabut. Menariknya, nama ini juga digunakan untuk menyebut Pterosaurus dalam bahasa mandarin. Fei Lung mungkin adalah jenis naga yang sama dengan naga Eropa.

Penampakan Naga di dalam sejarah Cina
Jika sebagian Naga Cina bisa dikategorikan ke dalam makhluk Cryptid, pernahkah ada kesaksian mengenai penampakannya?

Jawabannya: Ada!

Sejarah
negara Cina telah dimulai sejak ribuan tahun sebelum masehi. Dalam
kurun waktu tersebut, para cendikiawan mendokumentasikan setiap
peristiwa dalam catatan-catatan yang rapi, termasuk peristiwa
terlihatnya naga di berbagai tempat di Cina.

Namun, peristiwa
yang dituangkan ke dalamnya mungkin telah diinterpretasikan berdasarkan
pemahaman dan kebudayaan bangsa Cina masa lampau sehingga sebagian kisah
itu terdengar cukup mistis. Namun, kisah lainnya memiliki kemiripan
dengan kasus perjumpaan dengan makhluk Cryptid.

Salah satu contoh peristiwa penampakan naga tercatat dalam buku Recording for the Jiaxing Regional Government
yang menceritakan kalau pada bulan September 1588, seekor naga berwarna
putih terlihat terbang di atas permukaan danau Ping di wilayah Pinghu,
propinsi Zhejiang. Cahaya yang keluar dari naga putih tersebut begitu
terangnya sehingga menerangi sebagian langit dengan warna merah yang
terang benderang.

Dalam buku lainnya, Recording for the Songjiang Regional Government,
disebutkan kalau 20 tahun setelah penampakan naga putih di danau Ping
itu, seekor naga putih serupa juga terlihat terbang di atas sungai
Huangpu di Songjiang, Shanghai. Naga itu terlihat pada bulan Juli 1608.
Seorang saksi mata mengaku melihat seorang dewa sedang berdiri di kepala
naga itu.

Kesaksian mengenai adanya dewa yang mengendarai naga
tersebut adalah contoh kesaksian perjumpaan dengan naga sebagai makhluk
spiritual. Di samping itu, ada kesaksian-kesaksian lainnya yang sama
sekali tidak menyebutkan adanya dewa atau naga yang terbang.
Kesaksian-kesaksian ini terdengar sangat mirip dengan kisah-kisah
penampakan makhluk cryptid pada umumnya. Di bawah ini beberapa
contohnya:

Pada tahun ke-24 masa pemerintahan Kaisar Jian'an dari
dinasti Dong Han (219 Masehi), seekor naga berwarna kuning muncul di
sungai Chishui di kota Wuyang dan berdiam disitu hingga sembilan hari
lamanya sebelum akhirnya pergi. Setelah itu, para penduduk desa
membangun sebuah kuil disitu dan sebuah prasasti dibuat sebagai
penghormatan kepada naga tersebut.

Pada bulan April tahun 345 Masehi, tahun pertama pemerintahan kaisar Yonghe, dua ekor naga,
satu berwarna putih dan yang lainnya berwarna hitam, muncul di gunung
Long. Peristiwa munculnya naga ini membuat kaisar Murong dari kerajaan
Yan memimpin sejumlah pejabatnya menuju gunung itu untuk melihat
naga-naga tersebut. Ketika sampai disana, mereka mengadakan upacara
keagamaan pada jarak 200 yard dari kedua naga tersebut.

Ratusan tahun kemudian, di gunung yang sama, seekor naga kembali muncul. Peristiwa ini dicatat dalam buku History of the Yuan Dinasty:

"Pada
bulan Juli, tahun ke-27 masa pemerintahan kaisar Zhiyuan (1290 Masehi),
seekor naga muncul di dekat gunung Long di wilayah Linxong, propinsi
Shandong. Naga itu mampu membuat sebuah batu besar melayang di udara."

Tidak ada penjelasan lebih lanjut mengenai bagaimana cara naga tersebut membuat batu besar itu melayang.

Tahun
1162, seekor naga mati disebut ditemukan di danau Taibai. Naga ini
memiliki sungut yang panjang dengan sisik yang besar. Punggungnya
berwarna hitam sedangkan perutnya berwarna putih. Di punggungnya ada
sebuah sirip, sedangkan di kepalanya ada dua tanduk besar. Karena
makhluk itu mengeluarkan bau yang tidak sedap, para penduduk kemudian
menutupinya dengan matras. Otoritas setempat pun segera memerintahkan
pengadaan upacara sembahyang di lokasi itu. Satu hari setelah penemuan
itu, bangkai naga itu hilang entah kemana.

