Rabu, 18 Mei 2011

Penampakan Gambar Hantu Pocong di Taiping?

0 komentar

Waktu petang ataupun senja memang tak elok kalau duduk di luar rumah. Kata orang tua, time tu lah hantu berkeliaran. Pemandangan matahari terbenam memang cantik
Gambar hantu kali ini dikirimkan oleh Cik Nadia. Berikut adalah teks yang disertakan sekali bersama gambar ini:
disini saya nak share satu gmbar yang saya peroleh dari rakan sekerja saya. dia telah pergi ke taiping dalam hujung tahun 2010. gambar di ditangkap sewaktu maghrib. time tu boyfriend dia yang drive and dia yang tengah duduk kat passenger seat saje2 nak snap gmbar. katanya pemandangan petang tu cantik sangat. tapi selepas snap gambar tu, dia perasan sesuatu yang agak pelik. saya dah highlight kan dengan bulatan merah. boleh korang tolong tafsirkan tak. coz saya pun tak pasti objek apa. atau itu hanya ilusi optik sebab keadaan jalan pun macam beralun. kalau korang rajin, analisis sekali gmbar ni sebab kata boyfriend dia kat bawah objek hitam yang terbang tu macam ada pocong. tapi saya tak nampak pulak. ape2 pun terima kasih korang.
Ok mengikut penelitian saya, gambar ini diambil menggunakan kamera telefon (Sony Ericsson K770i) dengan lensa CMOS pada bukaan 1/8 saat. Bukaan yang agak lama ini tambah dengan keadaan kereta yang bergoyang menyebabkan gambar jadi blur. Kalau kita tengok dengan teliti 'penampakkan' dalam bulatan itu adalah selari dengan lengkok pada garisan jalanraya.
Objek hitam tersebut adalak pokok yang kabur. Dan kat bawah sikit tu.. wallahualam.

Terima kasih kepada Cik Nadia.
Teruskan menghantar gambar hantu anda kepada kami.

Selasa, 17 Mei 2011

kebiasaan aneh dan lucu di suatu negara

0 komentar





THAILAND :





  Dilarang keluar rumah tanpa mengenakan celana dalam.



FILIPINA :













Untuk mengurangi tingkat kemacatan lalu lintas kota Manila , ditetapkan bahwa :

Kendaraan bernomor akhir 1 atau 2 tidak diizinkan beroperasi di hari Senin.

Sedangkan angka 3 & 4 tidak boleh di hari Selasa, 5 & 6 tidak
boleh di hari Rabu, 7 & 8 tidak boleh di hari Kamis, 9 & 0 tidak
boleh di hari Jumat. Peraturan ini berlaku sejak pukul 07.00 pagi
setiap harinya.






SWISS :



a. Dilarang berkebun di hari minggu. Alasannya : BERISIK!!!

b. Walau warga Swiss dilarang menjual, membeli, menyelundupkan, dan
memproduksi minuman beralkohol, tapi mereka diizinkan untuk
mengkonsumsinya.




SWEDIA :





Dilarang mengecat rumah tanpa ijin dari pemerintah dan harus menggunakan
cat yang sudah mendapat sertifikat / ijin dari pemerintah.



KOREA SELATAN :





Para polisi wajib melaporkan jumlah uang suap yang mereka terima dari para pengendara yang mereka tilang.




SINGAPURA :



a. Dilarang menjual Permen karet di Singapura.

b. Dilarang berjalan tanpa busana (bugil)

c. Tidak menyiram setelah buang air di toilet, dapat dikenakan denda.

d. Jika Anda tertangkap basah meludah sebanyak 3X, Anda diwajibkan
membersihkan jalan di hari Minggu dengan menenteng tulisan di dada “I am
a Litterer” (Saya seorang Peludah)

e. Dilarang pipis di dalam lift / elevator.




UNITED KINGDOM :







a. Dilarang menjual sayuran di hari minggu (kecuali wortel).

b. Wanita dilarang makan coklat di tempat umum.

c. Mengambil barang yang dibuang, dapat diancam hukuman Pidana Terorisme.




MEKSIKO :



a. Wanita yang bekerja di kantor pemerintahan dilarang mengenakan rok
mini atau pakaian yang dapat “memprovokasi” rekan kerja selama jam
kerja.

b. Dilarang memaki di tempat umum.




ITALIA :



a. Pria yang mengenakan rok mini di tempat umum dikenakan hukuman kurungan.

b. Memukul orang dengan kepalan tangan diancam hukum pidana
penganiayaan. Tapi menghajar orang dengan meja dan kursi dapat dianggap
membela diri.




 AUSTRALIA :



a. Anak-anak berusia di atas 18 tahun (dibawah 21) dilarang membeli rokok, tapi diizinkan merokok.

b. Dilarang mengangkat telepon pada deringan pertama.

c. Hanya Petugas Listrik berizin yang boleh mengganti lampu rumah.

d. Dilarang mengenakan celana Hot Pink di hari minggu.




YUNANI :





Dilarang mengenakan topi di stadium olahraga, karena dapat mengganggu pandangan orang lain.




CHINA :



Hanya anak cerdas yang boleh kuliah (dan ini harus bisa dibuktikan dengan ijazah ujian Negara yang diterimanya) .




KANADA :



a. Dilarang mencopot plester luka di tempat umum.

b. Dilarang menyirami tananam di kebun saat sedang hujan.

c. Dilarang pipis di semua tempat di Kanada (kecuali toilet rumah Anda sendiri).

d. Dilarang memanjat pohon.




PERANCIS :



a. Dilarang berciuman di kereta bawah tanah.

b. Dilarang menamai babi peliharaan Anda “Napoleon”.




ISRAEL :



a. Dilarang memelihara babi di tanah Israel . Orang yang melakukannya akan ditembak mati.

b. Dilarang ngupil di hari Sabat (Sabtu / Minggu).

c. Dilarang naik sepeda, kecuali punya izin mengendarai sepeda.




AMERIKA :



1. ARIZONA :

a. Pemerintah Arizona melarang para pemburu melakukan aktivitas
pemburuan onta di Arizona. (Masalahnya : Onta tidak hidup / tidak ada di
Arizona. Lalu buat apa memberlakukan undang-undang itu?)

b. Dilarang menirukan gaya Pendeta / Pastor setempat.

c. Dilarang mengendarai mobil tanpa sepatu.

d. Dilarang bermain domino di hari Minggu.

e. Dilarang memakai kumis palsu di gereja.

f. Hukuman mati diberlakukan bagi siapapun yang menaburkan garam di atas rel kereta api.

g. Dilarang mengendarai mobil dengan mata tertutup.


2. ALASKA :

a. Dilarang memfoto beruang yang lagi tidur.

b. Dilarang mengikat anjing peliharaan di atas kap / atap mobil.

c. Dilarang memberi minum bir pada rusa.

d. Dilarang berjalan-jalan sambil membawa busur dan anak panah.


3. ARKANSAS :

a. Pria diizinkan memukuli istrinya, tapi tidak boleh lebih dari 1 kali sebulan.

b. Dilarang memelihara buaya di dalam bathtub.

c. Pria dan wanita yang ketahuan saling menggoda di tengah jalan, akan dikenakan 30 hari penjara.

d. Dilarang membawa sapi berjalan-jalan di jalan utama setelah lewat jam 1 dini hari di hari Minggu.


4. CALIFORNIA :

a. Binatang peliharaan dilarang dibiarkan berhubungan intim di sekitar lokasi sekolah, taman, dan tempat ibadah.

b. Wanita dilarang mengendarai mobil mengenakan daster.

c. Mobil tanpa pengemudi dilarang ngebut di jalan.

d. Dilarang bersepeda di kolam renang.

e. Dilarang mengenakan sepatu boot koboi, kecuali Anda memelihara sapi minimal 2 ekor.

f. Dilarang memelihara binatang berwarna hijau dan berbau menyengat.

g. Dilarang bermain bowling di trotoar.


5. COLORADO :

a. Dilarang berdebat dengan polisi, kecuali kendaraan Anda dihentikan olehnya.

b. Dilarang mendirikan bangunan di tengah jalan.


6. CONNECTICUT

a. Dilarang mengendarai sepeda dengan kecepatan lebih dari 90 km / jam.

b. Pria dilarang mencium istrinya di hari Minggu.

c. Mobil pemadam kebakaran tidak diizinkan ngebut lebih dari 40 km / jam, walau sedang menuju ke lokasi kebakarang sekalipun.

d. Penata rias / kecantikan dilarang bersiul, berdendang, ataupun bernyanyi saat melayani pelanggan.


7. FLORIDA :

a. Konstitusi Negara menjamin babi-babi hamil bebas dari ancaman penjara, untuk tindakan apapun yang mereka lakukan.

b. Denda akan diberikan pada wanita yang tertidur saat rambutnya di-hair dryer, kecuali dia adalah pemilik salon.

c. Dilarang bernyanyi di depan umum sambil mengenakan pakaian renang.

d. Dilarang kentut di tempat umum setelah jam 6 sore.

e. Dilarang memecahkan piring dan gelas lebih dari 3 buah sehari.


