Minggu, 29 Januari 2012

suku sunda

0 komentar



Suku Sunda adalah kelompok etnis yang berasal dari bagian barat pulau Jawa, Indonesia, yang mencakup wilayah administrasi provinsi Jawa Barat.
Suku Sunda merupakan etnis kedua terbesar di Indonesia, setelah etnis
Jawa. Sekurang-kurangnya 15,41% penduduk Indonesia merupakan orang
Sunda. Mayoritas orang Sunda beragama Islam.
Namun dalam kehidupan sehari-hari, masih banyak masyarakat yang
mempercayai kekuatan-kekuatan supranatural, yang berasal dari kebudayaan
animisme dan Hindu. Kepercayaan tradisional Sunda Wiwitan masih bertahan di beberapa komunitas pedesaan suku Sunda, seperti di Kuningan dan masyarakat suku Baduy di Lebak yang berkerabat dekat dan dapat dikategorikan sebagai suku Sunda.


Jati diri yang mempersatukan orang Sunda adalah bahasanya
dan budayanya. Orang Sunda dikenal memiliki sifat optimistis, ramah,
sopan, dan riang, akan tetapi mereka dapat bersifat pemalu dan terlalu
perasa secara emosional.[2] Karakter orang Sunda seringkali ditampilkan melalui tokoh populer dalam kebudayaan Sunda; Kabayan dan Cepot. Mereka bersifat riang, suka bercanda, dan banyak akal, tetapi seringkali nakal.


Prestasi yang cukup membanggakan adalah banyaknya penyanyi, musisi,
aktor dan aktris dari etnis Sunda, yang memiliki prestasi di tingkat
nasional, maupun internasional.[3]






Etimologi


Sunda berasal dari kata Su yang berarti segala sesuatu yang
mengandung unsur kebaikan. Orang Sunda meyakini bahwa memiliki etos atau
karakter Kasundaan, sebagai jalan menuju keutamaan hidup. Karakter
Sunda yang dimaksud adalah cageur (sehat), bageur (baik), bener (benar), singer (mawas diri), dan pinter (cerdas). Karakter ini telah dijalankan oleh masyarakat yang bermukim di Jawa bagian barat sejak zaman Kerajaan Salakanagara.


Nama Sunda mulai digunakan oleh raja Purnawarman pada tahun 397 untuk menyebut ibukota Kerajaan Tarumanagara
yang didirikannya. Untuk mengembalikan pamor Tarumanagara yang semakin
menurun, pada tahun 670, Tarusbawa, penguasa Tarumanagara yang ke-13,
mengganti nama Tarumanagara menjadi Kerajaan Sunda. Kemudian peristiwa
ini dijadikan alasan oleh Kerajaan Galuh untuk memisahkan negaranya dari
kekuasaan Tarusbawa. Dalam posisi lemah dan ingin menghindarkan perang
saudara, Tarusbawa menerima tuntutan raja Galuh. Akhirnya kawasan
Tarumanagara dipecah menjadi dua kerajaan, yaitu Kerajaan Sunda dan Kerajaan Galuh dengan Sungai Citarum sebagai batasnya.










Peta linguistik Jawa Barat




Bahasa


Lihat : Bahasa Sunda


Dalam percakapan sehari-hari, etnis Sunda banyak menggunakan bahasa Sunda.
Namun kini telah banyak masyarakat Sunda terutama yang tinggal di
perkotaan tidak lagi menggunakan bahasa tersebut dalam bertutur kata.[4] Seperti yang terjadi di pusat-pusat keramaian kota Bandung dan Bogor, dimana banyak masyarakat yang tidak lagi menggunakan bahasa Sunda.


Ada beberapa dialek dalam bahasa Sunda, antara lain dialek Sunda-Banten, dialek Sunda-Bogor, dialek Sunda-Priangan, dialek Sunda-Jawa, dan beberapa dialek lainnya yang telah bercampur baur dengan bahasa Jawa dan bahasa Melayu. Karena pengaruh budaya Jawa pada masa kekuasaan Kerajaan Mataram Islam,
bahasa Sunda - terutama dialek Sunda Priangan - mengenal beberapa
tingkatan berbahasa, mulai dari bahasa halus, bahasa loma/lancaran,
hingga bahasa kasar. Namun di wilayah-wilayah pedesaan dan mayoritas
daerah Banten, bahasa Sunda loma tetap dominan.