Kesaksian lainnya dicatat oleh buku Recording for the Lin'an Regional Government
yang menceritakan kalau pada tahun 1631, tahun ke-4 masa pemerintahan
kaisar Chongzhen, seekor naga besar terlihat di sebuah danau di propinsi
Yunan. Karena kemunculan ini, danau tersebut kemudian diberi nama Yilong yang berarti danau naga misterius. Nama ini masih digunakan hingga sekarang.

Buku lainnya, Amanded Recording of the Tang Dinasty,
mencatat peristiwa penemuan seekor naga mati berwarna hitam di teritori
Tongcheng. Peristiwa ini terjadi pada tahun terakhir pemerintahan
kaisar Xiantong. Menariknya, buku ini memberikan deskripsi yang cukup
detail mengenai naga tersebut. Disebutkan kalau panjang naga itu adalah
sekitar 30 meter dimana setengahnya adalah ekornya. Ujung ekor naga
tersebut pipih, sisiknya seperti ikan dan di kepalanya tumbuh dua
tanduk. Sungut di samping mulutnya memiliki panjang 6 meter. Kakinya
yang tumbuh di perutnya memiliki lapisan berwarna merah. Deskripsi ini
sangat mirip dengan gambaran naga Cina klasik.

Buku Seven Books and Scriptures
tulisan Long Ying juga mencatat peristiwa penemuan naga yang terjadi
pada tahun terakhir pemerintahan kaisar Chenghua dari dinasti Ming. Naga
itu ditemukan di pantai Xinhui, propinsi Guangdong. Nelayan yang
melihatnya memukul makhluk itu hingga mati. Panjang naga tersebut kurang
lebih 10 meter dan terlihat mirip dengan naga dalam lukisan-lukisan
klasik. Kisah ini cukup aneh karena seorang nelayan yang melihat naga
umumnya tidak akan memukulnya sampai mati, mengingat bangsa Cina sangat
menghormati makhluk ini. Mungkin makhluk itu mengganggu sang nelayan,
namun kita tidak bisa memastikannya.

Buku History for the Yongping Regional Government
mencatat kalau pada musim semi tahun ke-19 masa pemerintahan kaisar
Daoguang (1839), seekor naga ditemukan di pinggir sungai Luanhe di
wilayah Laoting. Bangkai naga itu terlihat dikerubungi oleh lalat dan
belatung. Penduduk lokal kemudian membangun sebuah tempat perlindungan
untuk melindunginya dari sinar matahari langsung. Mereka juga menyiram
air dingin ke tubuhnya. Legenda menyebutkan kalau tiga hari kemudian,
Naga itu kembali hidup dan pergi begitu saja.

Peristiwa termodern
yang menyangkut penemuan naga adalah yang terjadi pada Agustus 1944.
Seekor naga hitam diberitakan jatuh ke tanah di desa Weizi di halaman
rumah keluarga Chen, sekitar 9,4 mil barat laut wilayah Zhaoyuan, di
sebelah selatan sungai Mudan di propinsi Heilongjiang. Naga hitam itu
ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa. Para saksi mata mengatakan bahwa
makhluk ini memiliki tanduk di atas kepalanya dan sisik yang menutupi
seluruh tubuhnya. Makhluk itu memiliki bau seperti ikan yang menarik
lalat untuk mengerumuninya.

Dari semua kesaksian itu, muncul satu
pertanyaan yang menarik. Jika Naga yang disebutkan dalam sebagian
kesaksian tersebut adalah hewan yang nyata, maka hewan apakah yang
memiliki tubuh seperti ular, bertanduk, berkaki dan memiliki sungut di
sisi mulutnya?

Itulah misterinya.

Jumat, 27 Mei 2011

MATI SURI

0 komentar






Pengalaman mati suri (Near Death Experience) seringkali terjadi pada
beberapa orang yang sedang sekarat. Apa yang sebenarnya terjadi pada
saat mati suri? Atau hanya ada perubahan-perubahan kimia dalam otak dan
organ indera sebelum kematian?


Rata-rata mati suri memiliki ciri-ciri umum tertentu, tapi ada juga
yang memiliki pola berbeda. Ada beberapa ciri umum ketika seseorang mati
suri, yaitu:

1. Perasaan ketenangan, perasaan ini kemungkinan meliputi kedamaian, penerimaan kematian, emosional dan kenyamaan fisik.

2. Intensitas murni cahaya terang yang tidak menyakitkan, intensitas
cahaya ini terkadang memenuhi ruangan tapi ada juga seseorang hanya
melihat cahaya yang berasal dari surga atau Tuhan.

3. Pengalaman keluar dari tubuh (out-of-body experience/OBE), orang
merasa telah meninggalkan tubuhnya dan bisa melihat dokter yang bekerja
padanya.