8. NEW YORK :

a. Dilarang menyapa orang sambil ngupil.

b. Dilarang mengenakan sandal setelah lewat jam 10 malam.

c. Pria dilarang keluar dengan mengenakan jaket dan celana yang gak matching.

d. Pria dilarang keluar rumah topless (tidak mengenakan baju atasan).
(FYI : Ini adalah hukum tertua di New York karena telah diberlakukan
sejak tahun 1900.)

e. Dilarang menyeruput sup.

f. Dilarang makan sambil berenang di lautan.


9. WASHINGTON :

a. Dilarang menyusui anak di tempat umum.

b. Dilarang menari dan minum di waktu bersamaan



sumber : http://muslimshare.wordpress.com/2009/05/26/kebiasaan-aneh-dan-lucu-di-seluruh-negara/

Minggu, 15 Mei 2011

ilmuwan berhasil pindahkan cahaya

0 komentar







Ilmuwan Berhasil Pindahkan Cahaya – Memindahkan obyek dengan teleportasi
seperti dalam fiksi ilmiah ruang angkasa ternyata sudah dilakukan
ilmuwan meski sebatas memindahkan seberkas cahaya. Teleportasi terkait
dengan sifat dua partikel yang dapat disatukan sekalipun terpisah jauh.
Kedua partikel dapat berkomunikasi secara instan.



Untuk melakukan teleportasi cahaya, para peneliti yang dipimpin Noriyuki
Lee dari Universitas Tokyo menghancurkan partikel di satu tempat dan
menciptakan kembali di lokasi lain. Ini mirip dengan proses teleportasi
dalam film Star Trek yang menampakkan alat teleportasi memindai
seseorang, atom demi atom, menghancurkan, dan kemudian membangun kembali
orang dengan pola sama.



Lee dan tim memindahkan cahaya dengan “mengaitkan” satu paket cahaya
dengan separuh partikel lain, kemudian menghancurkan. Partikel yang
tersisa merekam “hubungan” dengan partikel lain tadi, termasuk informasi
tentang cahaya sehingga memungkinkan peneliti untuk membangun kembali
cahaya dengan konfigurasi persis di tempat lain.





Jumat, 13 Mei 2011

ATLANTIS SEBUAH MISTERI YANG ABADI

0 komentar

Mitos tentang Peradaban Atlantis pertama kali dicetuskan oleh seorang
filsafat Yunani kuno bernama Plato (427 – 347 SM) dalam buku Critias
dan Timaeus




Dalam buku Timaeus Plato menceritakan bahwa dihadapan selat Mainstay
Haigelisi, ada sebuah pulau yang sangat besar, dari sana kalian dapat
pergi ke pulau lainnya,

di depan pulau-pulau itu adalah seluruhnya daratan yang dikelilingi laut
samudera, itu adalah kerajaan Atlantis. Ketika itu Atlantis baru akan
melancarkan perang besar dengan Athena, namun di luar dugaan Atlantis
tiba-tiba mengalami gempa bumi dan banjir, tidak sampai sehari semalam,
tenggelam sama sekali di dasar laut, negara besar yang melampaui
peradaban tinggi, lenyap dalam semalam.


Dibagian lain pada buku Critias adalah adik sepupu dari Critias
mengisahkan tentang Atlantis. Critias adalah murid dari ahli filsafat
Socrates, tiga kali ia menekankan keberadaan Atlantis dalam dialog.
Kisahnya berasal dari cerita lisan Joepe yaitu moyang lelaki Critias,
sedangkan Joepe juga mendengarnya dari seorang penyair Yunani bernama
Solon (639-559 SM).

Solon adalah yang paling bijaksana di antara 7 mahabijak Yunani kuno,
suatu kali ketika Solon berkeliling Mesir, dari tempat pemujaan makam
leluhur mengetahui legenda Atlantis.




Garis besar kisah pada buku tersebut Ada sebuah daratan raksasa di
atas Samudera Atlantik arah barat Laut Tengah yang sangat jauh, yang
bangga dengan peradabannya yang menakjubkan. Ia menghasilkan emas dan
perak yang tak terhitung banyaknya. Istana dikelilingi oleh tembok emas
dan dipagari oleh dinding perak. Dinding tembok dalam istana bertahtakan
emas, cemerlang dan megah. Di sana, tingkat perkembangan

peradabannya memukau orang. Memiliki pelabuhan dan kapal dengan
perlengkapan yang sempurna, juga ada benda yang bisa membawa orang
terbang. Kekuasaannya tidak hanya terbatas di Eropa, bahkan jauh sampai
daratan Afrika. Setelah dilanda gempa dahsyat,

tenggelamlah ia ke dasar laut beserta peradabannya, juga hilang dalam ingatan orang-orang.




Jika dibaca dari sepenggal kisah diatas maka kita akan berpikiran
bahwa Atlantis merupakan sebuah peradaban yang sangat memukau. Dengan
teknologi dan ilmu pengetahuan pada waktu itu sudah menjadikannya sebuah
bangsa yang besar dan mempunyai kehidupan yang makmur.

Tapi kemudian saya mempunyai pertanyaan, apakah itu hanya sebuah cerita
untuk pengantar tidur pada jamannya Plato atau memang Plato mempunyai
bukti2 kuat dan otentik bahwa atlantis itu benar-benar pernah ada dalam
kehidupan di bumi ini?


Terdapat beberapa catatan tentang usaha para ilmuwan dan orang-orang
dalam pencarian untuk membuktikan bahwa Atlantis itu benar-benar pernah
ada.


Menurut perhitungan versi Plato waktu tenggelamnya kerajaan Atlantis,
kurang lebih 11.150 tahun yang silam. Plato pernah beberapa kali
mengatakan, keadaan kerajaan Atlantis diceritakan turun-temurun. Sama
sekali bukan rekaannya sendiri. Plato bahkan pergi ke Mesir minta
petunjuk biksu dan rahib terkenal setempat waktu itu. Guru Plato yaitu
Socrates ketika membicarakan tentang kerajaan Atlantis juga menekankan,
karena hal itu adalah nyata, nilainya jauh lebih kuat dibanding kisah
yang direkayasa.


Jika semua yang diutarakan Plato memang benar-benar nyata, maka sejak
12.000 tahun silam, manusia sudah menciptakan peradaban. Namun di
manakah kerajaan Atlantis itu? Sejak ribuan tahun silam orang-orang
menaruh minat yang sangat besar terhadap hal ini. Hingga abad ke-20
sejak tahun 1960-an, laut Bermuda yang terletak di bagian barat Samudera
Atlantik, di kepulauan Bahama, dan laut di sekitar kepulauan Florida
pernah berturut-turut diketemukan keajaiban yang menggemparkan dunia.


Suatu hari di tahun 1968, kepulauan Bimini di sekitar Samudera
Atlantik di gugusan Pulau Bahama, laut tenang dan bening bagaikan kaca
yang terang, tembus pandang hingga ke dasar laut. Beberapa penyelam
dalam perjalanan kembali ke kepulauan Bimini, tiba-tiba ada yang
menjerit kaget. Di dasar laut ada sebuah jalan besar! Beberapa penyelam
secara bersamaan terjun ke bawah, ternyata memang ada sebuah jalan besar
membentang tersusun dari batu raksasa. Itu adalah sebuah jalan besar
yang dibangun dengan menggunakan batu persegi panjang dan poligon, besar
kecilnya batu

dan ketebalan tidak sama, namun penyusunannya sangat rapi, konturnya
cemerlang. Apakah ini merupakan jalan posnya kerajaan Atlantis?


Awal tahun ‘70-an disekitar kepulauan Yasuel Samudera Atlantik,
sekelompok peneliti telah mengambil inti karang dengan mengebor pada
kedalaman 800 meter di dasar laut, atas ungkapan ilmiah, tempat itu
memang benar-benar sebuah daratan pada 12.000 tahun silam. Kesimpulan
yang ditarik atas dasar teknologi ilmu pengetahuan, begitu mirip seperti
yang dilukiskan Plato! Namun, apakah di sini tempat tenggelamnya
kerajaan Atlantis?


Tahun 1974, sebuah kapal peninjau laut Uni Soviet telah membuat 8
lembar foto yang jika disarikan membentuk sebuah bangunan kuno mahakarya
manusia. Apakah ini dibangun oleh orang Atlantis?


Tahun 1979, ilmuwan Amerika dan Perancis dengan peranti instrumen
yang sangat canggih menemukan piramida di dasar laut “segitiga maut”
laut Bermuda.

Panjang piramida kurang lebih 300 meter, tinggi kurang lebih 200 meter,
puncak piramida dengan permukaan samudera hanya berjarak 100 meter,
lebih besar dibanding piramida Mesir. Bagian bawah piramida terdapat dua
lubang raksasa, air laut dengan kecepatan yang menakjubkan mengalir di
dasar lubang.