Kesenian


SENI TARI


a. TARI JAIPONGAN


Tanah Sunda (Priangan) dikenal memiliki aneka budaya yang unik dan
menarik, Jaipongan adalah salah satu seni budaya yang terkenal dari
daerah ini. Jaipongan atau Tari Jaipong sebetulnya merupakan tarian yang
sudah moderen karena merupakan modifikasi atau pengembangan dari tari
tradisional khas Sunda yaitu Ketuk Tilu.Tari Jaipong ini dibawakan
dengan iringan musik yang khas pula, yaitu Degung. Musik ini merupakan
kumpulan beragam alat musik seperti Kendang, Go’ong, Saron, Kacapi, dsb.
Degung bisa diibaratkan ‘Orkestra’ dalam musik Eropa/Amerika. Ciri khas
dari Tari Jaipong ini adalah musiknya yang menghentak, dimana alat
musik kendang terdengar paling menonjol selama mengiringi tarian. Tarian
ini biasanya dibawakan oleh seorang, berpasangan atau berkelompok.
Sebagai tarian yang menarik, Jaipong sering dipentaskan pada acara-acara
hiburan, selamatan atau pesta pernikahan.


b. TARI MERAK


c. TARI TOPENG


SENI MUSIK DAN SUARA


Selain seni tari, tanah Sunda juga terkenal dengan seni suaranya.
Dalam memainkan Degung biasanya ada seorang penyanyi yang membawakan
lagu-lagu Sunda dengan nada dan alunan yang khas. Penyanyi ini biasanya
seorang wanita yang dinamakan Sinden. Tidak sembarangan orang dapat
menyanyikan lagu yang dibawakan Sinden karena nada dan ritme-nya cukup
sulit untuk ditiru dan dipelajari.Dibawah ini salah salah satu
musik/lagu daerah Sunda :


Bubuy Bulan Es Lilin Manuk Dadali Tokecang Warung Pojok


WAYANG GOLEK


Jepang boleh terkenal dengan ‘Boneka Jepangnya’, maka tanah Sunda
terkenal dengan kesenian Wayang Golek-nya. Wayang Golek adalah
pementasan sandiwara boneka yang terbuat dari kayu dan dimainkan oleh
seorang sutradara merangkap pengisi suara yang disebut Dalang. Seorang
Dalang memiliki keahlian dalam menirukan berbagai suara manusia. Seperti
halnya Jaipong, pementasan Wayang Golek diiringi musik Degung lengkap
dengan Sindennya. Wayang Golek biasanya dipentaskan pada acara hiburan,
pesta pernikahan atau acara lainnya. Waktu pementasannya pun unik, yaitu
pada malam hari (biasanya semalam suntuk) dimulai sekitar pukul 20.00 –
21.00 hingga pukul 04.00 pagi. Cerita yang dibawakan berkisar pada
pergulatan antara kebaikan dan kejahatan (tokoh baik melawan tokoh
jahat). Ceritanya banyak diilhami oleh budaya Hindu dari India, seperti
Ramayana atau Perang Baratayudha. Tokoh-tokoh dalam cerita mengambil
nama-nama dari tanah India.Dalam Wayang Golek, ada ‘tokoh’ yang sangat
dinantikan pementasannya yaitu kelompok yang dinamakan Purnakawan,
seperti Dawala dan Cepot. Tokoh-tokoh ini digemari karena mereka
merupakan tokoh yang selalu memerankan peran lucu (seperti pelawak) dan
sering memancing gelak tawa penonton. Seorang Dalang yang pintar akan
memainkan tokoh tersebut dengan variasi yang sangat menarik.


ALAT MUSIK


Calung adalah alat musik Sunda yang merupakan prototipe dari
angklung. Berbeda dengan angklung yang dimainkan dengan cara
digoyangkan, cara menabuh calung adalah dengan mepukul batang (wilahan,
bilah) dari ruas-ruas (tabung bambu) yang tersusun menurut titi laras
(tangga nada) pentatonik (da-mi-na-ti-la). Jenis bambu untuk pembuatan
calung kebanyakan dari awi wulung (bambu hitam), namun ada pula yang
dibuat dari awi temen (bambu yang berwarna putih).


Angklung adalah sebuah alat atau waditra kesenian yang terbuat dari
bambu khusus yang ditemukan oleh Bapak Daeng Sutigna sekitar tahun 1938.
Ketika awal penggunaannya angklung masih sebatas kepentingan kesenian
local atau tradisional.