4. Memasuki alam atau dimensi lain, hal ini biasanya tergantung dari keyakinan dan pengalamannya.

5. Berjalan di terowongan, banyak orang yang mati suri menemukan
dirinya berada di terowongan dengan cahaya di ujung dan bertemu dengan
makhluk roh lainnya.

6. Dapat komunikasi dengan roh, sebelum mati suri berakhir banyak
orang yang melaporkan dapat berkomunikasi dengan roh lain dan
diperintahkan untuk kembali ke tubuhnya.

Teori yang menjelaskan tentang mati suri dibagi menjadi dua kategori
dasar yaitu penjelasan ilmiah (medis, fisiologis dan psikologis) serta
penjelasan supernatural (spiritual dan agama).

Secara supernatural seseorang yang mati suri sebenarnya mengalami dan
mengingat hal-hal yang terjadi dengan kesadaran tapi tanpa disertai
tubuhnya.

Ketika seseorang mendekati kematian, maka jiwanya meninggalkan tubuh
dan mulai merasakan hal-hal yang biasanya tidak bisa dirasakan. Jiwa
berjalan melalui perbatasan antara hidup di dunia dan hidup di akhirat,
biasanya diwakili oleh terowongan dengan cahaya di ujung.

Secara ilmiah proses mati suri sangat kompleks, subjektif dan
emosional. Mekanisme di balik beberapa pengalaman ini adalah cara otak
memproses informasi sensorik.

Apa yang seseorang lihat di sekelilingnya hanyalah jumlah dari semua
informasi sensorik yang diterima otak pada saat tertentu. Jika seseorang
membayangkan sesuatu saat inderanya tidak berfungsi dengan baik, maka
otak akan menerima informasi yang salah.

Hal ini kemungkinan disebabkan oleh obat-obatan atau beberapa bentuk
trauma yang menyebabkan otak orang tersebut menutup. Beberapa ahli
berteori bahwa gangguan saraf atau kelebihan beban informasi yang
dikirim ke korteks visual otak, menciptakan gambaran cahaya terang yang
berangsur-angsur menjadi lebih besar. Otak dapat menafsirkan hal ini
sebagai bergerak di terowongan gelap.

Selama mengalami mati suri, tubuh rawan mengalami kerusakan karena
otak menafsirkan informasi yang salah. Kombinasi antara efek trauma dan
kekurangan oksigen di dalam otak memunculkan pengalaman melayang ke
angkasa dan menatap tubuh Anda sendiri. Sensasi damai yang dirasakan
dipicu oleh meningkatnya kadar endorfin yang diproduksi oleh otak selama
trauma.

Salah input sensoris yang diterima, ditambah dengan kekurangan
oksigen dan endrofin akan menciptakan sebuah pengalaman surealisme
meskipun realistis. Selain itu neurotransmitter di otak yang menutup
akan menciptakan ilusi yang indah bagi semua orang yang dekat dengan
kematian.

Makhluk misterius bertaring besar ditemukan dan ditembak mati di Argentina

0 komentar

Pada
tanggal 23 Juli 2010, dua peternak di Cerro El Creston, sekitar 40
kilometer barat San Jose de Metan, Argentina, berhasil membunuh seekor
makhluk aneh seperti manusia, namun dengan gigi taring yang besar dan
tajam. Foto kepala makhluk itu bocor ke publik dan cukup menghebohkan
masyarakat Argentina.









Menurut penduduk lokal, Makhluk yang ditemukan ini mirip dengan makhluk Ucumar
yang dalam kepercayaan lokal disebut sebagai makhluk yang memiliki
tubuh seperti manusia dengan rambut hitam lebat menutupi tubuhnya.
Kadang makhluk ini juga sering dijuluki sebagai Yeti Argentina.





Keberadaan makhluk ini di wilayah hutan bagian selatan propinsi itu, terutama di Rosario de la Frontera, memang telah menjadi pemberitaan media selama beberapa dekade.




Foto kepala makhluk tersebut yang bocor ke publik diambil oleh seorang pria bernama Martin.
Ia memotretnya di properti milik peternak yang membunuh makhluk itu.
Foto itu, yang diambil dari sebuah ponsel, jelas memperlihatkan seekor hominid dengan taring panjang dan mata yang menonjol.






Peternak
yang membunuh makhluk itu berusia 79 tahun dan memiliki inisial nama
JS, sedangkan keponakannya berinisial ES. Keduanya meminta nama asli
mereka tidak dibocorkan ke publik.

Martin menceritakan kepada harian El Tribuno mengenai pengalamannya ketika ia mengunjungi peternak tersebut.