Piramida besar ini, apakah dibangun oleh orang-orang Atlantis? Pasukan
kerajaan Atlan pernah menaklukkan Mesir, apakah orang Atlantis membawa
peradaban piramida ke Mesir? Benua Amerika juga terdapat piramida,
apakah berasal dari Mesir atau berasal dari kerajaan Atlantis?


Tahun 1985, dua kelasi Norwegia menemukan sebuah kota kuno di bawah
areal laut “segitiga maut”. Pada foto yang dibuat oleh mereka berdua,
ada dataran, jalan

besar vertikal dan horizontal serta lorong, rumah beratap kubah,
gelanggang aduan (binatang), kuil, bantaran sungai dll. Mereka berdua
mengatakan mutlak percaya terhadap apa yang mereka temukan itu adalah
Benua Atlantis seperti yang dilukiskan oleh Plato. Benarkah itu?





Yang lebih menghebohkan lagi adalah penelitian yang dilakukan oleh
Aryso Santos, seorang ilmuwan asal Brazil. Santos menegaskan bahwa
Atlantis itu adalah wilayah yang sekarang ini disebut Indonesia.

Dalam penelitiannya selama 30 tahun yang ditulis dalam sebuah buku
“Atlantis, The Lost Continent Finally Found, The Definitifve
Localization of Plato’s Lost Civilization” dia menampilkan 33
perbandingan, seperti luas wilayah, cuaca, kekayaan alam, gunung berapi,
dan cara bertani, yang akhirnya menyimpulkan bahwa Atlantis itu adalah
Indonesia. Sistem terasisasi sawah yang khas Indonesia, menurutnya,
ialah bentuk yang diadopsi oleh Candi Borobudur, Piramida di Mesir, dan
bangunan kuno Aztec di Meksiko.


Santos menetapkan bahwa pada masa lalu Atlantis itu merupakan benua
yang membentang dari bagian selatan India, Sri Lanka, Sumatra, Jawa,
Kalimantan, terus ke arah timur dengan Indonesia (yang sekarang) sebagai
pusatnya. Di wilayah itu terdapat puluhan gunung berapi yang aktif dan
dikelilingi oleh samudera yang menyatu bernama Orientale, terdiri dari
Samudera Hindia dan Samudera Pasifik.




Sedangkan menurut Plato Atlantis merupakan benua yang hilang akibat
letusan gunung berapi yang secara bersamaan meletus. Pada masa itu
sebagian besar bagian dunia masih diliput oleh lapisan-lapisan es (era
Pleistocene). Dengan meletusnya berpuluh-puluh gunung berapi secara
bersamaan yang sebagian besar terletak di wilayah Indonesia (dulu) itu,
maka tenggelamlah sebagian benua dan diliput oleh air asal dari es yang
mencair. Di antaranya letusan gunung Meru di India Selatan dan gunung
Semeru/Sumeru/Mahameru di Jawa Timur. Lalu letusan gunung berapi di
Sumatera yang membentuk Danau Toba dengan pulau Somasir, yang merupakan
puncak gunung yang meletus pada saat itu. Letusan yang paling dahsyat di
kemudian hari adalah gunung Krakatau (Krakatoa) yang memecah bagian
Sumatera dan Jawa dan lain-lainnya serta membentuk selat dataran Sunda.


Santos berbeda dengan Plato mengenai lokasi Atlantis. Ilmuwan Brazil
itu berargumentasi, bahwa pada saat terjadinya letusan berbagai gunung
berapi itu, menyebabkan lapisan es mencair dan mengalir ke samudera
sehingga luasnya bertambah. Air dan lumpur berasal dari abu gunung
berapi tersebut membebani samudera dan dasarnya, mengakibatkan tekanan
luar biasa kepada kulit bumi di dasar samudera, terutama pada pantai
benua. Tekanan ini mengakibatkan gempa. Gempa ini diperkuat lagi oleh
gunung-gunung yang meletus kemudian secara beruntun dan menimbulkan
gelombang tsunami yang dahsyat. Santos menamakannya Heinrich Events.


Dalam usaha mengemukakan pendapat mendasarkan kepada sejarah dunia,
tampak Plato telah melakukan dua kekhilafan, pertama mengenai
bentuk/posisi bumi yang katanya datar. Kedua, mengenai letak benua
Atlantis yang katanya berada di Samudera Atlantik yang ditentang oleh
Santos. Penelitian militer Amerika Serikat di wilayah Atlantik terbukti
tidak berhasil menemukan bekas-bekas benua yang hilang itu. Oleh karena
itu tidaklah semena-mena ada peribahasa yang berkata, “Amicus Plato, sed
magis amica veritas.” Artinya,”Saya senang kepada Plato tetapi saya
lebih senang kepada kebenaran.”


Namun, ada beberapa keadaan masa kini yang antara Plato dan Santos
sependapat. Yakni pertama, bahwa lokasi benua yang tenggelam itu adalah
Atlantis dan oleh Santos dipastikan sebagai wilayah Republik Indonesia.
Kedua, jumlah atau panjangnya mata rantai gunung berapi di Indonesia. Di
antaranya ialah Kerinci, Talang, Krakatoa, Malabar, Galunggung,
Pangrango, Merapi, Merbabu, Semeru, Bromo, Agung, Rinjani. Sebagian dari
gunung itu telah atau sedang aktif kembali.


Ini ada lagi yang lebih unik dari Santos dan kawan-kawan tentang
usaha untuk menguak misteri Atlantis. Sarjana Barat secara kebetulan
menemukan seseorang yang mampu mengingat kembali dirinya sebagai orang
Atlantis di kehidupan sebelumnya “Inggrid Benette”. Beberapa penggal
kehidupan dan kondisi sosial dalam ingatannya masih membekas, sebagai
bahan masukan agar bisa merasakan secara gamblang peradaban tinggi
Atlantis. Dan yang terpenting adalah memberikan kita petunjuk tentang
mengapa Atlantis musnah. Di bawah ini adalah ingatan Inggrid Bennette.


Kehidupan yang Dipenuhi Kecerdasan

Dalam kehidupan sebelumnya di Atlantis, saya adalah seorang yang
berpengetahuan luas, dipromosikan sebagai kepala energi wanita
“Pelindung Kristal” (setara dengan seorang kepala pabrik pembangkit
listrik sekarang). Pusat energi ini letaknya pada sebuah ruang luas yang
bangunannya beratap lengkung. Lantainya dari pasir dan batu tembok, di
tengah-tengah kamar sebuah kristal raksasa diletakkan di atas alas dasar
hitam. Fungsinya adalah menyalurkan energi ke seluruh kota. Tugas saya
melindungi kristal tersebut. Pekerjaan ini tak sama dengan sistem
operasional pabrik sekarang, tapi dengan menjaga keteguhan dalam hati,
memahami jiwa sendiri, merupakan bagian penting dalam pekerjaan, ini
adalah sebuah instalasi yang dikendalikan dengan jiwa. Ada seorang
lelaki yang cerdas dan pintar, ia adalah “pelindung” kami, pelindung
lainnya wanita.


Rambut saya panjang berwarna emas, rambut digelung dengan benda
rajutan emas, persis seperti zaman Yunani. Rambut disanggul tinggi,
dengan gulungan bengkok jatuh bergerai di atas punggung. Setiap hari
rambutku ditata oleh ahli penata rambut, ini adalah sebagian pekerjaan
rutin. Filsafat yang diyakini orang Atlantis adalah bahwa “tubuh
merupakan kuilnya jiwa”, oleh karena itu sangat memperhatikan kebersihan
tubuh dan cara berbusana, ini merupakan hal yang utama dalam kehidupan.
Saya mengenakan baju panjang tembus pandang, menggunakan daun pita emas
yang diikat di pinggang belakang setelah disilang di depan dada. Lelaki
berpakaian rok panjang juga rok pendek, sebagian orang memakai topi,
sebagian tidak, semuanya dibuat dengan bahan putih bening yang sama.
Seperti pakaian seragam, namun di masa itu, sama sekali tidak dibedakan,
mengenakan ini hanya menunjukkan sebuah status, melambangkan kematangan
jiwa raga kita. Ada juga yang mengenakan pakaian warna lain, namun dari
bahan bening yang sama, mereka mengenakan pakaian yang berwarna karena
bertujuan untuk pengobatan. Hubungannya sangat besar dengan
ketidakseimbangan pusat energi tubuh, warna yang spesifik memiliki
fungsi pengobatan.