Rumah Adat


Secara tradisional rumah orang Sunda berbentuk panggung dengan
ketinggian 0,5 m - 0,8 m atau 1 meter di atas permukaan tanah. Pada
rumah-rumah yang sudah tua usianya, tinggi kolong ada yang mencapai 1,8
meter. Kolong ini sendiri umumnya digunakan untuk tempat mengikat
binatang-binatang peliharaan seperti sapi, kuda, atau untuk menyimpan
alat-alat pertanian seperti cangkul, bajak, garu dan sebagainya. Untuk
naik ke rumah disediakan tangga yang disebut Golodog yang terbuat dari
kayu atau bambu, yang biasanya terdiri tidak lebih dari tiga anak
tangga. Golodog berfungsi juga untuk membersihkan kaki sebelum naik ke
dalam rumah.


Rumah adat Sunda sebenarnya memiliki nama yang berbeda-beda
bergantung pada bentuk atap dan pintu rumahnya. Secara tradisional ada
atap yang bernama suhunan Jolopong, Tagong Anjing, Badak Heuay, Perahu
Kemureb, Jubleg Nangkub, dan Buka Pongpok. Dari kesemuanya itu, Jolopong
adalah bentuk yang paling sederhana dan banyak dijumpai di
daerah-daerah cagar budaya atau di desa-desa.


Jolopong memiliki dua bidang atap yang dipisahkan oleh jalur suhunan
di tengah bangunan rumah. Batang suhunan sama panjangnya dan sejajar
dengan kedua sisi bawah bidang atap yang sebelah menyebelah, sedangkan
lainnya lebih pendek dibanding dengan suhunan dan memotong tegak lurus
di kedua ujung suhunan itu.


Interior yang dimiliki Jolopong pun sangat efisien. Ruang Jolopong
terdiri atas ruang depan yang disebut emper atau tepas; ruangan tengah
disebut tengah imah atau patengahan; ruangan samping disebut pangkeng
(kamar); dan ruangan belakang yang terdiri atas dapur yang disebut pawon
dan tempat menyimpan beras yang disebut padaringan. Ruangan yang
disebut emper berfungsi untuk menerima tamu. Dulu, ruangan ini dibiarkan
kosong tanpa perkakas atau perabot rumah tangga seperti meja, kursi,
ataupun bale-bale tempat duduk. Jika tamu datang barulah yang empunya
rumah menggelarkan tikar untuk duduk tamu. Seiring waktu, kini sudah
disediakan meja dan kursi bahkan peralatan lainnya. Ruang balandongan
berfungsi untuk menambah kesejukan bagi penghuni rumah. Untuk ruang
tidur, digunakan Pangkeng. Ruangan sejenis pangkeng ialah jobong atau
gudang yang digunakan untuk menyimpan barang atau alat-alat rumah
tangga. Ruangan tengah digunakan sebagai tempat berkumpulnya keluarga
dan sering digunakan untuk melaksanakan upacara atau selamatan dan ruang
belakang (dapur) digunakan untuk memasak.


Ditilik dari segi filosofis, rumah tradisional milik masyarakat Jawa
Barat ini memiliki pemahaman yang sangat mengagumkan. Secara umum, nama
suhunan rumah adat orang Sunda ditujukan untuk menghormati alam
sekelilingnya. Hampir di setiap bangunan rumah adat Sunda sangat jarang
ditemukan paku besi maupun alat bangunan modern lainnya. Untuk penguat
antar tiang digunakan paseuk (dari bambu) atau tali dari ijuk ataupun
sabut kelapa, sedangkan bagian atap sebagai penutup rumah menggunakan
ijuk, daun kelapa, atau daun rumia, karena rumah adat Sunda sangat
jarang menggunakan genting. Hal menarik lainnya adalah mengenai material
yang digunakan oleh rumah itu sendiri. Pemakaian material bilik yang
tipis dan lantai panggung dari papan kayu atau palupuh tentu tidak
mungkin dipakai untuk tempat perlindungan di komunitas dengan peradaban
barbar. Rumah untuk komunitas orang Sunda bukan sebagai benteng
perlindungan dari musuh manusia, tapi semata dari alam berupa hujan,
angin, terik matahari dan binatang.