"Sabtu
itu, saya tiba di peternakan itu dan mereka menceritakan kepada saya
mengenai peristiwa yang terjadi pada malam hari sebelumnya. Saya
memasuki rumah mereka dan disana tergantung mayat makhluk itu, kedua
tangannya terikat dan memanjang hampir menyentuh lantai. Saya menanyakan
kepada mereka nama makhluk itu, dan mereka tidak bisa menjawabnya."




Menurut Martin lagi, JS dan ES membunuh makhluk itu pada tanggal 23 Juli kemarin.

Di
tengah kegelapan malam, ketika sedang mengumpulkan sapi-sapi, mereka
mendengar suara yang memekakkan telinga di dekat ujung bukit yang
mengelilingi properti mereka. Ketika menghampirinya dan menyinari tempat
itu dengan senter, mereka menemukan adanya sepasang mata hijau
bercahaya yang membuat mereka menjadi terpaku.







"Menurut
mereka, makhluk itu adalah Goblin, dan untuk menakut-nakutinya, mereka
menembakkan senapannya. Peluru itu mengenai makhluk itu di rahang bawah
kirinya menembus hingga ke atas alis mata kanan. Karena tembakan itu,
makhluk yang dipercaya sebagai Ucumar itu jatuh ke tanah."



Kedua
peternak itu kemudian membawa mayatnya ke petenakan. Keesokan harinya,
ketika hari terang, mereka mulai yakin kalau mereka telah menembak
Ucumar. Kata Martin lagi:




"Makhluk
itu memiliki bulu hitam pendek yang lebat di seluruh tubuhnya, kecuali
wajahnya. Sangat menakutkan melihat ukuran dari taringnya."


Karena takut dengan tindakan pembalasan, JS meminta Martin dan rekan lainnya untuk memotong kepala makhluk
itu dan membuang tubuhnya. Pembalasan yang dimaksud oleh JS adalah
karena ia percaya mereka telah membunuh anak dari Ucumar dan kuatir akan
adanya tindakan balas dendam.

Namun, tidak jelas apa yang
dimaksudnya dengan pembalasan, entahkah pembalasan yang berasal dari
sang induk atau dari masyarakat.

Martin menjelaskan: "Kami
memotong kepalanya yang kemudian disimpan di peternakan. Lalu, kami
membungkus tubuhnya ke dalam beberapa kantong dan membuangnya ke
lembah."

JS, sang pemilik Ranch, tinggal sendiri di peternakannya dan hanya mendapatkan kunjungan dari keponakannya sesekali.

Menurut Martin, makhluk itu memiliki tinggi sekitar 60-70 centimer.

Marcelo Choque, seorang dokter hewan dari Environmental Divison of the Service, cukup terkejut melihat foto makhluk itu. Katanya:

"Saya
tidak pernah melihat hal yang seperti itu. Jelas itu terlihat seperti
figur anthropomorphic, namun saya tidak bisa menyebutkan dari spesies
mana. Dan saya juga tidak bisa menjelaskan ukuran taringnya yang luar
biasa."


Apakah makhluk itu benar-benar Yeti Argentina?

Ataukah hanya seekor monyet?

Sebagai perbandingan, ini Weeper Capuchin Monkey atau Cebus olivaceus, sejenis monyet yang biasa ditemukan di Amerika Selatan.





Weeper Capuchin monkey






Tengkorak Weeper Capuchin Monkey


Monyet ini juga memiliki ukuran taring yang cukup besar. Miripkah?

Jika makhluk itu seekor monyet, mengapa peternak itu tidak bisa mengenalinya?

Apakah
ini semua hanya sebuah hoax? Soalnya, deskripsi Martin mengenai luka
tembakan di rahang kiri makhluk itu yang menembus bagian atas alis
kanan sepertinya tidak terlihat pada foto. Tetapi, jika mereka sedang
membuat sebuah rekayasa, mengapa Martin tidak memberikan deskripsi luka
yang lebih masuk akal?

Ataukah sang peternak benar-benar telah membunuh seekor anak Yeti dari Argentina?

(themorningstarr.co.uk, inexplicata.blogspot.com)


UPDATE - 10 Agustus 2010
Setelah berita mengenai tertembaknya makhluk misterius Ucumar
di Cerro El Creston tersebar, petugas kepolisian yang dibantu oleh
kriminolog, petugas pemadam kebakaran dan penduduk lokal segera
melakukan penyelidikan. Tim ini dipimpin oleh Deputi kepala polisi Regino Monteros dan menemukan kalau makhluk di dalam foto tersebut benar-benar ada dan bukan sebuah hoax.


Nama peternak yang membunuh makhluk itu ternyata bernama Joaquin Sarapura, 53
Tahun (Bukan 79 tahun seperti berita sebelumnya). Setelah mendapatkan
informasi dari Joaquin, tim tersebut segera menuju lokasi pembuangan
mayat yang memakan waktu hingga tujuh jam untuk mencapainya.

