Jumat, 14 Januari 2011

Pohon dan Buah Pisang Unik jadi tontonan warga

0 komentar



 Sebuah pohon pisang unik yang tumbuh di pekarang belakang rumah milik Keluarga SUTRISNO warga Dusun Kedung Keris Desa Ngujo Rt.013 Kecamatan Kalitidu Bojonegoro membuat geger warga.



Ratusan warga berbondong-bondong melihat pohon pisang itu sehingga membuat penghuni rumah kewalahan. Bahkan suara istri SUTRISNO bernama MADIRAH kehabisan suara karena kelelahan menjawab pertanyaan pengunjung.



Menurut MADIRAH pisang unik itu mulai berbuah sejak sebulan lalu, tepat Jumat pahing di bulan sura. Pisang yang tumbuh dengan sendirinya setahun lalu menjadi daya tarik tersendiri karena buahnya berbeda dengan pisang pada umumnya.



Ontong pisang berwarna hijau ditumbuhi mahkota yang berfungsi melindungi buah di dalamnya.Sedangkan buahnya sendiri bersekat-sekat seperti belimbing. “Saya belum pernah lihat pisang ini jenis apa. Tapi buahnya aneh seperti belimbing,”terang MADIRAH.



Awalnya, ia mengira tanaman yang tumbuh dekat septitank itu adalah temu (sejenis lengkuas). Semakin besar ternyata jadi buah pisang yang gedebognya tebal dan tumpuk.



Anehnya lagi, getah pisang itu berwarna merah seperti darah sehingga suaminya menutupi dengan kain agar warga yang datang tidak usil mencocok gedebog (pelepah pisang).



SUTRISNO jadi ingat jika setahun lalu di lokasi itu pernah untuk mengubur ayam unik. Ayam yang disembelih untuk acara bulan sura tidak mau mati meskipun lehernya nyaris putus tapi tetap bisa berjalan.



Ayam jago tersebut baru mati setelah dipanggilkan seorang kyai dari desa setempat. “Karena unik saya merawatnya seperti anak sendiri,”ujar SUTRISNO.



Keluarga pemilik pisang tidak menyangka kalau rumahnya bakal seramai sekarang. Keajaiban yang diberikan Tuhan ini menjadi tontotan masyarakat.



Meski demikin keluarga SUTRISNO tidak mengkomersilkan supaya mendapat uang. Bahkan mau diapakan nanti buah pisang tersebut ia juga belum tahu.Namun kalau ada yang berminat membeli tidak menutup kemungkinan akan dijual untuk membantu biaya perbaikan rumah mereka.



Rumah keluarga SUTRISNO terbilang sangat sederhana. Tapi diantara rumah warga lainnnya terbilang cukup unik.



Pintu rumah mereka dihiasi tanaman melati yang merembat indah. Ditambah tanaman hias dan buah-buahan yang tumbuh subur menambah asri keluarga ini. (joe/tin)



Teks foto :

1. Jantung pisang unik dipenuhi kelopak.

2. Masyarakat berbondong-bondong menyaksikan pisang unik.

Foto : JOE SBI FM



sumber : http://jaringradio.suarasurabaya.net/?id=5df1d4ede8eeb7083d2fc5bcaae8d0b6201187257

Selasa, 11 Januari 2011

Gambar Jin Di Masjid?

0 komentar

Gambar ini memaparkan suatu penampakan misteri yang aneh di angkasa. Pengirim hanya menyatakan bahawa gambar ini adalah gambar jin. Lokasi dan masa gambar diambil tidak dimaklumkan.

Kelihatan di dalam gambar seperti sesuatu sedang melayang di udara. Nak kata layang-layang apa ke pelik benor rupa layang-layang?


Tinggalkan pendapat anda untuk dikongsi bersama.

Terima kasih kepada pengirim dan teruskan mengantar gambar hantu untuk dikongsi bersama.

Rabu, 05 Januari 2011

hal teraneh , ada sensus hantu di kolombia

0 komentar





Menyensus
penduduk merupakan kegiatan biasa, namun bagaimana bila yang diteliti
itu adalah roh halus? Sensus demikian tampaknya baru kali ini terjadi
di Kolombia.






Penyensus adalah pengelola suatu kompleks pemakaman Funeraria Betancur di Medellin. Menurut laman Colombia Reports, pengelola makam mendata bahwa ada 215 hantu di Medellin, kota kedua terbesar di Kolombia.