Sistem Kekerabatan


Sistem keluarga dalam suku Sunda bersifat bilateral, garis keturunan
ditarik dari pihak bapak dan ibu. Dalam keluarga Sunda, bapak yang
bertindak sebagai kepala keluarga. Ikatan kekeluargaan yang kuat dan
peranan agama Islam yang sangat mempengaruhi adat istiadat mewarnai
seluruh sendi kehidupan suku Sunda.Dalam suku Sunda dikenal adanya
pancakaki yaitu sebagai istilah-istilah untuk menunjukkan hubungan
kekerabatan. Dicontohkannya, pertama, saudara yang berhubungan langsung,
ke bawah, dan vertikal. Yaitu anak, incu (cucu), buyut (piut), bao,
canggahwareng atau janggawareng, udeg-udeg, kaitsiwur atau gantungsiwur.
Kedua, saudara yang berhubungan tidak langsung dan horizontal seperti
anak paman, bibi, atau uwak, anak saudara kakek atau nenek, anak saudara
piut. Ketiga, saudara yang berhubungan tidak langsung dan langsung
serta vertikal seperti keponakan anak kakak, keponakan anak adik, dan
seterusnya. Dalam bahasa Sunda dikenal pula kosa kata sajarah dan
sarsilah (salsilah, silsilah) yang maknanya kurang lebih sama dengan
kosa kata sejarah dan silsilah dalam bahasa Indonesia. Makna sajarah
adalah susun galur/garis keturunan.



Masakan Khas


Beberapa jenis makanan jajanan tradisional Indonesia yang berasal
dari tanah sunda, seperti sayur asem, sayur lodeh, pepes, lalaban, dll.



Profesi


Mayoritas masyarakat Sunda berprofesi sebagai petani, dan berladang, ini disebabkan tanah Sunda yang subur.[5] Sampai abad ke-19, banyak dari masyarakat Sunda yang berladang secara berpindah-pindah.


Selain bertani, masyarakat Sunda seringkali memilih untuk menjadi
pengusaha dan pedagang sebagai mata pencariannya, meskipun kebanyakan
berupa wirausaha kecil-kecilan yang sederhana, seperti menjadi penjaja
makanan keliling, membuka warung
atau rumah makan, membuka toko barang kelontong dan kebutuhan
sehari-hari, atau membuka usaha cukur rambut, di daerah perkotaan ada
pula yang membuka usaha percetakan, distro, cafe, rental mobil dan jual
beli kendaraan bekas. Profesi pedagang keliling banyak pula dilakoni
oleh masyarakat Sunda, terutama asal Tasikmalaya dan Garut.
Profesi lainnya yang banyak dilakoni oleh orang Sunda adalah sebagai
pegawai negeri, penyanyi, seniman, dokter, diplomat dan pengusaha.













silahkan anda Copy paste artikel diatas
tapi kalau anda tidak keberatan cantumkan sumber dengan linkback ke blog ini.
terimakasih....!!!

Sabtu, 28 Januari 2012

polisi tersenyum saat diancam golok

0 komentar









Mungkin lagi teringat lagunya dewa19 yang judulnya "hadapi dengan
senyuman", dalam mengamankan sebuah unjuk rasa (maaf, apasih.com gak tau
dimana dan kapan), dan terlihat situasi sedang genting2nya.. disaat
itu pula terlihat seorang warga sedang mengacung-acungkan goloknya
kepada seorang anggota polisi, bukannya menghindar. pak polisi ini
malah membalasnya dengan senyuman... kereeeen pak. tak selamanya
kekerasan dibalas kekerasan :) 



sumber : http://www.apasih.com/2011/09/foto-langka-diancam-golok-polisi-ini.html













silahkan anda Copy paste artikel diatas
tapi kalau anda tidak keberatan mohon cantumkan sumber dengan linkback ke blog ini.
terimakasih....!!!

Jumat, 27 Januari 2012

Testikel Pria Ini Beratnya 45 Kg

0 komentar






Wesley Warren Jr


Wesley Warren Jr


Seorang
pria asal Las Vegas, Amerika Serikat (AS) memiliki testikel seberat 45
kg. Ia meminta sumbangan kepada siapa saja untuk operasi, karena
biayanya amat besar.

Wesley Warren Jr terpaksa mengumumkan kondisinya ini, yang disebut scrotal elephantiasis, karena sudah putus asa. Ia tak memiliki uang sebanyak US$1 juta untuk operasi. Ia sudah kepayahan, ke kamar mandi saja membutuhkan banyak tenaga.