Berkomunikasi dengan Hewan

Saya sering pergi mendengarkan nasihat lumba-lumba. Lumba-lumba hidup di
sebuah tempat yang dibangun khusus untuk mereka. Sebuah area danau
besar yang indah, mempunyai undakan raksasa yang menembus ke tengah
danau. Pilar dua sisi undakan adalah tiang yang megah, sedangkan area
danau dihubungkan dengan laut melalui terusan besar. Di siang hari
lumba-lumba berenang di sana, bermain-main, setelah malam tiba kembali
ke lautan luas. Lumba-lumba bebas berkeliaran, menandakan itu adalah
tempat yang sangat istimewa. Lumba-lumba adalah sahabat karib dan
penasihat kami. Mereka sangat pintar, dan merupakan sumber keseimbangan
serta keharmonisan masyarakat kami. Hanya sedikit orang pergi
mendengarkan bahasa intelek lumba-lumba. Saya sering berenang bersama
mereka, mengelus mereka, bermain-main dengan mereka, serta mendengarkan
nasihat mereka. Kami sering bertukar pikiran melalui telepati. Energi
mereka membuat saya penuh vitalitas sekaligus memberiku kekuatan. Saya
dapat berjalan-jalan sesuai keinginan hati, misalnya jika saya ingin
pergi ke padang luas yang jauh jaraknya, saya memejamkan mata dan
memusatkan pikiran pada tempat tersebut. Akan ada suatu suara “wuung”
yang ringan, saya membuka mata, maka saya sudah berada di tempat itu.


Saya paling suka bersama dengan Unicorn (kuda terbang). Mereka sama
seperti kuda makan rumput di padang belantara. Unicorn memiliki sebuah
tanduk di atas kepalanya, sama seperti ikan lumba-lumba, kami kontak
lewat hubungan telepati. Secara relatif, pikiran Unicorn sangat polos.
Kami acap kali bertukar pikiran, misalnya, “Aku ingin berlari cepat”.
Unicorn akan menjawab: “Baiklah”. Kita lari bersama, rambut kami
berterbangan tertiup angin. Jiwa mereka begitu tenang, damai menimbulkan
rasa hormat. Unicorn tidak pernah melukai siapa pun, apalagi mempunyai
pikiran atau maksud jahat, ketika menemui tantangan sekalipun akan tetap
demikian.


Saya sering kali merasa sedih pada orang zaman sekarang, sebab sama
sekali tidak percaya dengan keberadaan hewan ini, ada seorang pembina
jiwa mengatakan kepadaku: “Saat ketika kondisi dunia kembali pada
keseimbangan dan keharmonisan, semua orang saling menerima, saling
mencintai, saat itu Unicorn akan kembali”.


Lingkungan yang Indah Permai

Di timur laut Atlantis terdapat sebidang padang rumput yang sangat luas.
Padang rumput ini menyebarkan aroma wangi yang lembut, dan saya suka
duduk bermeditasi di sana. Aromanya begitu hangat. Kegunaan dari bunga
segar sangat banyak, maka ditanam secara luas. Misalnya, bunga yang
berwarna biru dan putih ditanam bersama, ini bukan saja sangat menggoda
secara visual, sangat dibutuhkan buat efektivitas getaran. Padang rumput
ini dirawat oleh orang yang mendapat latihan khusus dan berkualitas
tinggi serta kaya pengetahuan. “Ahli ramuan” mulai merawat mereka sejak
tunas, kemudian memetik dan mengekstrak sari pati kehidupannya.


Di lingkungan kerja di Atlantis, jarang ada yang berposisi rendah.
Serendah apa pun pekerjaannya, tetap dipandang sebagai anggota penting
di dalam masyarakat kami. Masyarakat terbiasa dengan menghormati dan
memuji kemampuan orang lain. Yang menanam buah, sayur-mayur, dan penanam
jenis kacang-kacangan juga hidup di timur laut. Sebagian besar adalah
ahli botani, ahli gizi dan pakar makanan lainnya. Mereka bertanggung
jawab menyediakan makanan bagi segenap peradaban kami.




Sebagian besar orang ditetapkan sebagai pekerja fisik, misalnya
tukang kebun dan tukang bangunan. Hal itu akan membuat kondisi tubuh
mereka tetap stabil. Sebagian kecil dari mereka mempunyai kecerdasan,
pengaturan pekerjaan disesuaikan dengan tingkat perkembangan kecerdasan
mereka. Orang Atlantis menganggap, bahwa pekerjaan fisik lebih
bermanfaat, ini membuat emosi (perasaan) mereka mendapat keseimbangan,
marah dan suasana hati saat depresi dapat diarahkan secara konstruktif,
lagi pula tubuh manusia terlahir untuk pekerjaan fisik, hal tersebut
telah dibuktikan. Namun, selalu ada pengecualian, misalnya lelaki yang
kewanitaan atau sebaliknya, pada akhirnya, orang pintar akan membimbing
orang-orang ini bekerja yang sesuai dengan kondisi mereka. Setiap orang
akan menuju ke kecerdasan, berperan sebagai tokoh sendiri, semua ini
merupakan hal yang paling mendasar.




Seluruh kehidupan Atlantis merupakan himpunan keharmonisan yang tak
terikat secara universal bagi tumbuh-tumbuhan, mineral, hewan dan
sayur-mayur. Setiap orang merupakan partikel bagiannya, setiap orang
tahu, bahwa pengabdian mereka sangat dibutuhkan. Di Atlantis tidak ada
sistem keuangan, hanya ada aktivitas perdagangan. Kami tidak pernah
membawa dompet atau kunci dan sejenisnya. Jarang ada keserakahan atau
kedengkian, yang ada hanya kebulatan tekad.


Teknologi yang Tinggi

Di Atlantis ada sarana terbang yang modelnya mirip “piring terbang”
(UFO), mereka menggunakan medan magnet mengendalikan energi perputaran
dan pendaratan, sarana hubungan jenis ini biasa digunakan untuk
perjalanan jarak jauh. Perjalanan jarak pendek hanya menggunakan katrol
yang dapat ditumpangi dua orang. Ia mempunyai sebuah mesin yang mirip
seperti kapal hidrofoil, prinsip kerja sama dengan alat terbang, juga
menggunakan medan energi magnet. Yang lainnya seperti makanan, komoditi
rumah tangga atau barang-barang yang berukuran besar, diangkut dengan
cara yang sama menggunakan alat angkut besar yang disebut “Subbers.”


Atlantis adalah sebuah peradaban yang sangat besar, kami
berkomunikasi menggunakan kapal untuk menyiarkan berita ke berbagai
daerah. Sebagian besar informasi diterima oleh “orang pintar” melalui
respons batin, mereka memiliki kemampuan menerima dengan cara yang
istimewa, ini mirip dengan stasiun satelit penerima, dan sangat akurat.
Maka, pekerjaan mereka adalah duduk dan menerima informasi yang
disalurkan dari tempat lain. Sebenarnya, dalam pekerjaan, cara saya
mengoperasikan kristal besar, juga dikerjakan melalui hati.


Pengobatan yang Maju

Dalam peradaban ini, tidak ada penyakit yang parah. Metode pengobatan
yang digunakan, semuanya menggunakan kristal, warna, musik, wewangian
dan paduan ramuan, dengan mengembangkan efektivitas pengobatan secara
keseluruhan.


Pusat pengobatan adalah sebuah tempat yang banyak kamarnya. Saat
penderita masuk, sebuah warna akan dicatat di tembok. Lalu pasien
diarahkan ke sebuah kamar khusus untuk menentukan pengobatan. Di kamar
pertama, asisten yang terlatih baik dan berpengetahuan luas tentang
pengobatan akan mendeteksi frekwensi getaran pada tubuh pasien.
Informasi dialihkan ke kamar lainnya. Di kamar tersebut, sang pasien
akan berbaring di atas granit yang datar, sedangkan asisten lainnya akan
mengatur rancangan pengobatan yang sesuai untuk pasien.


Setelah itu, kamar akan dipenuhi musik terapi, kristal khusus akan
diletakkan di pasien. Seluruh kamar penuh dengan wewangian yang lembut,
terakhir akan tampak sebuah warna. Selanjutnya, pasien diminta merenung,
agar energi pengobatan meresap ke dalam tubuh. Dengan demikian, semua
indera yang ada akan sehat kembali, “warna” menyembuhkan indera
penglihatan, “aroma tumbuh-tumbuhan” menyembuhkan indera penciuman,
“musik yang merdu” menyembuhkan indera pendengaran, dan terakhir, “air
murni” menyembuhkan indera perasa. Saat meditasi selesai, harus minum
air dari tabung. Energinya sangat besar, bagaikan seberkas sinar,
menyinari tubuh dari atas hingga ke bawah. Seluruh tubuh bagai telah
terpenuhi. Teknik pengobatan selalu berkaitan dengan “medan magnet” dan
“energi matahari” , sekaligus merupakan pengobatan secara fisik dan
kejiwaan.


Pendidikan Anak yang Ketat

Saat bayi masih dalam kandungan, sudah diberikan suara, musik serta
bimbingan kecerdasan pada zaman itu. Semasa dalam kandungan, “orang
pintar” akan memberikan pengarahan kepada orang tua sang calon anak.
Sejak sang bayi lahir, orang tua merawat dan mendidiknya di rumah,
menyayangi dan mencintai anak mereka. Di siang hari, anak-anak akan
dititipkan di tempat penitipan anak, mendengar musik di sana, melihat
getaran warna dan cerita-cerita yang berhubungan dengan cara berpikiran
positif dan kisah bertema filosofis.