Analisis yang dilakukan terhadap bangkai menemukan kalau makhluk itu tidak lebih tinggi dari 70 centimeter.

Menurut Regino Monteros:



"Kami
menerima perintah untuk memecahkan misteri ini dan mengambil bangkai
yang telah dibuang untuk dipelajari dan untuk menentukan secara sains
spesies makhluk tersebut. Selain itu, tindakan kami menyelidikinya juga
untuk memulihkan ketenangan penduduk karena akibat pemberitaan ini,
ketakutan menyebar di antara penduduk pedesaan dimana legenda makhluk
misterius tersebut hidup selama puluhan tahun."


Menurutnya
lagi, semua indikasi mengenai makhluk ini menunjukkan kalau ia termasuk
ke dalam golongan kera. Namun, tidak pernah ditemukan adanya spesies
sejenis ini di daerah tersebut










sumber :  

http://xfile-enigma.blogspot.com/2010/08/makhluk-misterius-bertaring-besar.html



Rabu, 25 Mei 2011

unik >>> gaya katak ML mirip manusia

0 komentar

Tak hanya manusia,hewanpun mempunyai naluri dan keinginan yang sama
dengan manusia.Seekor katak sedang kedapatan melakukan hubungan intim
dengan gaya yang sangat mirip dengan manusia,tak tahu persis kenapa
naluri katak juga mirip manusia..sayapun hanya bisa geleng kepala
melihat sepasang katak berpose ML sangat mirip dengan manusia.Dengan
beralaskan sehelai daun,dengan santai dan enaknya sepasang katak ini
menikmati keindahan surga dunia serasa dunia milik berdua.Jika penasaran
silahkan lihat foto-fotonya di bawah ini.








Selasa, 24 Mei 2011

perjalanan sang DRUPADI menghantar DARMA SUCI menuju nirwana.{ bagian 1}

0 komentar




























Kelahiran Drupadi













jagad misteri : Inilah
sosok Drupadi yang lahir karena dendam, menanggung dendam dan membawa
dendam dalam sepanjang hidupnya – wanita yang lahir dari api

















Drupadi
lahir dari api suci upacara putrakarma yang dilakukan oleh raja
Drupada dari kerajaan Panchala karena dendamnya kepada Drouna
sahabatnya yang telah mempermalukan dirinya. Rasa sakit hati dan dendam
yang mendalam membuat Raja Drupada mengadakan upacara suci putrakarma
memohon kepada dewata agar dikaruniai anak sempurna yang akan
membalaskan sakit hatinya atas perlakuan Drauna yang telah menawan
dirinya dan mempermalukan dirinya di depan murid-muridnya. Drouna yang
telah menyuruh Arjuna dan Bima berhasil menawan Raja Drupada dan membawa
Raja Drupada kepadanya dalam keadaan terikat. Rasa malu yang
ditanggungnya membuat ia bersumpah untuk membalas perlakuan Drouna.





Permohonan Drupada terkabul dari dalam api korban suci keluar dua sosok
pribadi yang dianugerahkan dewata kepadanya. Sesosok laki-laki tampan
lengkap dengan pakaian perang yang gagah perkasa dan diberinya nama
Drestadyumna dialah yang nantinya akan membalaskan dendam Drupada
membunuh Drouna. Dan sesosok perempuan yang cantik jelita dengan warna
kulit kehitam-hitaman dan rambut kebiru-biruan dialah Drupadi. Dialah
Khrisna karena warna kulitnya kehitam-hitaman, dialah Panchali karena
dia putri Panchala dan dialah Drupadi karena dia putri Raja Drupada.


Drupadi
lahir membawa dendam untuk membalaskan sakit hati ayahandanya. Dia
memilih jalannya dan menjalani takdirnya, sebagaimana yang tersirat
dari pesan dalam batin dan doa ayahandanya untuk mencari sosok
laki-laki sempurna yang akan mendukungnya dan sekaligus dalam genggaman
kekuasaannya. Dan dalam kelembutannya Drupadi mempunyai kekuatan untuk
itu. Karena dia anugerah dewata.