Kompleks makam tua itu sudah ada sejak
1912 dan banyak pengunjung mengaku pernah menyaksikan hantu
bergentayangan di tempat yang sunyi tersebut. "Banyak penanggung lahan
makam yang cerita. Kami melihat bahwa hantu sangat penting dalam
pelestarian sejarah dan warisan budaya," kata William Betancur,
direktur kompleks makam.






Dia mengungkapkan bahwa sensus itu
berdasarkan laporan dari para pengunjung, baik melalui telepon maupun
surel (email). Berdasarkan laporan itu, Betancur menggolongkan
kemunculan roh halus dalam tiga katagori: berbentuk bola-bola cahaya,
bunyi-bunyian (misalnya langkah kaki, rintihan, dan suara), serta
penampakan visual.






Betancur mengaku telah mendapatkan 23
rekaman penampakan visual. Mengikuti pola sensus pada umumnya, riset
Betancur itu tidak hanya berdasarkan laporan pihak ketiga.






Dia melakukan pendataan sekaligus
membentuk tim beranggotakan empat petugas makam. Berseragam resmi,
mereka lalu mensurvei sejumlah bangunan di Medellin. Hasilnya, menurut
Betancur, tim melaporkan 215 hantu dan kamera mereka merekam 23
penampakan visual. Sayangnya, Betancur tidak mempublikasikan
rekaman-rekaman itu.






Namun, dia tetap membuka kesempatan
bagi penduduk Medellin turut serta membantu sensus dengan memberi tahu
lewat telepon atau surel, dengan alamat censofantasmas@hotmail.com.
Mereka bisa melapor ke Betancur berbagai penampakan yang terlihat aneh.






source: http://dunia.vivanews.com/news/read/196961-sensus-hantu-di-kolombia



Selasa, 04 Januari 2011

Legenda 'Watu Singa' di Lautan Pasir Gunung Bromo

0 komentar





Watu Singa yang dikubur pasir






Pasuran
- Watu Singa (Batu Singa) tak lagi terlihat bentuknya. Abu dan pasir
yang disemburkan dari kawah Gunung Bromo telah menyelimutinya. Jika
dibiarkan, maka dikuatirkan lambat laun 'saksi bisu' legenda Tengger ini
akan terkubur.



Watu Singa, adalah batu besar yang bentuknya menyerupai Singa sedang
'bersantai'. Lokasinya di sekitar pasir berbisik, atau hanya 1 kilometer
dari kaki tangga menuju puncak bibir kawah Bromo.



Asal mula Watu Singa tak banyak yang mengetahui. Namun menurut legenda,
keberadaan Watu Singa adalah salah satu bagian sejarah tentang masa lalu
Gunung Bromo dan Suku Tengger.



Menurut cerita rakyat, Joko Seger seoerang pemuda biasa diangkat menjadi
Adipati Wengker di kawasan Ponorogo tahun 1150 M setelah menyembuhkan
Dewi Retno Wulan. Setelah sembuh, Dewi Retno Wulan pun berganati nama
menjadi Loro Anteng dan dinikahkan dengan Joko Seger.



Namun pasangan tersebut tak juga dikarunai keturunan. Dalam semedinya,
mereka mendapatkan beberapa petunjuk yang isinya bahwa Joko Seger dan
Loro Anteng telah membuat suatu kesalahan yang menyebabkan mereka tidak
dikaruniai anak untuk menebus kesalahannya Joko Seger dan Loro Anteng
harus mengadakan selamatan Sepasar.



Kemudian Joko Seger dan Loro Anteng diberikan petunjuk apabila mereka
ingin mempunyai keturunan mereka harus bersemedi di gunung yang
diselimuti kabut rata di daerah Oro-Oro Ombo, tepatnya Gua Widodaren
yang kemudian oleh Joko Seger dinamakan lautan pasir Gunung Bromo.



Dalam perjalanan di Oro-oro Ombo, tepatnya di areal watu kutho, Joko
Seger harus bisa menaklukan singa terlebih dahulu sebelum menghuni di
situ. Dan Joko Seger mampu mangalahkan singa.



"Sebagai bentuk penghormatan maka Singa itu berubah menjadi batu. Sampai
sekarang menjadi obyek wisata," kata Trisno Sudighdo SE, warga Tengger
Brang Kulon Tosari Kabupaten Pasuruan kepada detiksurabaya.com, Sabtu
(1/1/2011).



Menurut Trisno Sudighdo, perjalanan pasangan Joko Seger dan Loro Anteng
itu cukup panjang dan berliku-liku. Dan dari kisah yang berhasil
ditelusurinya, pasangan itu telah meninggalkan sejumlah nama kawasan di
berbagai tempat yang dilaluinya.