Pusat pendidikan anak, terdapat di setiap tempat. Anak-anak dididik
untuk menjadi makhluk hidup yang memiliki inteligensi sempurna. Belajar
membuka pikiran, agar jasmani dan rohani mereka bisa bekerja sama. Di
tahap perkembangan anak, orang pintar memegang peranan yang sangat
besar, pendidik mempunyai posisi terhormat dalam masyarakat Atlantis,
biasanya baru bisa diperoleh ketika usia mencapai 60-120 tahun,
tergantung pertumbuhan inteligensi. Dan merupakan tugas yang didambakan
setiap orang.


Di seluruh wilayah, setiap orang menerima pendidikan sejak usia 3
tahun. Mereka menerima pendidikan di dalam gedung bertingkat. Di depan
gedung sekolah terdapat lambang pelangi, pelangi adalah lambang pusat
bimbingan. Pelajaran utamanya adalah mendengar dan melihat. Sang murid
santai berbaring atau duduk, sehingga ruas tulang belakang tidak
mengalami tekanan. Metode lainnya adalah merenung, mata ditutup dengan
perisai mata, dalam perisai mata ditayangkan berbagai macam warna. Pada
kondisi merenung, metode visualisasi seperti ini sangat efektif.
Bersamaan itu juga diberi pita kaset bawah sadar. Saat tubuh dan otak
dalam keadaan rileks, pengetahuan mengalir masuk ke bagian memori otak
besar. Ini merupakan salah satu metode belajar yang paling efektif,
sebab ia telah menutup semua jalur informasi yang dapat mengalihkan
perhatian. “Orang pintar” membimbing si murid, tergantung tingkat
kemampuan menyerap sang anak, dan memudahkan melihat bakat tertentu yang
dimilikinya. Dengan begini, setiap anak memiliki kesempatan yang sama
mengembangkan potensinya.


Pemikiran maju yang positif dan frekwensi getaran merupakan kunci
utama dalam masa belajar dan meningkatkan/mendorong wawasan sanubari
terbuka. Semakin tinggi tingkat frekwensi getaran pada otak, maka
frekwensi getaran pada jiwa semakin tinggi. Semakin positif kesadaran
inheren, maka semakin mencerminkan kesadaran ekstrinsik maupun kesadaran
terpendam. Ketika keduanya serasi, akan membuka wawasan dunia yang
positif: Jika keduanya tidak serasi, maka orang akan hanyut pada
keserakahan dan kekuasaan. Bagi orang Atlantis, mengendalikan daya pikir
orang lain adalah cara hidup yang tak beradab, dan ini tidak
dibenarkan.


Dalam buku sejarah kami, kami pernah merasa tidak aman dan tenang.
Karakter leluhur kami yang tak beradab masih saja mempengaruhi
masyarakat kami waktu itu. Misalnya, memilih binatang untuk percobaan.
Namun, kaidah inteligensi dengan keras melarang mencampuri kehidupan
orang lain. Meskipun kita tahu ada risikonya, namun kita tidak boleh
memaksa atau menghukum orang lain, sebab setiap orang harus bertanggung
jawab atas perkembangan sanubarinya sendiri. Pada masyarakat itu, rasa
tidak aman adalah demi untuk mendapatkan keamanan. Filsafat seperti ini
sangat baik, dan sangat dihormati orang-orang ketika itu, ia adalah
pelindung kami.


Kiamat yang Melanda Atlantis

Saya tidak bersuami. Pada waktu itu, orang-orang tidak ada ikatan
perkawinan. Jika Anda bermaksud mengikat seseorang, maka akan
melaksanakan sebuah upacara pengikatan. Pengikatan tersebut sama sekali
tidak ada efek hukum atau kekuatan yang mengikat, hanya berdasarkan pada
perasaan hati. Kehidupan seks orang Atlantis sangat dinamis untuk
mempertahankan kesehatan. Saya memutuskan hidup bersamanya berdasarkan
kesan akan seks, inteligensi dan daya tarik. Di masa itu, seks merupakan
sebuah bagian penting dalam kehidupan, seks sama pentingnya dengan
makan atau tidur. Ini adalah bagian dari “keberadaan hidup secara
keseluruhan”, lagi pula tubuh kami secara fisik tidak menampakkan usia
kami, umumnya kami dapat hidup hingga berusia 200 tahun lamanya.


Ada juga yang orang berhubungan seks dengan hewan, atau dengan
setengah manusia separuh hewan, misalnya, tubuh seekor kuda yang
berkepala manusia. Di saat itu, orang Atlantis dapat mengadakan
transplantasi kawin silang, demi keharmonisan manusia dan hewan pada
alam, namun sebagian orang melupakan hal ini, titik tolak tujuan mereka
adalah seks. Orang yang sadar mengetahui bahwa ini akan mengakibatkan
ketidakseimbangan pada masyarakat kami, orang-orang sangat cemas dan
takut terhadap hal ini, tetapi tidak ada tindakan preventif. Ini sangat
besar hubungannya dengan keyakinan kami, manusia memiliki kebebasan
untuk memilih, dan seseorang tidak boleh mengganggu pertumbuhan
inteligensi orang lain. Orang yang memilih hewan sebagai lawan main,
biasanya kehilangan keseimbangan pada jiwanya, dan dianggap tidak
matang.


Teknologi Maju yang Lalim

Pada masa kehidupan saya, kami tahu Atlantis telah sampai di pengujung
ajal. Di antara kami ada sebagian orang yang tahu akan hal ini, namun,
adalah sebagian besar orang sengaja mengabaikannya, atau tidak tertarik
terhadap hal ini. Unsur materiil telah kehilangan keseimbangan.
Teknologi sangat maju. Misalnya, polusi udara dimurnikan, suhu udara
disesuaikan. Majunya teknologi, hingga kami mulai mengubah komposisi
udara dan air. Terakhir ini menyebabkan kehancuran Atlantis.


Empat unsur pokok yakni: angin, air, api, dan tanah adalah yang
paling fundamental dari galaksi dan bumi kami ini, basis materiil yang
paling stabil. Mencoba menyatukan atau mengubah unsur pokok ini telah
melanggar hukum alam. Ilmuwan bekerja dan hidup di bagian barat
Atlantis, mereka “mengalah” pada keserakahan, demi kekuasaan dan
kehormatan pribadi bermaksud “mengendalikan” 4 unsur pokok. Kini alam
tahu, hal ini telah mengakibatkan kehancuran total. Mereka mengira
dirinya di atas orang lain, mereka berkhayal sebagai tokoh Tuhan, ingin
mengendalikan unsur pokok dasar pada bintang tersebut.


Menjelang Hari Kiamat

Ramalan “kiamat” pernah beredar secara luas, namun hanya orang yang
pintar dan yang mengikuti jalan spritual yang tahu penyebabnya. Akhir
dari peradaban kami hanya disebabkan oleh segelintir manusia! Ramalan
mengatakan: “Bumi akan naik, Daratan baru akan muncul, semua orang mulai
berjuang lagi. Hanya segelintir orang bernasib mujur akan hidup, mereka
akan menyebar ke segala penjuru di daratan baru, dan kisah Atlantis
akan turun-temurun, kami akan kembali ke masa lalu”. Menarik pelajaran,
Lumba-lumba pernah memberitahu kami hari “kiamat” akan tiba, kami tahu
saat-saat tersebut semakin dekat, sebab telah dua pekan tidak bertemu
lumba-lumba. Mereka memberitahu saat kami akan pergi ke sebuah tempat
yang tenang, dan menjaga bola kristal, lumba-lumba memberitahu kami
dapat pergi dengan aman ke barat.


Banyak orang meninggalkan Atlantis mencari daratan baru. Sebagian
pergi sampai ke Mesir, ada juga menjelang “kiamat” meninggalkan Atlantis
dengan kapal perahu, ke daratan baru yang tidak terdapat di peta.
Daratan-daratan ini bukan merupakan bagian dari peradaban kami, oleh
karena itu tidak dalam perlindungan kami. Banyak yang merasa kecewa dan
meninggalkan kami, aktif mencari lingkungan yang maju dan aman. Oleh
karenanya, Atlantis nyaris tidak ada pendatang. Namun, setelah
perjalanan segelintir orang hingga ke daratan yang “aneh”, mereka
kembali dengan selamat. Dan keadaan negerinya paling tidak telah memberi
tahu kami pengetahuan tentang kehidupan di luar Atlantis.


Saya memilih tetap tinggal, memastikan kristal energi tidak mengalami
kerusakan apa pun, hingga akhir. Kristal selalu menyuplai energi ke
kota. Saat beberapa pekan terakhir, kristal ditutup oleh pelindung
transparan yang dibuat dari bahan khusus. Mungkin suatu saat nanti, ia
akan ditemukan, dan digunakan sekali lagi untuk maksud baik. Saat
kristal ditemukan, ia akan membuktikan peradaban Atlantis, sekaligus
menyingkap misteri lain yang tak terungkap selama beberapa abad.