Drupada
dan Drouna adalah sahabat karib yang tak terpisahkan, waktu masih
sama-sama belajar pada seorang brahmana miskin putra Baradwaja.
Persahabatan yang tulus dan sehati waktu masih sama-sama sependeritaan
dalam belajar di pertapaan. Drouna adalah seorang yang miskin, sedangkan
Drupada adalah putra seorang raja kerajaan Panchala, tetapi tidak ada
perbedaan dan tidak ada jarak sebagai sesama murid di pertapaan itu.
Yang ada adalah saling berbagi dan saling mendukung sebagai sahabat.
Mereka tak terpisahkan. Bahkan sempat terlontar ucapan Drupada kepada
Drouna, kelak bila ia menjadi raja maka ia akan memberikan sebagian
kerajaannya kepada Drouna. Dan Drouna memegang janji itu. Waktu terus
berlalu, sampai kemudian tiba saatnya mereka selesai belajar dan
berpisah. Drupada kembali ke kerajaan Panchala, sementara Drouna yang
miskin meneruskan belajar ilmu dengan mengembara dan menjalani hidup
sebagai pertapa.


Dan
akhirnya sepeninggal ayahandanya Drupada benar-benar menjadi raja, dan
menikmati hidup sebagai raja yang mempunyai kekuasaan dan disibukkan
dengan berbagai urusan kerajaan. Waktu terus berlalu sementara Drupada
hidup sebagai raja, Drouna terus dalam pengembaraannya dan persahabatan
mereka terputus sekian lama. Sampai suatu saat Drouna teringat ucapan
sahabatnya sewaktu masih sama-sama belajar di pertapaan dulu, dengan
harap-harap cemas berangkatlah ia ke kerajaan Panchala, kerinduannya
pada sahabat membuat langkahnya makin mantap ke kerajaan Panchala,
ditambah keadaan dirinya dan anak isterinya yang hidup miskin tidak ada
pengharapan lagi. Kemana lagi jika bukan pada sahabat lamanya Drupada.

Manusia
boleh berencana dan berjanji muluk-muluk, tetapi keadaan dan kenyataan
hidup bisa mengubah segalanya. Dan semua janji yang nampaknya indah di
awal bisa lain kenyataan di kemudian hari. Drouna yang berangkat
dengan penuh harapan dan keyakinan, alangkah terkejutnya mendapat
perlakuan Drupada sahabatnya dahulu. Belumlah sempat terlontar ucapan
untuk menagih janji, Drouna sudah diusir dengan perlakuan kasar dan
ucapan yang menyakitkan hati. Drupada tidak mengakui Drouna sebagai
sahabatnya, tidak layak seorang raja Panchala berteman dengan seorang
brahmana miskin seperti Drouna. Lain sekali dengan ucapan Drupada waktu
masih sama-sama menderita sebagai murid di pertapaan. Kekuasan dan
kelimpahan telah melupakan semuanya. Drouna diusir dan tidak diakui
sebagai sahabat Drupada. Rasa kecewa dan sakit yang mendalam dialami
Drouna, begitu mudahnya Drupada melupakan persahabatan mereka.
Berakhirlah persahabatan mereka dengan meninggalkan luka yang mendalam
dalam diri Drouna, rasa kecewa, sedih, malu dan sakit hati dia bawa
keluar dari istana kerajaan Panchala dan melahirkan dendam dalam diri
Drouna. Dia bersumpah tidak akan menginjakkan kaki di kerajaan Panchala
lagi dan akan membalas perlakuan Drupada saatnya kelak.


Kepedihan dan sakit hati yang dialami Drouna dia
bawa dalam pengembaraannya meninggalkan kerajaan Panchala. Dia ikuti
jalan hidupnya yang tiada menentu entah membawanya kemana. Beruntunglah
nasib baik membawa Drouna ke Kerajaan Hastina. Dan di Hastina Drouna
diterima menjadi guru bagi putera-putera kerajaan, dia menjadi guru
dari Kourawa dan Pandawa. Disinilah titik awal Drouna akan memulai
hidup barunya. Rasa berhutang budi, dan rasa terima kasihnya kepada
kerajaan Hastina, dia curahkan pengabdiannya pada kerajaan Hastina, dan
dalam waktu yang tidak terlalu lama Drouna mendapat tempat terpercaya
di kerajaan Hastina. Meskipun sebenarnya di dalam hatinya menunggu
kesempatan untuk membalaskan sakit hatinya kepada Drupada yang telah
mengkhianati persahabatan dan mempermalukan dirinya di hadapan rakyat
Panchala.



Drouna
melihat bakat di antara anak-anak Kourawa dan Pandhawa, tetapi
nampaknya anak-anak Pandhawa lebih serius dalam belajar dibandingkan
anak-anak Kourawa. Dan anak-anak Pandhawa mempunyai bakat dan kemampuan
lebih selain budi pekerti yang jauh lebih baik dari anak-anak Kourawa.
Drouna jatuh hati pada anak-anak ini, diberikannya seluruh ilmunya.
Berbagai ilmu kanuragan, teknik berperang, menggunakan senjata dan lain
sebagainya. Kini kesempatan untuk membalas dendam dapat ia wujudkan.