“Sangat tak mudah jika harus bergerak. Akhirnya saya harus banyak berdiam diri,” ujarnya kepada Las Vegas Review-Journal. Pria berusia 47 tahun ini mengidap kondisi sejak tiga tahun lalu.

Meski beberapa orang
menertawainya, Warren mau tak mau harus mengunjungi radio-radio
ternama, seperti acara presenter tenar AS, Howard Stern. Ia juga muncul
di televisi agar masyarakat mewaspadai kondisi semacam ini.

“Saya tak suka menjadi aneh, siapa yang mau? Tapi jika Stern didengarkan jutaan orang, maka mereka mau membantu. Saya berharap, beberapa jutawan mau menolong saya,” lanjutnya.

Kondisi
ini amat jarang diidap masyarakat yang tinggal di daerah tropos, karena
biasanya disebabkan infeksi parasit yang disebarkan nyamuk. Namun
Warren menyatakan, ia tak pernah bepergian ke daerah tropis.

Ia
meyakini, kondisi ini bermula saat kecelakaan pada 2008. Ketika itu,
testikelnya terjepit kakinya yang terjerat di tempat tidur. Esok
harinya, Warren berkata testikelnya langsung seukuran bola sepak dan
terus tumbuh.

















silahkan anda Copy paste artikel diatas
tapi kalau anda tidak keberatan mohon cantumkan sumber dengan linkback ke blog ini.
terimakasih....!!!

Kamis, 26 Januari 2012

MENGENAL 7 CAKRA UTAMA KUNDALINI

0 komentar






Mungkin ada yang bertanya atau belum mengerti apa itu

7 cakra utama kundalini mulai dari cakra dasar sampai ke cakra mahkota

Untuk itu saya minta ijin untuk menjelaskannya sebatas kemampuan saya , nanti kalau ada yang kurang monggo di pun tambahi.


Chakra berfungsi sebagai pintu keluar masuknya energi

eterik dari berbagai lapis tubuh. Apabila sebuah chakra tidak

berfungsi dengan baik, maka energi kotor tidak dapat dipompa keluar

dan energi bersih tidak dapat ditarik masuk. Dengan demikian organ-

organ tubuh di sekitarnya akan mendapat gangguan. Walaupun pada

tubuh terdapat banyak chakra-chakra, tetapi perhatian harus ditujukan

kepada ke 7 chakra utama, chakra lain akan membuka dengan sendirinya.


Ke 7 chakra utama sebagai berikut :



• Chakra Dasar terletak di ujung tulang ekor ke 3, dimana chakra ini

adalah pusat vitalitas, keinginan untuk hidup dan tubuh fisik.

Warna “cahaya berwarna merah”


• Chakra Sex yang dikenal juga sebagai pusat tubuh emosi, dimana

semua perasaan diproses.

Warna “cahaya berwarna oranye”


• Chakra Pusat diasosiasikan dengan “tubuh mental”, yang

mengontrol seluruh pikiran pendapat dan penilaian.

Warna “cahaya berwarna kuning”

.

• Chakra Jantung sebagai chakra keempat dikenal sebagai pusat

tubuh intuisi, dimana chakra jantung ini adalah pusat dari cinta

kasih, kasih sayang seluruh perasaan yang positif dan halus.

Warna “Cahaya hijau muda atau merah muda. Hijau

muda berfungsi untuk pengobatan, merah muda untuk cinta kasih

dapat digunakan secara bergantian.


• Chakra Tenggorokan sebagai chakra ke-lima,

merupakan pusat

“tubuh atma” yang terletak di tenggorokan di lokasi pita suara,

cahaya yang dipergunakan berwarna “biru laut


• Chakra mata Ketiga (Chakra Ajna) sebagai chakra ke-enam

yang biasa juga disebut “chakra antara kening”, dimana

merupakan pusat “tubuh cahaya atau tubuh monad”.

cahaya berwarna “Lembayung Muda”


• Chakra Mahkota sebagai chakra utama ke-tujuh terletak di puncak

kepala, pada tahun sebelum tahun 1970 jarang disebut karena

sukar sekali dibuka. Dengan terbukanya “Chakra Mahkota Alam

Semesta” antara tahun 1970 maka imbasnya “chakra mahkota”

dapat dibuka dengan sama mudahnya dengan chakra utama yang

lain. Warna “Cahaya Putih” yang terang


Itu yang bisa saya sampaikan mudah-mudahan bisa bermanfaat

Amin









silahkan anda Copy paste artikel diatas
tapi kalau anda tidak keberatan mohon cantumkan sumber dengan linkback ke blog ini.
terimakasih....!!!