Saya masih tetap ingat hari yang terpanjang, hari terakhir, detik
terakhir, bumi kandas, gempa bumi, letusan gunung berapi, bencana
kebakaran. Lempeng bumi saling bertabrakan dengan keras. Bumi sedang
mengalami kehancuran, orang-orang di dalam atap lengkung bangunan
kristal bersikap menyambut saat kedatangannya. Jiwa saya sangat tenang.
Sebuah gedung berguncang keras. Saya ditarik seseorang ke atas tembok,
kami saling berpelukan. Saya berharap bisa segera mati. Di langit asap
tebal bergulung-gulung, saya melihat lahar bumi menyembur, kobaran api
merah mewarnai langit. Ruang dalam rumah penuh dengan asap, kami sangat
sesak. Lalu saya pingsan, selanjutnya, saya ingat roh saya terbang ke
arah terang. Saya memandang ke bawah dan terlihat daratan sedang
tenggelam. Air laut bergelora, menelan segalanya. Orang-orang lari ke
segala penjuru, jika tidak ditelan air dahsyat pasti jatuh ke dalam
kawah api. Saya mendengar dengan jelas suara jeritan. Bumi seperti
sebuah cerek air raksasa yang mendidih, bagai seekor binatang buas yang
kelaparan, menggigit dan menelan semua buruannya. Air laut telah
menenggelamkan daratan.




Sumber Kehancuran

Lewat ingatan Inggrid Benette, diketahui tingkat perkembangan teknologi
bangsa Atlantis, berbeda sekali dengan peradaban kita sekarang, bahkan
pengalamannya akan materiil berbeda dengan ilmu pengetahuan modern,
sebaliknya mirip dengan ilmu pengetahuan Tiongkok kuno, berkembang
dengan cara yang lain. Peradaban seperti ini jauh melampaui peradaban
sekarang. Mendengarnya saja seperti membaca novel fiktif. Bandingkan
dengan masa kini, kemampuan jiwa bangsa Atlantis sangat diperhatikan,
bahkan mempunyai kemampuan supernormal, mampu berkomunikasi dengan
hewan, yang diperhatikan orang sekarang adalah pintar dan berbakat,
dicekoki berbagai pengetahuan, namun mengabaikan kekuatan dalam.


Bangsa Atlantis mementingkan “inteligensi jiwa” dan “tubuh” untuk
mengembangkan seluruh potensi terpendam pada tubuh manusia, hal ini
membuat peradaban mereka bisa berkembang pesat dalam jangka panjang dan
penyebab utama tidak menimbulkan gejala ketidakseimbangan. Mengenai
punahnya peradaban Atlantis, layak direnungkan orang sekarang. Plato
menggambarkan kehancuran Atlantis dalam dialognya sebagai berikut:


“Hukum yang diterapkan Dewa Laut membuat rakyat Atlantis hidup
bahagia, keadilan Dewa Laut mendapat penghormatan tinggi dari seluruh
dunia, peraturan hukum diukir di sebuah tiang tembaga oleh raja-raja
masa sebelumnya, tiang tembaga diletakkan di tengah di dalam pulau kuil
Dewa Laut. Namun masyarakat Atlantis mulai bejat, mereka yang pernah
memuja dewa palsu menjadi serakah, maunya hidup enak dan menolak kerja
dengan hidup berfoya-foya dan serba mewah.”


Plato yang acap kali sedih terhadap sifat manusia mengatakan:

“Pikiran sekilas yang suci murni perlahan kehilangan warnanya, dan
diselimuti oleh gelora nafsu iblis, maka orang-orang Atlantis yang layak
menikmati keberuntungan besar itu mulai melakukan perbuatan tak
senonoh, orang yang arif dapat melihat akhlak bangsa Atlantis yang makin
hari makin merosot, kebajikan mereka yang alamiah perlahan-lahan
hilang, tapi orang-orang awam yang buta itu malah dirasuki nafsu, tak
dapat membedakan benar atau salah, masih tetap gembira, dikiranya semua
atas karunia Tuhan.”


Hancurnya peradaban disebabkan oleh segelintir manusia, banyak yang
tahu sebabnya, akan tetapi sebagian besar orang mengabaikannya, maka
timbul kelongsoran besar, dalam akhlak dan tidak dapat tertolong. Maka,
sejumlah kecil orang berbuat kesalahan tidak begitu menakutkan, yang
menakutkan adalah ketika sebagian besar orang “mengabaikan kesalahan”,
hingga “membiarkan perubahan” selanjutnya diam-diam “menyetujui
kejahatan”, tidak dapat membedakan benar dan salah, kabar terhadap
kesalahan mengakibatkan kesenjangan sifat manusia, moral masyarakat
merosot dahsyat, mendorong peradaban ke jalan buntu.


Kita sebagai orang modern, dapatlah menjadikan sejarah sebagai cermin
pelajaran, merenungi kembali ilmu yang kita kembangkan, yang mengenal
kehidupan hanya berdasarkan pengenalan yang objektif terhadap dunia
materi yang nyata, dan mengabaikan hakikat kehidupan dalam jiwa. Makna
kehidupan sejati, berangsur menjadi bisnis memenuhi nafsu materiil,
seperti ilmuwan Atlantis, segelintir orang tunduk pada keserakahan,
tidak mempertahankan kebenaran, demi kekuasaan dan kemuliaan,
mengembangkan teknologi yang salah, merusak lingkungan hidup. Apakah
kita sedang berbuat kesalahan yang sama?

Rabu, 11 Mei 2011

Gambar Hantu Taman Rimba

0 komentar

Aku dah pegi tempat ni banyak kali, dan dah ambik gambar tempat ni juga banyak kali dah. Setiap kali ambik gambar mesti ada penampakan objek aneh menganggu. Gambar kali ini juga tidak jauh berbeza.

Dia tulis:
"ada sesuatu yang aneh pada gambar yang diambil semasa trekking di Taman Rimba Kenong baru-baru ini. Perhatikan kawasan sekeliling 'clear' tapi muka guide ni terlindung separuh, kenapa?"

Fonemena ini tidak dapat dijelaskan. Gambar ini juga telah dihantar kepada 'pakar-pakar' dalam bidang ini dan telah disahkan bahawa memang ada sesuatu yang menganggu gambar. Cuba lihat juga wajah yang kelihatan di celah-celah batu itu.

Dikatakan juga makhluk yang menghuni gua-gua di kawasan ini terdiri daripada para 'sheikh'.

Kirimkan pendapat anda kepada kami.

Taman rimba ini terletak di Pahang.

Selasa, 10 Mei 2011

Kanjeng Ratu Kidul

0 komentar



Siapakah sesungguhnya Kanjeng Ratu Kidul itu? Benarkah ada dalam kesungguhannya, ataukah hanya dikenal dalam dongeng saja?Pertanyaan
ini pantas timbul, karena Kanjeng Ratu Kidul termasuk makhluk halus.
Hidupnya di alam limunan (gaib), dansukar untuk dibuktikan dengan nyata.
Pada umumnya oarang mengenalnya hanya dari tutur kata dan dari semua
cerita atau kata orang ini, orang itu, bila dikumpulkan akan menjadi
seperti berikut:
Menurut cerita umum, Kanjeng Ratu Kidul pada mudanya bernama Dewi
Retna Suwida, seorang putri dari Pajajaran, anak Prabu Mundhingsari,
dari istrinya yang bernama Dewi Sarwedi, cucu Sang Hyang Saranadi, cicit
Raja siluman di Sigaluh.


Sang putri melarikan diri dari keraton dan bertapa di gunung Kombang.
Selama bertapa ini sering nampak kekuatan gaibnya, dapat berganti rupa
dari wanita menjadi pria atau sebaliknya. Sang putri wadat (tidak
bersuami) dan menjadi ratu diantara makhluk halus seluruh pulau jawa.
Istananya didasar samudra indonesia. Tidaklah mengherankan, karena sang
putri memang mempunyai darah keturunan dari makhluk halus.


Diceritakan selanjutnya, bahwa setelah menjadi raru sang putri lalu
mendapat julukan Kanjeng Ratu Kidul Kencanasari. Ada juga sementara
orang yang menyebut Nyai Lara Kidul (di keraton surakarta sebutan Nyai
Lara Kidul adalah untuk patihnya, bukan untuk Kanjeng Ratu Kidul
sendiri). Malahan ada juga yang menyebutnya Nyira Kidul. Dan yang
menyimpang lagi adalah: Bok Lara Mas Ratu Kidul. Kata “Lara” berasal
dari “Rara”, yang berarti perawan (tidak kawin).