Setelah
waktunya dirasa cukup, Drouna mengetes murid-muridnya. Disuruhnya
murid-muridnya menyerang Kerajaan Panchala dan menawan raja Drupada dan
membawanya ke hadapannya dengan catatan jangan dilukai cukup diikat
saja. Pertama-tama disuruhnya Kourawa berangkat, tetapi Kourawa tidak
berhasil mereka pulang dengan tangan hampa. Kemudian Pandhawa
disuruhnya berangkat, dan Pandhawa berangkat dan berhasil menyerbu
kerajaan Panchala. Arjuna dan Bima berhasil menangkap dan mengikat raja
Drupada dan membawanya ke hadapan Drouna. Inilah kesempatan yang
ditunggu Drouna bertahun-tahun.

Dan di hadapan murid-muridnya Drouna menagih janji raja Drupada
sahabatnya dulu. Kini raja kerajaan Panchala dalam tawanannya, artinya
kerajaan Panchala ada dalam genggaman Drouna, dan Drouna bisa bertindak
apapun. Tetapi Drouna hanya mengingatkan dan memberi pelajaran kepada
Drupada agar berlaku sebagai raja yang bijak. Dan selanjutnya raja
Drupada dilepaskan lagi, dan disuruhnya Arjuna dan Bima mengantarkan
Drupada kembali ke kerajaannya dan memperlakukan dia layaknya sebagai
seorang raja. Drupada tidak mengiyakan atau menolak permintaan Drouna
untuk membagi setengah dari kerajaannya. Tapi rasa malu yang diterimanya
melahirkan dendam dalam hati Drupada. Adalah lebih baik mati dibunuh
daripada diperlakukan demikian.


Drupada
tidak segera kembali ke kerajaan tetapi mengembara mencari orang yang
bisa membantu membalaskan dendamnya kepada Drouna kelak. Sedangkan dia
melawan muridnya pun dia kalah. Ia iri pada Drouna yang mempunyai
banyak murid yang taat kepadanya, sedangkan ia hanya memiliki seorang
anak banci yang mempunyai sifat kewanita-wanitaan Sri Kandhi. Dia
menginginkan seorang anak laki-laki yang sempurna gagah perkasa. Dalam
pengembaraannya Drupada bertemu dengan brahmana Yodya dan Upayodya yang
bersedia membantu Drupada mencapai cita-citanya. Setelah bertapa dua
tahun, Drupada kembali ke kerajaan Panchala. Kemudian diadakanlah
upacara putrakarma, memohon kepada dewata agar dikaruniai anak yang
sempurna.


Permohonannya
terkabul, dari dalam api suci keluar sosok laki-laki tampan gagah
perkasa lengkap dengan membawa senjata, disusul kemudian sosok
perempuan cantik jelita dengan warna kulit kehitam-hitaman.
Drestadyumna adalah sosok yang dilahirkan untuk membalas dendam sakit
hati ayahandanya untuk membunuh Drouna. Sedangkan Drupadi sosok yang
dilahirkan dari rumitnya jiwa dan takdir yang harus dijalani manusia.
Dan dia memahami kegundahan hati ayahnya, karena memiliki anak yang
menurut pandangan umum kurang dihargai seorang banci Sri Kandhi.


Sri
Kandhi adalah putra sulung Drupada, dia setengah pria dan setengah
wanita. Dia banci. Kekecewaan tak dapat disembunyikan dalam diri
Drupada, dia menginginkan anak lelaki yang sempurna atau wanita yang
sempurna. Tetapi apa yang dipikirkan manusia berbeda dengan apa yang
dikehendaki dewata. Sri Kandi membawa takdirnya sendiri yang tidak
dipahami manusia. Dialah kelak yang akan mempermalukan keangkuhan
manusia. Dialah kelak yang akan sanggup membunuh seorang kesatria besar
yang disegani di seluruh negeri, disaat semua kesatria tidak ada yang
sanggup mengalahkannya. Dialah Sri Kandhi kelak yang akan sanggup
membunuh Bisma. Dan kelak seluruh dunia akan tahu, bahwa seorang
kesatria besar ternyata kalah hanya oleh seorang banci.