Rabu, 25 Januari 2012

Makna di Balik Aksara Jawa

0 komentar










Ki Hadjar Dewantara tidak hanya mencetuskan konsep petuah tentang
kepemimpinan yang sangat terkenal, beliau juga berhasil memberi
penafsiran mengenai ajaran budi pekerti serta filosofi kehidupan yang
sangat tinggi dan luhur yang terkandung dalam huruf Jawa .

Adapun makna yang dimaksud adalah sebagai berikut:

(1) HA NA CA RA KA:

Ha: Hurip = hidup

Na: Legeno = telanjang

Ca: Cipta = pemikiran, ide ataupun kreatifitas

Ra: Rasa = perasaan, qalbu, suara hati atau hati nurani

Ka: Karya = bekerja atau pekerjaan.



(2) DA TA SA WA LA

DA TA SA WA LA (versi pertama):

Da: Dodo = dada

Ta: Toto = atur

Sa: Saka = tiang penyangga

Wa: Weruh = melihat

La: lakuning Urip = (makna) kehidupan.



DA TA SA WA LA (versi kedua):

Da-Ta (digabung): dzat = dzat

Sa: Satunggal = satu, Esa

Wa: Wigati = baik

La: Ala = buruk



(3) PA DHA JA YA NYA:

PA DHA JA YA NYA =Sama kuatnya (tidak diartikan per huruf).



(4) MA GA BA THA NGA :

Ma: Sukma = sukma, ruh, nyawa

Ga: Raga = badan, jasmani

Ba-Tha: bathang = mayat

Nga: Lungo = pergi





Versi selanjutnya trimopakesa menjabarkan tafsir huruf Jawa versi Ki Hadjar tersebut menurut pemahamannya sendiri, yakni:



(1) HA NA CA RA KA:

Ha: Hurip = hidup

Na: Legeno = telanjang

Ca: Cipta = pemikiran, ide ataupun kreatifitas

Ra: Rasa = perasaan, qalbu, suara hati atau hati nurani

Ka: Karya = bekerja atau pekerjaan.



Dari arti secara harfiah tsb, trimopakesa berusaha menjabarkannya menjadi dua versi:



**) Ketelanjangan=kejujuran



Bukankah secara fisik manusia lahir dalam keadaan telanjang? Tapi
sebenarnya ketelanjangan itu tidak hanya sekedar fisik saja. Bayi yang
baru lahir juga memiliki jiwa yang “telanjang”, masih suci…polos lepas
dari segala dosa. Seorang bayi juga “telanjang” karena dia masih
jujur…lepas dari perbuatan bohong (kecuali bayi aneh Very Happy).
Sedangkan CA-RA-KA mempunyai makna cipta-rasa-karya . Sehingga HA NA CA
RA KA akan memiliki makna dalam mewujudkan dan mengembangkan cipta, rasa
dan karya kita harus tetap menjunjung tinggi kejujuran. Marilah kita
“telanjang” dalam bercipta, berrasa dan berkarya.



**)) Pengembangan potensi



Jadi HA NA CA RA KA bisa ditafsirkan bahwa manusia “dihidupkan” atau
dilahirkan ke dunia ini dalam keadaan “telanjang”. Telanjang di sini
dalam artian tidak mempunyai apa-apa selain potensi. Oleh karena itulah
manusia harus dapat mengembangkan potensi bawaan tersebut dengan
cipta-rasa-karsa. Cipta-rasa-karsa merupakan suatu konsep segitiga
(segitiga merupakan bentuk paling kuat dan seimbang) antara otak yang
mengkreasi cipta, hati/kalbu yang melakukan fungsi kontrol atau
pengawasan dan filter (dalam bentuk rasa) atas segala ide-pemikiran dan
kreatifitas yang dicetuskan otak, serta terakhir adalah raga/tubuh/badan
yang bertindak sebagai pelaksana semua kreatifitas tersebut (setelah
dinyatakan lulus sensor oleh rasa sebagai badan sensor manusia).