"Saya menghimpun informasi dari beberapa dukun. Dan akan saya bukukan
agar legenda Tengger dan Bromo bisa diketahui khalayak luas," kata
Trisno Sudighdo yang sehari-hari berwiraswasta ini.



Menurut pengagum berat almarhum Gus Dur ini, perjalanan Joko Seger dan
Loro Anteng ini menjadi legenda, karena banyak meninggalkan jejak
sejarah terbentuknya cikal bakal nama sebuah daerah.



"Termasuk cikal bakal upacara Kasada. Dan masyarakat banyak yang tidak
tahu," kata Trisno Sudighdo yang selama ini rajin menulis legenda
Tengger di blog miliknya.






[source:http://surabaya.detik.com/read/2011/01/01/192258/1537403/475/legenda-watu-singa-di-lautan-pasir-gunung-bromo?y991102465]


Lele Mutan Pemangsa Manusia Dan Kerbau

0 komentar



Sejak
tahun 1998 hingga 2007, sudah tiga orang lenyap dan tenggelam secara
mendadak di Great River, sungai yang melintang di perbatasan antara
Nepal dan India utara.


Goonch Catfish, Monster Sungai Yang Mematikan



Kasus-kasus itu memicu Jeremy Wade, seorang ahli biolog asal Inggris
untuk mengamati apa yang ada di dalam sungai tersebut. Pasalnya,
serangan hanya terjadi di kawasan tertentu, sepanjang sekitar 6 sampai 8
kilometer. Kawasan itu, menurut keterangan penduduk, merupakan kawasan
di mana mereka biasa melarungkan jasad saudara-saudara mereka yang telah
meninggal setelah dibakar.




Setelah meneliti menggunakan alat pengukur kedalaman, ia memastikan
tidak ada lubang ditemukan, artinya serangan tidak diakibatkan oleh
turbulensi yang terjadi di air.




Benar saja, tak lama setelah itu, dari jarak sekitar 1 kilometer dari
serangan terakhir, seekor kerbau yang sedang minum di sungai yang hanya
memiliki kedalaman 1 meter diserang dan diseret oleh sesuatu dari dalam
air.


Goonch Catfish, Monster Sungai Yang Mematikan

Dalam penelitian bawah air, Wade menemukan goonch catfish,
serupa ikan lele yang memiliki panjang satu meter. Namun ikan itu gagal
ditangkap. Penelitian lebih lanjut, diketahui bahwa terdapat beberapa
kelompok goonch dan enam di antaranya berukuran sebesar manusia.


Goonch Catfish, Monster Sungai Yang Mematikan


Goonch Catfish, Monster Sungai Yang Mematikan

Setelah
gagal menangkap ikan itu dengan alat pemancing, Wade coba memancing
pemunculan ikan itu menggunakan seonggok kayu bakar dan disusun
seolah-olah merupakan bekas kremasi jasad orang meninggal. Ternyata
sukses.


Goonch Catfish, Monster Sungai Yang Mematikan

Seekor goonch catfish
berukuran panjang 1,8 meter dan berbobot 75,5 kilogram, atau 3 kali
lebih berat dibanding goonch lainnya berhasil ditangkap. Ikan ini
diperkirakan cukup besar dan kuat untuk memakan seorang anak kecil,
namun tak cukup besar untuk menyeret dan menyantap seekor kerbau.


Goonch Catfish, Monster Sungai Yang Mematikan

Dari keterangan penduduk, Wade menyimpulkan bahwa "ikan lele" atau goonch catfish
itu telah bermutasi menjadi berselera terhadap daging manusia. Ikan
juga tumbuh menjadi raksasa setelah terus mengonsumsi daging setengah
matang sisa-sisa jasad manusia yang dilarungkan dan tenggelam di dasar
sungai.



source: http://planet.blogspot.com/2010/12/goonch-catfish-monster-sungai-yang.html


daerah pesisir Kalimantan Timur Masih Dihuni Banyak Monster

0 komentar
Buaya
Muara atau buaya Bekatak (Crocodylus porosus) adalah sejenis buaya yang
terutama hidup di sungai-sungai dan di laut dekat muara. Daerah
penyebarannya dapat ditemukan di seluruh perairan Indonesia. Moncong
spesies ini cukup lebar dan tidak punya sisik lebar pada tengkuknya.
Sedang panjang tubuh termasuk ekor bisa mencapai 12 meter seperti yang
pernah ditemukan di Sangatta, Kalimantan Timur.