Drupadi
berdiri di tengah-tengah antara jiwa seperti Sri Kandhi dan jiwa
seperti semua keinginan ayahnya yang tak terucap, tapi dapat dipahami
dalam batinnya. Drupadi menghargai kakaknya Sri Kandhi dan memahami
jiwanya, kegelisahannya, disisi lain dia juga memahami keinginan
ayahanda mereka. Drupadi memahami kepedihan yang dialami oleh seorang
yang terlahir tidak sempurna, dan kecewa dengan sikap manusia yang
tidak mampu menghargai ketidaksempurnaan, tetapi dalam diri Drupadi
juga menghargai kesempurnaan, dan menginginkan kesempurnaan. Kerumitan
ini melahirkan sikap tersendiri yang sulit dimengerti orang lain tapi
dapat dipahami dalam jiwa manusia yang terdalam. Dendam, yah. Sebuah
pilihan yang harus diambil atau dibuang, dan dua-duanya mempunyai resiko
dan tanggungjawab moral masing-masing. Sebuah dilema yang sulit pun
harus tetap mengambil keputusan. Dan Drupadi mengambil keputusan untuk
menjadi dirinya, terlepas dari apakah itu sejalan atau menuruti
keinginan ayahandanya atau tidak, Drupadi tetap Drupadi dan kelak pada
akhir hidupnya orang baru dapat mengerti Drupadi. Tetapi sepanjang hidup
Drupadi, tidak ada yang memahami jiwanya. Dialah api suci. Dialah yang
harus mengakhiri dendam diantara semua dendam, dia tahu jalannya, dan
dia pilih jalannya.





sumber :sangkan paraning dumadi

Senin, 23 Mei 2011

foto bayi unik dan aneh di dunia

0 komentar

Foto bayi terunik dan teraneh ini adalah salah satu dari sekian
banyak keajaiban dan keanehan dunia.Betapa besar kuasa Tuhan sehingga
tak kan ada yang mengira kalau ada bentuk2 bayi unik dan aneh semacam
ini.Tentunya kita juga tak kan bisa memikirkannya dengan akal
sehat.Untuk itu kita yang diciptakan secara sempurna harus bersyukur
akan karunia dan Anugerah yang diberikan serta kesempurnaan fisik yang
kita miliki.Ok,langsung saja,untuk melihat foto-foto bayi unik dan aneh
di dunia yang berhasil diabadikan kamera.Ok,lagsung saja bro,biar ga
penasaran langsung saja lihat fotonya.



1. Bayi mati hidup lagi





Setelah beberapa saat dinyatakan mati oleh tim dokter,ternyata
beberapa saat kemudian bayi ini hidup kembali dan sehat wal afiat.



2. Bayi Perempuan 1 Tahun Hamil Tua





Bayi perempuan ini bukan hamil sesungguhnya akibat hubungan
intim,tetapi disebabkan karena kembar parasit di perutnya dari hasil
hubungan orang tuanya.



3. Bayi Kembar 2 Berbeda Ras Suku





Bayi ini adalah berasal dari satu rahim dan 1 ras orang tua,namun
saat lahir bayi tersebur mempunyai perbedaan karakteristik kulit.



4. Bayi Bermutasi





Bayi ini lahir tahun 2006 dengan kondisi yang disebut
anencephaly.Kemungkinan terjadi karena pembentukan otak yang tidak
sempurna.



5. Bayi berkepala 2





Bayi berkepala 2 lahir di bangladesh pada tahun 2008



6. Bayi dengan 4 Lengan dan 4 Kaki





Sungguh malang nasib bayi imut ini,baru lahir sudah cacat dimana
terjadi kembar siam yang tidak sempurna.Bayi ini lahir di India dan
dipercaya sebagai kembali renkarnasi dari hindu dewa Wisnu.



7. Bayi 16 Jari





Bayi ini lahir di china dan memiliki 8 buah jari di masing-masing kaki dan kemudian tidak memiliki ibu jari di kedua tangan.



8. Bayi Berekor





Bayi ini lahir di India tahun 2001 dan memiliki ekor sepanjang 10 inchi atau sekitar 25cm.



9. Bayi terkecil di dunia





Amilia Taylor,Bayi ini tercatat sebagai bayi terkecil di dunia,besarnya tak lebih dari telapak tangan orang dewasa.

Sabtu, 21 Mei 2011

minuman unik terbuat dari ular dan kalajengking

0 komentar

Sekilas anda melihat pasti terheran-heran hampir sangat tidak
percaya,bagaimana tidak,minuman-minuman di bawah ini seluruhnya terbuat
dari bahan dasar ular dan kalajengking,yang lebih membuat
terkejut,ternyata di dalam botol tempat minuman tersebut juga dimasuki
ular maupun kalajenking.Inilah suatu yang membuat unik dan nyaris tak
percaya,ternyata banyak juga ya kreasi orang-orang yang punya pola
pemikiran seperti itu.Namun jangan heran dulu,mungkin juga kan minuman
tersebut punya khasiat tinggi bagi kesehatan.Nah jika penasaran dengan
minuman-minuman aneh yang terbuat dari ular dan kalajengking,silahkan lihat foto-fotonya di bawah ini.























Source : kaskus.us