Secara ideal memang semua perbuatan (karya) yang dilakukan oleh manusia
tidak hanya semata hasil kerja otak tetapi juga “kelayakannya” sudah
diuji oleh rasa. Rasa idealnya hanya meloloskan ide-kreatifitas yang
sesuai dengan norma. Norma di sini memiliki arti yang cukup luas, yaitu
meliputi norma internal (perasaan manusia itu sendiri atau istilah
kerennya kata hati atau suara hati) atau bisa juga merupakan norma
eksternal (dari Tuhan yang berupa agama dan aturannya atau juga norma
dari masyarakat yang berupa aturan hukum dll).



(2) DA TA SA WA LA: (versi pertama)

Da: Dodo = dada

Ta: Toto = atur

Sa: Saka = tiang penyangga

Wa: Weruh = melihat

La: lakuning Urip = (makna) kehidupan.



DA TA SA WA LA berarti dadane ditoto men iso ngadeg jejeg (koyo soko)
lan iso weruh (mangerteni) lakuning urip. Dengarkanlah suara hati
(nurani) yang ada di dalam dada, agar kamu bisa berdiri tegak seperti
halnya tiang penyangga dan kamu juga akan mengerti makna kehidupan yang
sebenarnya.

Kata “atur” bisa berarti manage dan juga evaluate sedangkan dada
sebenarnya melambangkan hati (yang terkandung di dalam dada). Jadi
dadanya diatur mengandung arti bahwa kita harus senantiasa me-manage
(menjaga-mengatur) hati kita untuk melakukan suatu langkah evaluatif
dalam menjalani kehidupan supaya kita dapat senantiasa berdiri tegak dan
tegar dalam memandang dan memaknai kehidupan. Kita harus senantiasa
memiliki motivasi dan optimisme dalam berusaha tanpa melupakan kodrat
kita sebagai makhluk Alloh yang dalam konsep Islam dikenal dengan
ikhtiar-tawakal, ikhtiar adalah berusaha semaksimal mungkin sedangkan
tawakal adalah memasrahkan segala hasil usaha tersebut kepada Alloh.



DA TA SA WA LA: (versi kedua)

Da-Ta (digabung): dzat = dzat

Sa: Satunggal = satu, Esa

Wa: Wigati = baik

La: Ala = buruk



DA TA SA WA LA bisa ditafsirkan bahwa hanya Dzat Yang Esa-lah (yaitu
Tuhan) yang benar-benar mengerti akan baik dan buruk. Secara kasar dan
ngawur saya mencoba menganggap bahwa kata “baik” di sini ekuivalen
dengan kata “benar” sedangkan kata “buruk” ekuivalen dengan “salah”.
Jadi alangkah baiknya kalau kita tidak dengan semena-mena menyalahkan
orang (kelompok) lain dan menganggap bahwa kita (kelompok kita) sebagai
pihak yang paling benar.





(3) PA DHA JA YA NYA:

PA DHA JA YA NYA = sama kuat

Pada dasarnya/awalnya semua manusia mempunyai dua potensi yang sama
(kuat), yaitu potensi untuk melakukan kebaikan dan potensi untuk
melakukan keburukan. Mungkin memang benar ungkapan bahwa manusia itu
bisa menjadi sebaik malaikat tetapi bisa juga buruk seperti setan dan
juga binatang. Mengingat adanya dua potensi yang sama kuat tersebut maka
selanjutnya tugas manusialah untuk memilih potensi mana yang akan
dikembangkan. Sangat manusiawi dan lumrah jika manusia melakukan
kesalahan, tetapi apakah dia akan terus memelihara dan mengembangkan
kesalahannya tersebut? Potensi keburukan dalam diri manusia adalah hawa
nafsu, sehingga tidak salah ketika Nabi Muhammad SAW menyatakan bahwa
musuh terbesar kita adalah hawa nafsu yang bersemayam dalam diri kita
masing-masing.



(4) MA GA BA THA NGA:

Ma: Sukma = sukma, ruh, nyawa

Ga: Raga = badan, jasmani

Ba-Tha: bathang = mayat

Nga: Lungo = pergi



Secara singkat MA GA BA THA NGA saya artikan bahwa pada akhirnya manusia
akan menjadi mayat ketika sukma atau ruh kita meninggalkan raga/jasmani
kita. Sesungguhnya kita tidak akan hidup selamanya dan pada akhirnya
akan kembali juga kepada Alloh SWT. Oleh karena itu kita harus
senantiasa mempersiapkan bekal untuk menghadap Alloh SWT.






silahkan anda Copy paste artikel diatas
tapi kalau anda tidak keberatan mohon cantumkan sumber dengan linkback ke blog ini.
terimakasih....!!!