Dikisahkan, bahwa Dewi Retna Suwida yang cantiknya tanpa tanding itu
menderita sakit budhug (lepra). Utuk mengobatinya harus mandi dan
merendam diri didalam suatu telaga, di pinggir samudra. Konon pada suatu
hari, tatkala akan membersihkan muka sang putri melihat bayangan
mukanya di permukaan air. Terkejut karena melihat mukanya yang sudah
rusak, sang putri lalu terjun kelaut dan tidak kembali lagi ke daratan,
dan hilanglah sifat kemanusiaannya serta menjadi makhluk halus.


Ceritaa lain lagi menyebutkan bahwa sementara orang ada yang
menamakannya Kanjeng Ratu Angin-angin. Sepanjang penelitian yang pernah
dilakukan dapat disimpulakan bahwa Kanjeng Ratu Kidul tidaklah hanya
menjadi ratu makhluk halus saja melainkan juga menjadi pujaan penduduk
daerah pesisir pantai selatan, mulai darah Jogjakarta sampai dengan
Banyuwangi.


Camat desa Paga menerangkan bahwa daerah pesisirnya mempunyai adat
bersesaji ke samudra selatan untuk Nyi Rara Kidul. Sesajinya diatur
didalam rumah kecil yang khusus dibuat untuk keperluan tersebut
(sanggar). Juga pesisir selatan Lumajang setiap tahun mengadakan korban
kambing untuknya dan orang pun banyak sekali yang datang.


Mr Welter, seorang warga belanda yang dahulu menjadi Wakil ketua Raad
van Indie, menerangkan bahwa tatkala ia masih menjadi kontrolir di
Kepanjen, pernah melihat upacara sesaji tahunan di Ngliyep, salah satu
pesisir pantai selatan, Jawa timur, yang khusus diadakan untuk Nyai rara
kidul. Ditunjukkannya gambar sebuah rumah kecil dengan bilik di
dalamnya berisi tempat peraduan dengan sesaji punjungan untuk Nyai Rara
Kidul.


Seorang perwira ALRI yang sering mengadakan latihan didaerah ngliyep
menerangkan bahwa di pulau kecil sebelah timur ngliyep memang masih
terdapat sebuah rumah kecil, tetapi kosong saja sekarang. Apakah rumah
ini terlukis gambar Tuan Welter, belumlah dapat dipastikan.


Pengalaman seorang kenalan dari Malang menyebutkan bahwa pada tajun
1955 pernah ada serombongan oran-orang yang nenepi (pergi ke
tempat-tempat sepi dan keramat) dipulau karang kecil, sebelah timur
Ngliyep.


Seorang diantara mereka adalah gurunya. Dengan cara tanpa busana
mereka bersemadi disitu. Apa yang kemudian terjadi ialah, bahwa sang
guru mendapat kemben, tanpa diketahui dari siapa asalnya. Yang dapat
diceritakannya ialah bahwa ia merasa melihat sebuah rumah emas yang
lampunya bersinar-sinar terang sekali.


Dipacitan ada kepercayaan larangan untuk memakai pakaian berwarna
hijau gadung (hijau lembayung), yang erat hubungannya dengan Nyai Rara
Kidul. Bila ini dilanggar orang akan mendapat bencana. Ini di buktikan
denga terjadinya suatu malapetaka yang menimpa suami-istri bangsa
belanda beserta dua orang anaknya. Mereka bukan saja tidak percaya pada
larangan tersebut, bahkan mengejek dan mencemoohkannya. Pergilah mereka
kepantai dengan berpakaian serba hijau. Terjadilah sesuatu yang
mengejutkan, karena tiba-tiba ombak besar datang dan dan kembalinya
kelaut sambil menyambar keempat orang belanda tersebut.


Artikel 2


Di suatu masa, hiduplah seorang putri cantik bernama Kadita. Karena
kecantikannya, ia pun dipanggil Dewi Srengenge yang berarti matahari
yang indah. Dewi Srengenge adalah anak dari Raja Munding Wangi. Meskipun
sang raja mempunyai seorang putri yang cantik, ia selalu bersedih
karena sebenarnya ia selalu berharap mempunyai anak laki-laki. Raja pun
kemudian menikah dengan Dewi Mutiara, dan mendapatkan putra dari
perkimpoian tersebut. Maka, bahagialah sang raja.


Dewi Mutiara ingin agar kelak putranya itu menjadi raja, dan ia pun
berusaha agar keinginannya itu terwujud. Kemudian Dewi Mutiara datang
menghadap raja, dan meminta agar sang raja menyuruh putrinya pergi dari
istana. Sudah tentu raja menolak. “Sangat menggelikan. Saya tidak akan
membiarkan siapapun yang ingin bertindak kasar pada putriku”, kata Raja
Munding Wangi. Mendengar jawaban itu, Dewi Mutiara pun tersenyum dan
berkata manis sampai raja tidak marah lagi kepadanya. Tapi walaupun
demikian, dia tetap berniat mewujudkan keinginannya itu.


Pada pagi harinya, sebelum matahari terbit, Dewi Mutiara mengutus
pembantunya untuk memanggil seorang dukun. Dia ingin sang dukun mengutuk
Kadita, anak tirinya. “Aku ingin tubuhnya yang cantik penuh dengan
kudis dan gatal-gatal. Bila engkau berhasil, maka aku akan memberikan
suatu imbalan yang tak pernah kau bayangkan sebelumnya.” Sang dukun
menuruti perintah sang ratu. Pada malam harinya, tubuh Kadita telah
dipenuhi dengan kudis dan gatal-gatal. Ketika dia terbangun, dia
menyadari tubuhnya berbau busuk dan dipenuhi dengan bisul. Puteri yang
cantik itu pun menangis dan tak tahu harus berbuat apa.


Ketika Raja mendengar kabar itu, beliau menjadi sangat sedih dan
mengundang banyak tabib untuk menyembuhkan penyakit putrinya. Beliau
sadar bahwa penyakit putrinya itu tidak wajar, seseorang pasti telah
mengutuk atau mengguna-gunainya. Masalah pun menjadi semakin rumit
ketika Ratu Dewi Mutiara memaksanya untuk mengusir puterinya. “Puterimu
akan mendatangkan kesialan bagi seluruh negeri,” kata Dewi Mutiara.
Karena Raja tidak menginginkan puterinya menjadi gunjingan di seluruh
negeri, akhirnya beliau terpaksa menyetujui usul Ratu Mutiara untuk
mengirim putrinya ke luar dari negeri itu.


Puteri yang malang itu pun pergi sendirian, tanpa tahu kemana harus
pergi. Dia hampir tidak dapat menangis lagi. Dia memang memiliki hati
yang mulia. Dia tidak menyimpan dendam kepada ibu tirinya, malahan ia
selalu meminta agar Tuhan mendampinginya dalam menanggung penderitaan..


Hampir tujuh hari dan tujuh malam dia berjalan sampai akhirnya tiba
di Samudera Selatan. Dia memandang samudera itu. Airnya bersih dan
jernih, tidak seperti samudera lainnya yang airnya biru atau hijau. Dia
melompat ke dalam air dan berenang. Tiba-tiba, ketika air Samudera
Selatan itu menyentuh kulitnya, mukjizat terjadi. Bisulnya lenyap dan
tak ada tanda-tanda bahwa dia pernah kudisan atau gatal-gatal. Malahan,
dia menjadi lebih cantik daripada sebelumnya. Bukan hanya itu, kini dia
memiliki kuasa untuk memerintah seisi Samudera Selatan. Kini ia menjadi
seorang peri yang disebut Nyi Roro Kidul atau Ratu Pantai Samudera
Selatan yang hidup selamanya.


Kanjeng Ratu Kidul = Ratna Suwinda


Tersebut dalam Babad Tanah Jawi (abad ke-19), seorang pangeran dari
Kerajaan Pajajaran, Joko Suruh, bertemu dengan seorang pertapa yang
memerintahkan agar dia menemukan Kerajaan Majapahit di Jawa Timur.
Karena sang pertapa adalah seorang wanita muda yang cantik, Joko Suruh
pun jatuh cinta kepadanya. Tapi sang pertapa yang ternyata merupakan
bibi dari Joko Suruh, bernama Ratna Suwida, menolak cintanya. Ketika
muda, Ratna Suwida mengasingkan diri untuk bertapa di sebuah bukit.
Kemudian ia pergi ke pantai selatan Jawa dan menjadi penguasa spiritual
di sana. Ia berkata kepada pangeran, jika keturunan pangeran menjadi
penguasa di kerajaan yang terletak di dekat Gunung Merapi, ia akan
menikahi seluruh penguasa secara bergantian.