 


Buaya
Muara dikenal sebagai buaya terbesar di dunia, jauh lebih besar dari
Buaya Nil (Crocodylus niloticus) dan Alligator Amerika (Alligator
mississipiensis). Penyebarannya pun juga “terluas” di dunia. Buaya muara
memiliki wilayah perantauan mulai dari perairan Teluk Benggala (Sri
Lanka, Bangladesh, India) hingga perairan Polinesia (Kepulauan Fiji dan
Vanuatu). Sedangkan habitat favorit untuk mereka tentu saja perairan
Indonesia dan Australia.




Buaya muara mampu melompat keluar dari
air untuk menyerang mangsanya. Bahkan bilamana kedalaman air melebihi
panjang tubuhnya, buaya muara mampu melompat serta menerkam secara
vertikal mencapai ketinggian yang sama dengan panjang tubuhnya. Buaya
muara menyukai air payau/asin, oleh sebab itu pula bangsa Australia
menamakannya saltwater crocodile (buaya air asin).Selain terbesar dan
terpanjang, Buaya Muara terkenal juga sebagai jenis buaya terganas di
dunia.




Kedua ekor buaya muara ini pernah
menggegerkan masyarakat Kaltim pada tahun 1996 karena telah memangsa dua
manusia di dua tempat terpisah hanya dalam selisih waktu  satu bulan. 
Lalu penduduk dipimpin pawang buaya yang sangat berpengalaman di Kutai,
memburu dan membunuh kedua buaya ini untuk mengeluarkan potongan tubuh
korban yang tertinggal di dalam perutnya. 




Buaya pertama yang memangsa Ny Hairani
(35) ditangkap pada 8 Maret 1996 di sungai Kenyamukan, Kecamatan
Sangatta (kini masuk wilayah Kabupaten Kutai Timur). Buaya ini
berkelamin jantan berusia sekitar 70 tahun, panjang sekitar 6,6 meter,
berat 350 kg dan lingkar perut 1,8 meter.




Sementara buaya kedua yang memangsa
seorang pria bernama Baddu (40) di Tanjung Limau, Kecamatan Muara Badak
(Kabupaten Kukar) ditangkap pada tanggal 10 April 1996. Buaya berkelamin
betina ini memiliki panjang 5,5 meter, berat 200 kg dengan lingkar
perut sekitar 1 meter. Setelah itu, kedua buaya yang dijuluki “monster
dari Sangatta” tersebut diawetkan dan dipajang di Museum Kayu Tuah
Himba, Kota Tenggarong Kabupaten Kutai Kartanegara.(vb-01/foto:tribunkaltim)









source: http://www.vivaborneo.com/di-pesisir-kalimantan-timur-masih-banyak-dihuni-monster.htm/comment-page-1#comment-13504

Sabtu, 01 Januari 2011

RADAR MILITER ARGENTINA MENANGKAP UFO

0 komentar




Angkatan Udara Argentina menerima laporan soal penampakan unidentified flying objects (UFO) di langit Argentina. Sejumlah pilot dikabarkan melihat penampakan ini, bahkan radar Angkatan Udara Argentina juga mendeteksi UFO tersebut.


Beberapa media lokal juga melaporkan menerima banyak foto penampakan UFO ini. Namun mereka ragu, apakah itu foto asli atau tipuan kamera.


Untuk membuat lebih terang, Angkatan Udara memutuskan membentuk komisi khusus untuk menyelidiki fenomena UFO ini. "Saat ini masih dalam proses pembentukan," kata Kapten Mariano Mohaupt.


Mariano mengatakan Angkatan Udara mencatat banyak laporan soal penampakan UFO ini. Namun data ini masih diolah oleh beberapa ahli, seperti ahli meteor, pilot sipil dan pengawas udara.


Sebelumnya, beberapa negara di Amerika Selatan juga mengklaim UFO tampak di negara mereka. Negara tersebut di antaranya Brasil dan Uruguay.


Pemerintah Argentina meminta tentara dan piliot sipil untuk melapor bila melihat UFO, jika memungkinkan memotret dan mengirimkannya ke Angkatan Udara Argentina.


Pada pertengahan Desember lalu, militer Selandia Baru kemarin merilis ratusan laporan rahasia soal penampakan yang diklaim sebagai obyek terbang tak dikenal (UFO) dan perjumpaan dengan alien. Dokumen bertanggal 1954 hingga 2009 itu dirilis di bawah hukum keterbukaan informasi setelah Departemen Pertahanan Selandia Baru menghapus materi nama-nama dan identitas lainnya.


Dalam dokumen setebal 2.000 halaman, masyarakat, personel militer, dan pilot-pilot komersial mengaku berjumpa dengan makhluk luar angkasa, mayoritas melibatkan sinar-sinar yang bergerak di langit.


source: Tempointeraktif