Senin, 23 Januari 2012

tips menurun kan kadar gula (diabetes)

0 komentar

Diabetes atau juga dikenal dengan kata kencing manis adalah penyakit yang terjadi sebagai akibat dari masalah produksi  dan pemanfaatn insulin dalam tubuh seseorang. Insulin ini diproduksi  oleh pankreas.

Saat sesorang terkena diabetes, itu berarti pankreas tidak bisa memproduksi  insulin yang dibutuhkan atau karena tubuh tidak bisa menggunakan insulin sendiri secara efektif. Dan ini mengakibat kenaikan jumlah glukosa dalam darah.

Berikut tips menurunkan kadar gula dalam darah :

1.    Lakukan pola hidup sehat dengan mengatur makanan dan minuman serta berolah raga secara rutin dan teratur 2.    Ambil  1-2 buah OKRA ( terong India ) lalu cuci sampai bersih

3.    Potong tipis tipis okra tersebut lalu masukan ke dalam gelas

4.    Masukan air minum  ke gelas tadi dan rendam selama  3 jam. ( jangan menggunakan air panas atau air es )

5.    Setelah 3 jam saring dan minumlah air yang sudah di saring .

6.    Rendam kembali okra  tadi selama 3 Jam lagi , lalu saring dan minum lagi.

Sebelum anda mengonsumsi air yang sudah direndam dengan OKRA, sebaiknya anda periksakan dulu kadar dula anda. Lakukan terapi ini selama 2 minggu, sehari 2 kali. Dan setelah 2 minggu periksa kembali kadar gula anda.  OKRA bisa anda dapat di supermarkert.



silahkan anda Copy paste artikel diatas tapi kalau anda tidak keberatan mohon cantumkan sumber dengan linkback ke blog ini. terimakasih....!!!

Minggu, 22 Januari 2012

PENGERTIAN KEJAWEN

0 komentar












KEJAWEN adalah kebudayaan Jawa asli yang
merupakan sinkretisme antara kepercayaan kuno dengan ajaran agama
yang datang kemudian seperti Hindu, Budha, Islam, dan Kristen.
Diantara campuran tersebut yang paling dominan adalah ajaran agama
Islam.


Membahas masalah Kejawen tentunya tidak
terlepas dengan istilah-istilah Manunggaling Kawulo Gusti, Sedu…lur…
Papat Lima Pancer, Sangkan Paraning Dumadi, ngeruwat, tapa brata, dan
lain-lain.


* Kejawen adalah sinkretisme yaitu
percampuran agama Hindu-Budha- Islam. Meskipun demikian ajaran Kejawen
masih mengacu dan berpegang teguh pada ajaran tradisi Jawa asli
sehingga masih nampak ciri-cirinya yang khas dan kemandiriannya.


* Agama menurut faham Kejawen adalah
Manunggaling Kawula Gusti yaitu bersatunya hamba dengan Tuhan. Oleh
sebagian kalangan Islam putih kaum santri, konsep penyatuan manusia
dengan Tuhan ini mengarah kepada penyekutuan Tuhan atau prilaku
Syirik.


* Perspektif ajaran Kejawen berdimensi
tasauf percampuran antara kebudayaan Jawa, Hindu, dan Budha yang
kurang menghargai aspek syariat dalam arti yang berkait denngan
hukum-hukum hakiki agama Islam.


* Raja adalah pemuka agama. Hal ini
nampak dari penggunaan atau pemakaian gelar “Sayidina Panatagama”,
“Khalifatullah”, “Ajaran agama ageming aji” ( perhiasan ) raja, karena
itu harus disesuaikan dengantradisi Jawa.


* Kitab Mahabarata dan Ramayana merupakan
sumber inspirasi ajaran Kejawen yang mengandung ajaran moral dan
karakter prilaku tuntunan hidup.


* Tinjauan kajian pikiran Jawa lebih
terfokus pada aspek indra batin dan prilaku batin. Strategi pendekatan
Kejawen adalah mencari pendekatan kepada Tuhan bahkan selalu ingin
menyatu dengan Tuhan ( Manunggaling Kawula Gusti) dan analisanya
bersifat batiniah.















silahkan anda Copy paste artikel diatas
tapi kalau anda tidak keberatan mohon cantumkan sumber dengan linkback ke blog ini.
terimakasih....!!!