Generasi selanjutnya, Panembahan Senopati, pendiri Kerajaan Mataram
Ke-2, mengasingkan diri ke Pantai Selatan, untuk mengumpulkan seluruh
energinya, dalam upaya mempersiapkan kampanye militer melawan kerajaan
utara. Meditasinya menarik perhatian Kanjeng Ratu Kidul dan dia berjanji
untuk membantunya. Selama tiga hari dan tiga malam dia mempelajari
rahasia perang dan pemerintahan, dan intrik-intrik cinta di istana bawah
airnya, hingga akhirnya muncul dari Laut Parangkusumo, kini Yogyakarta
Selatan. Sejak saat itu, Ratu Kidul dilaporkan berhubungan erat dengan
keturunan Senopati yang berkuasa, dan sesajian dipersembahkan untuknya
di tempat ini setiap tahun melalui perwakilan istana Solo dan
Yogyakarta.


Begitulah dua buah kisah atau legenda mengenai Kanjeng Ratu Kidul,
atau Nyi Roro Kidul, atau Ratu Pantai Selatan. Versi pertama diambil
dari buku Cerita Rakyat dari Yogyakarta dan versi yang kedua terdapat
dalam Babad Tanah Jawi. Kedua cerita tersebut memang berbeda, tapi anda
jangan bingung. Anda tidak perlu pusing memilih, mana dari keduanya yang
paling benar. Cerita-cerita di atas hanyalah sebuah pengatar bagi
tulisan selanjutnya.


Kanjeng Ratu Kidul dan Keraton Yogyakarta


Percayakah anda dengan cerita tentang Kanjeng Ratu Kidul, atau Nyi
Roro Kidul, atau Ratu Pantai Selatan? Sebagian dari anda mungkin akan
berkata TIDAK. Tapi coba tanyakan kepada mereka yang hidup dalam zaman
atau lingkungan Keraton Yogyakarta. Mereka yakin dengan kebenaran cerita
ini. Kebenaran akan cerita Kanjeng Ratu Kidul memang masih tetap
menjadi polemik. Tapi terlepas dari polemik tersebut, ada sebuah
fenomena yang nyata, bahwa mitos Ratu Kidul memang memiliki relevansi
dengan eksistensi Keraton Yogyakarta. Hubungan antara Kanjeng Ratu Kidul
dengan Keraton Yogyakarta paling tidak tercantum dalam Babad Tanah Jawi
(cerita tentang kanjeng Ratu Kidul di atas, versi kedua). Hubungan
seperti apa yang terjalin di antara keduanya?


Y. Argo Twikromo dalam bukunya berjudul Ratu Kidul menyebutkan bahwa
masyarakat adalah sebuah komunitas tradisi yang mementingkan
keharmonisan, keselarasan dan keseimbangan hidup. Karena hidup ini tidak
terlepas dari lingkungan alam sekitar, maka memfungsikan dan memaknai
lingkungan alam sangat penting dilakukan.


Sebagai sebuah hubungan komunikasi timbal balik dengan lingkungan
yang menurut masyarakat Jawa mempunyai kekuatan yang lebih kuat, masih
menurut Twikromo, maka penggunaan simbol pun sering diaktualisasikan.
Jika dihubungkan dengan makhluk halus, maka Javanisme mengenal penguasa
makhluk halus seperti penguasa Gunung Merapi, penguasa Gunung Lawu,
Kayangan nDelpin, dan Laut Selatan. Penguasa Laut Selatan inilah yang
oleh orang Jawa disebut Kanjeng Ratu Kidul. Keempat penguasa tersebut
mengitari Kesultanan Yogyakarta. Dan untuk mencapai keharmonisan,
keselarasan dan keseimbangan dalam masyarakat, maka raja harus
mengadakan komunikasi dengan “makhluk-makhluk halus” tersebut.


Menurut Twikromo, bagi raja Jawa berkomunikasi dengan Ratu Kidul
adalah sebagai salah satu kekuatan batin dalam mengelola negara. Sebagai
kekuatan datan kasat mata (tak terlihat oleh mata), Kanjeng Ratu Kidul
harus dimintai restu dalam kegiatan sehari-hari untuk mendapatkan
keselamatan dan ketenteraman.


Kepercayaan terhadap Ratu Kidul ini diaktualisasikan dengan baik.
Pada kegiatan labuhan misalnya, sebuah upacara tradisional keraton yang
dilaksanakan di tepi laut di selatan Yogyakarta, yang diadakan tiap
ulang tahun Sri Sultan Hamengkubuwono, menurut perhitungan tahun Saka
(tahun Jawa). Upacara ini bertujuan untuk kesejahteraan sultan dan
masyarakat Yogyakarta.


Kepercayaan terhadap Kanjeng Ratu Kidul juga diwujudkan lewat tari
Bedaya Lambangsari dan Bedaya Semang yang diselenggarakan untuk
menghormati serta memperingati Sang Ratu. Bukti lainnya adalah dengan
didirikannya sebuah bangunan di Komplek Taman Sari (Istana di Bawah
Air), sekitar 1 km sebelah barat Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, yang
dinamakan Sumur Gumuling. Tempat ini diyakini sebagai tempat pertemuan
sultan dengan Ratu Pantai Selatan, Kanjeng Ratu Kidul.


Penghayatan mitos Kanjeng Ratu Kidul tersebut tidak hanya diyakini
dan dilaksanakan oleh pihak keraton saja, tapi juga oleh masyarakat pada
umumnya di wilayah kesultanan. Salah satu buktinya adalah adanya
kepercayaan bahwa jika orang hilang di Pantai Parangtritis, maka orang
tersebut hilang karena “diambil” oleh sang Ratu.


Selain Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, mitos Kanjeng Ratu Kidul
juga diyakini oleh saudara mereka, Keraton Surakarta Hadiningrat. Dalam
Babad Tanah Jawi memang disebutkan bahwa Kanjeng Ratu Kidul pernah
berjanji kepada Panembahan Senopati, penguasa pertama Kerajaan Mataram,
untuk menjaga Kerajaan Mataram, para sultan, keluarga kerajaan, dan
masyarakat dari malapetaka. Dan karena kedua keraton (Yogyakarta dan
Surakarta) memiliki leluhur yang sama (Kerajaan Mataram), maka seperti
halnya Keraton Yogyakarta, Keraton Surakarta juga melaksanakan berbagai
bentuk penghayatan mereka kepada Kanjeng Ratu Kidul. Salah satunya
adalah pementasan tari yang paling sakral di keraton, Bedoyo Ketawang,
yang diselenggarakan setahun sekali pada saat peringatan hari penobatan
para raja. Sembilan orang penari yang mengenakan pakaian tradisional
pengantin Jawa mengundang Ratu Kidul untuk datang dan menikahi
susuhunan, dan kabarnya sang Ratu kemudian secara gaib muncul dalam
wujud penari kesepuluh yang nampak berkilauan.


Kepercayaan terhadap Ratu Kidul ternyata juga meluas sampai ke daerah
Jawa Barat. Anda pasti pernah mendengar, bahwa ada sebuah kamar khusus
(nomor 308) di lantai atas Samudera Beach Hotel, Pelabuhan Ratu, yang
disajikan khusus untuk Ratu Kidul. Siapapun yang ingin bertemu dengan
sang Ratu, bisa masuk ke ruangan ini, tapi harus melalui seorang
perantara yang menyajikan persembahan buat sang Ratu. Pengkhususan kamar
ini adalah salah satu simbol ‘gaib’ yang dipakai oleh mantan presiden
Soekarno.


Sampai sekarang, di masa yang sangat modern ini, legenda Kanjeng Ratu
Kidul, atau Nyi Roro Kidul, atau Ratu Pantai Selatan, adalah legenda
yang paling spektakuler. Bahkan ketika anda membaca kisah ini, banyak
orang dari Indonesia atau negara lain mengakui bahwa mereka telah
bertemu ratu peri yang cantik mengenakan pakaian tradisional Jawa. Salah
satu orang yang dikabarkan juga pernah menyaksikan secara langsung
wujud sang Ratu adalah sang maestro pelukis Indonesia, (almarhum) Affandi. Pengalamannya itu kemudian ia tuangkan dalam sebuah lukisan.



sumber : dunia misteri

Senin, 09 Mei 2011

Patung Monyet Raksasa Dari 10.000 Sandal Jepit

0 komentar



Sebuah patung raksasa
yang menyerupai monyet, gemuk dan berwarna-warni dalam posisi
terlentang telah menjadi salah satu atraksi yang paling populer dari
kota Sao Paolo Brasil. Patung monyet ini telah muncul sebagai blog
spam foto di berbagai situs internet, dalam beberapa hari terakhir,
namun hampir tidak satupun dari mereka memberikan informasi nyata
tentang hal itu. Patung monyet ini dibuat oleh Florentijn Hofman.
Patung monyet gemuk ini merupakan sebuah karya seni yg menarik
karena hanya terbuat dari 10.000 sandal jepit yg berwarna-warni yang
merupakan simbol sejati dari pantai Brasil. Patung ini dibuat
selama Pixelshow Design Congress 2010 dengan bantuan dari mahasiswa
seni local. Sebuah bagian dari serangkaian Obestias seni, Patung
“Fat Monkey” sekarang dapat dikagumi di halaman, dekat dengan tempat
Pixelshow.

























 


 


 


sumber ; berita unik